LPPM Universitas Bangka Belitung :: LPPM of University of Bangka Belitung :: Indonesia
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


  1. Bersama ini kami sampaikan Pengumuman Hasil Kelulusan Tes CPNS oleh panitia seleksi nasional (PANSELNAS), seperti tertera dalam file berikut : Download Pengumuman Kelulusan CPNS Di Lingkungan Universitas Bangka belitung tahun 2013
  2. Download Surat Pengumuman dan Lampiran Surat Pengumuman dan Lampiran
  3. Download Surat untuk menindaklanjutkan Kelengkapan Dokumen Surat Tindak Lanjut Kelengkapan Dokumen
  4. Download Surat Edaran Pemberkasan Surat Edaran Pemberkasan
  5. Download Blanko Daftar Riwayat Hidup Blangko Daftar Riwayat Hidup (Revisi)
  6. Download Surat Pernyataan : Surat Pernyataan
  7. Download Daftar Pejabat yang berwenang mengesahkan fotocopy ijazah/STTB Daftar Pejabat yang berwenang mengesahkan fotocopy ijazah/STTB
Seluruh berkas/dokumen yang disyaratkan paling lambat diserahkan ke Bagian Kepegawaian BAUK Rektorat UBB pada tanggal 12 Maret 2014

 
 
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
   

 
lppm Universitas Bangka Belitung Indonesia :: Unggul Membangun Perab
LPPM Universitas Bangka Belitung :: INDONESIA

Kegiatan LPPM | Kegiatan Penelitian | Kerjasama | LPPM News | ORGANISASI dan TENAGA AHLI | Pengabdian Masyarakat | PROFIL LPPM | Pusat Kajian |

Pengendalian Logam Berat (Pb, Cu dan Zn) di Kolong Bekas Penambangan Timah Menggunakan Tanaman Air Purun (Lepiromia micronata) Dengan Metode Fitoremidiasi



Abstrak:



Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu daerah penghasil timah, dimana kegiatan penambangan timah tersebut selalu menyisakan tanah dan vegetasi yang tergradasi sehingga rusak dan juga menyisakan limbah-limbah yang bersifat toksik terutama beberapa logam berat seperti Pb, Cu dan Zn di perairan kolong. Limbah tersebut sangat mempengaruhi kualitas air dan pencemaran ini dikhawatirkan dapat meluas ke lahan dan perairan sekitar sehingga membahayakan penduduk. Alternatif pemecahan masalah tersebut adalah dengan meningkatkan kualitas air di kolong dengan metode fitoremediasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di berbagai fungsi lahan yakni perairan umum dan tiga buah kolong bekas penambangan timah pada tingkatan umur berbeda (0 tahun, ±8 tahun dan >15 tahun) dengan kedalaman dan luas yang relatif sama, dapat disimpulkan bahwa semakin tua umur kolong, maka kandungan logam berat (Cu, Pb dan Zn) semakin turun. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kemampuan tanaman air purun yang mampu mengakumulasi logam berat dan faktor lainnya, seperti pengenceran oleh air hujan dan pengendapan. Dari hasil penelitian ini, maka peneliti menyarankan rehabilitasi kolong bekas penambangan timah di Pulau Bangka dengan pemanfaatan tanaman air purun dengan metode fitoremidiasi yang relatif murah, ramah lingkungan, mudah dan mempercepat perbaikan kualitas air dapat dilaksanakan.

