artikel lengkap |
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


Berikut kami sampaikan pengumuman hasil verifikasi data Calon Mahasiswa yang lulus masuk UBB jalur SBMPTN tahun 2014 :

Panitia SBMPTN UBB tahun 2014