Peneliti :



Wike Ayu DP., S,Pi., M.Si, Endang Bidayani, S.Pi, Umroh, S.T

Kajian Daya Adaptasi Tanaman Nenas Lokal Bangka Pada Lahan Bekas Penambangan Timah yang Optimal Suplai Bahan Organik Melalui Analisis Morfologi dan RAPD



Abstrak :



Tanah bekas penambangan timah dengan kandungan pasir 92%, debu 2% dan liat 6% perlu segera di revegetasi. Usaha revegetasi yang dilakukan bukan hanya difokuskan untuk memperbaiki kondisi tanah yang menjadi tergolong tidak subur, tetapi juga mampu menambah nilai ekonomi bagi masyarakat. Nenas yang merupakan tanaman xerifit dan CAM dengan adaptasi luas dapat dimanfaatkan karena tanaman ini mampu berproduksi dalam jangka waktu yang relatif tidak lama. Penelitian lapangan dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Sedangkan analisis RAPD dilakukan di Biologi Molekuler – Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Bogor. Waktu pelaksanaan Agustus 2007 sampai Januari 2008. Penelitian lapangan dengan mengunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial (7x3), faktor pertama adalah 7 jenis nenas (Toboali, Bukur, Peranak, Ambon, Guci, Bogor dan Belilik) dan faktor kedua adalah 3 jenis pupuk (Limbah Kelapa Sawit 20 ton/ha, Kotoran Sapi 20 ton/ha dan Tanpa Pupuk). Analisis RAPD dilakukan dengan mengunakan 5 primer yaitu OPG-16, OPG-18, OPH-04, OPJ-04 dan OPN-06. Nenas jenis guci, ambon, peranak dan bogor merupakan nenas yang mampu beradaptasi baik pada tanah bekas penambangan timah ditunjukkan dengan peubah berat segar, tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibanding nenas toboali, bukur dan belilik. Nenas lokal Bangka memiliki pola pita DNA yang polimorfik dengan mengunakan primer (OPG-16, OPG-18, OPH-04, OPJ-04 dan OPN-06). Hubungan kekerabatan terdekat dari hasil analisis RAPD adalah pada nenas jenis guci dan peranak dengan koefisien similaritas 0.86, kedua jenis nenas ini diduga memiliki tetua yang sama, namun secara morfologi kedua jenis nenas ini tidak memiliki kesamaan. Bahan organik yang lebih sesuai digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman nenas pada lahan bekas penambangan timah adalah limbah kelapa sawit dengan didukung oleh peubah tinggi tanaman, jumlah daun dan berat basah tanaman.



Peneliti :



Eries Dyah Mustikarini, S.P., M.Si

PENETRASI SIMBOL-SIMBOL AGAMA DALAM RUANG POLITIK (Studi Kasus terhadap Strategi Komunikasi Politik para Kontestan Pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2007)



Abstrak :



Perubahan mendasar dalam sistem Pemilihan umum di Indonesia ternyata tidak hanya berimplikasi pada perubahan aturan formal dalam mekanisme pengambilan suara, namun tampaknya juga mengalami pergeseran dalam pola kontestasi antara peserta Pemilu. Jika pada pemilihan sebelumnya elit politik-lah yang paling menentukan komposisi distribusi hasil suara, maka dengan pemilihan sistem “coblos langsung nama” memberikan konsekuensi yang sangat berbeda, yakni pemberian kesempatan kepada masyarakat secara langsung untuk mengeksekusi para kontestan yang berkompetisi. Imbas yang paling menonjol adalah perluasan arena kompetisi politik karena saat ini para kontestan dituntut untuk dapat mendekatkan diri kepada para pemilih dengan berbagai macam cara. Tak pelak lagi, modifikasi strategi komunikasi politik memegang peranan kunci.
Berbagai strategi komunikasi politik pun akhirnya mengalami berbagai modifikasi yang dirancang dengan sistematis dan mempertimbangkan berbagai situasi lokal. Salah satu sektor vital yang intensif diolah oleh para petarung politik adalah sektor agama. Berbagai upaya penarikan simbol-simbol agama dalam ruang politik pun menjadi pemandangan khas dalam dunia persuasi politik. Sektor agama menjadi sektor unggulan kampanye setidaknya karena pertimbangan fanatisme dan kuantifikasi massa yang menjadi anggota didalamnya. Jadilah sektor agama sebagai alat politik yang efektif untuk kepentingan pencapaian kekuasaan.
Bagaimanapun, sendi utama strategi komunikasi politik adalah persuasi dan apapun bentuknya, segala macam persuasi berakhir pada tujuan puncak, yakni kemenangan. Dan Nimmo mengatakan bahwa setiap komunikasi politik selalu bermuara pada persuasi; sebuah ajakan halus.
Penelitian ini secara khusus ingin menelusuri berbagai macam bentuk strategi komunikasi politik para kontestan pemilihan umum dalam konteks lokal, khususnya pada penggunaan simbol-simbol agama dalam upaya untuk mencari simpati dan mencuri perhatian masyarakat. Penelitian ini menjadi menarik karena berbagai macam praktik untuk memperoleh kekuasaan sudah tampak jauh sebelum diselenggarakannya Pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Berbagai media dan praktik digunakan, mulai dari media sederhana sampai yang berkelas, juga media yang klasik sampai pada media yang sangat modern sekalipun. Pola strategi komunikasi politik mengalami pergeseran jauh dengan masa sebelumnya. Bagaimana bentuknya? Hal inilah yang ingin ditelusuri secara detil dalam penelitian ini.


Peneliti :


Ibrahim, S.Fil., M.Si

Analisis Kualitas Mikrobiologi Lada Bangka Pada Rantai Distribusi yang Berbeda



Abstrak :



Lada sebagai komoditas unggulan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung belum diketahui status kriteria biologinya. Status kriteria biologi yang diketahui melalui analisis kualitas mikrobiologi umumnya baru dilaksanakan pada saat lada sudah akan dieksport. Standar ini telah diatur diantaranya melalui penetapan SNI 01-0004-1995 yang menjadi acuan bagi ekspor lada putih. Penelitian bertujuan megindetifikasi status kriteria biologi lada Bangka melalui analisis mikrobiologi, mulai tingkat petani, pedagang dan eksportir dan sampai sejauh mana pengaruh pengolahan pasca panen lada mempengaruhi hasil analisis yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian produk olahan pada tingkat petani dan pedagang masih mengandung kontaminasi mikroba di atas ambang batas SNI. Seleksi kualitas lada berdasarkan kriteria fisik sebagaimana yang dilakukan eksportir relatif cukup efektif mengurangi kontaminasi mikroba. Hasil analisis mikrobiologi di tingkat eksportir tidak ditemui adanya kontaminasi mikroba yang jumlahnya di atas batas SNI. Jumlah jenis cendawan yang diidentifikasi selama penelitian adalah 12 jenis pada tingkat petani, 10 jenis pada tingkat pedagang dan 3 jenis pada tingkat eksportir. Jumlah populasi dan jenis mikroba dipengaruhi oleh pengolahan pasca panen lada.


Peneliti :



Idha Susanti, M.Si

Karakteristik Anatomi dan Fisiologi Pertumbuhan Bibit Jarak Pagar (Jatropha curcas) di Berbagai Media Tanam Tailing Timah Dengan Penambahan Limbah Padat Kelapa Sawit



Abstrak:



Ketergantungan Indonesia terhadap minyak bumi sudah saatnya dikurangi, bahkan dihilangkan. Masalah ini dapat diatasi dengan mengembangkan sumber energi alternatif berbahan baku minyak nabati diantaranya tanaman jarak pagar (Jatropha curcas). Pemilihan tanaman jarak pagar sebagai bahan baku biodisel dikarenakan minyaknya tidak dapat dikonsumsi seperti minyak sawit, dan kelapa. Maka peluang pemanfaatan minyak jarak pagar sebagai bahan baku biodisel lebih besar dan tidak mengganggu stok minyak makan nasional, kebutuhan industri oleh kimia dan ekspor CPO (Hambali et al., 2006).

Salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas atau produksi dan kualitas yang baik bagi tanaman jarak pagar yaitu kandungan hara pada tanaman itu sendiri yang seimbang. Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan cara pemberian pupuk atau limbah-limbah seperti limbah kelapa sawit. Karena dengan pemberian pupuk atau limbah tersebut, selain menambah zat hara bagi tanah yang baik bagi tanah juga berguna untuk perbaikan fisik tanah yang terserap baik oleh sistem perakaran yang nantinya akan ditranslokasikan ke seluruh bagian tanaman. Dengan konduktivitas luasan sayatan melintang suatu perakaran yang optimal bagi tanaman yang mampu tumbuh di lahan marjinal dapat meningkatkan hasil produksi serta kualitas yang baik (Nurtjahya et al., 2006).

Tanaman jarak pagar merupakan tanaman yang tepat untuk ditumbuhkan dilahan bekas penambangan timah karena tanaman jarak pagar salah satu tanaman tahunan yang tahan kekeringan. Tanaman ini juga mampu tumbuh dengan cepat dan kuat dilahan yang beriklim panas, tandus dan berbatu. Hasil penelitian yang membandingkan adaptasi karakter fisiologi beberapa tumbuhan hutan dan tumbuhan yang lainnya hidup alami lahan pasca penambangan timah menunjukkan beda nyata pada konduktivitas xilem akar, kerapatan stomata, ukuran stomata, tebal jaringan epidermis, palisade, bunga karang dan rasio jaringan (Nurtjahya et al. 2005, Juairiah et al. 2005, Juairiah 2005).

Tingginya potensi pasir tailing akibat dari penambangan timah merupakan tantangan dimasa mendatang dalam pertanian. Hal ini perlu diatasi agar tidak mendatangkan masalah baru. Miskinnya unsur hara yang terdapat pada tailing timah merupakan salah satu pokok permasalahan yang mestinya diatasi sehingga keberadaan tingginya lahan yang marjinal dapat bermanfaat.
Industri minyak sawit diberbagai pelosok tanah air, setiap harinya dihasilkan limbah berupa tandan kosong sawit dan cangkang yang pemanfaatannya sangat kecil. Bahwa lumpur minyak kelapa sawit ini biasanya di buang dan langsung dialirkan ke sungai disekitar pabrik sehingga menyebabkan gangguan ekologi. Limbah ini masih di andalkan potensinya karena mengandung unsur hara bagi tanaman oleh karena itu, pemanfaatan limbah sawit akan merupakan terobosan yang baik untuk memacu pertumbuhan maupun upaya melestarikan lingkungan (Lubis 1992).

Banyak usaha telah dilakukan untuk mencegah terjadinya lahan marjinal dan pencemaran terhadap lingkungan baik daratan maupun perairan dengan berbagai metode, diantaranya dengan pemanfaatan kembali limbah tersebut setelah diolah. Pengolahan limbah ini selain mencegah pencemaran terhadap lingkungan juga dapat membuka lapangan kerja baru yang memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat (Gunarwan 1989). Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan limbah padat kelapa sawit sebagai zat penambah kesuburan tanah terutama pada lahan marjinal.

Perlu dilakukan penelitian terhadap perubahan karakter anatomi dan fisiologi pertumbuhan tanaman jarak pagar yang ditumbuhkan dimedia tailing timah dan penambahan limbah padat kelapa sawit.

Peneliti:
Lina Juairiyah, S.P.

Pengujian Berbagai Jenis Amelioran Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Di Media Bekas Tambang Timah



Abstrak:



Ekspor minyak sawit Indonesia pada 1980-2005 meningkat 12,9%/tahun. Pada tahun 2005 pangsa ekspor minyak sawit Indonesia mencapai 39,35% dari ekspor minyaksawit dunia dan pangsa pasar Indonesia makin meningkat seiring dengan peningkatan produksi minyak sawit Indonesia. Lahan bekas penambangan timah tidak produktif lagi digunakan sebagai lahan pertanian, disebabkan cadangan hara yang memang rendah disamping iklim mikro lahan bekas penambangan kering, kondisi air bekas penambangan (kolong) cenderung masam sehingga tanaman akan sulit hidup. Pertumbuhan awal bibit merupakan periode kritis yang sangat menentukan keberhasilan tanaman dalam mencapai pertumbuhan yang baik di pembibitan. Usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kesuburan bekas penambangan timah agar dapat digunakan sebagai pembibitan kelapa sawit adalah dengan penambangan pembenah tanah (ameliorant). Jenis ameliorant terbaik di peroleh pada tingkat perlakuan perbandingan 1: 2 dengan jenis ameliorant kotoran ayam, kotoran sapi dan limbah padat kelapa sawit.

Peneliti:
Nyayu Siti Khadijah, S.P., M.Si

Penggunaan Limbah Padat Kelapa Sawit Pada Pertumbuhan Awal Tanaman Jarak Pagar (Jatropha Curcas) Pada Media Tanam Bekas Penambangan Timah



Abstrak:



Potensi dan keberadaan lahan bekas tambang timah di Kepulauan Bangka Belitung perlu penanganan yang tidak hanya diperlukan untuk melestarikan lingkungan tetapi juga untuk peningkatan finansial dan kesejahteraaan masyarakat. Penanaman di lahan bekas tambang timah dengan penanaman tanaman komersial diharapkan dapat memberikan satu solusi bagi penanganan lahan pasca penambangan timah di Kepulauan Bangka Belitung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah padat kelap sawit terhadap perbaikan kesuburan kimia tanah dan mengetahui Pertumbuhan bibit jarak di lahan bekas penambangan dengan bebagai takaran pemberian limbah kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 16 tingkat perlakuan media. Diperoleh limbah padat kelapa sawit sangat berpotensi memperbaiki sifat kimia pasir tailing, penyerapan nitrogen dan klorofil meningkat lebih baik pada berbagai kondisi campuran tailing dibandingkan media tanam tanah
Perbaikan pertumbuhan bibit jarak pagar di media tanam tailing dapat mencapai setara dengan pembibitan di tanah top soil dan Pertumbuhan bibit jarak pagar dapat setara dan lebih baik di media tailing dengan pencapuran media 1:3.


Peneliti:
Nyayu Siti Khadijah, S.P., M.Si dan Cik Ona, s.P., M.Si

Inventarisasi Potensi Ekosistem Terumbu Karang Pantai Teluk Limau sebagai Studi Kelayakan Daerah Perlindungan Laut di Kabupaten Bangka



Abstrak :



Metode yang digunakan dalam penyelamatan ekosistem terumbu karang dan biota di dalamnya adalah dengan menciptakan Daerah Perlindungan Laut (DPL). Proses penyusunan rencana Daerah Perlindungan Laut (DPL) di Pantai Teluk Limau ini melalui suatu proses dan tahapan yang panjang, dimulai dengan survey potensi perairan Teluk Limau, pengukuran penutupan daerah terumbu karang dan identifikasi spesies-spesies karang di Pantai Teluk Limau. Kemudian dilanjutkan pengamatan kondisi sekitar Pantai Teluk Limau dan pendataan kuisioner sosial ekonomi masyarakat nelayan Kampung Matras. Dalam pengukuran penutupan terumbu karang di Pantai Teluk Limau didapat hasil jumlah tutupan total karang hidup (keras dan lunak) 73,9 persen dan indek mortalitas karang sebesar 7,81 persen. Sesuai dengan kriteria baku dari peraturan (KLH, 2005) penutupan terumbu karang di Pantai Teluk Limau dikategorikan dalam kondisi baik. Akan tetapi berdasarkan musyawarah bersama masyarakat Kampung Matras, Daerah Perlindungan Laut (DPL) dilokasikan di Karang Kering bukan di perairan Teluk Limau. Pemindah lokasi Daerah Perlindungan Laut di Karang Kering adalah dimaksudkan agar Daerah Perlindungan Laut terjaga dari perahu yang lewat dan hal-hal lain yang bisa merusaknya.



Peneliti:
Umroh, S.T dan Indra Ambalika, S.Pi



 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs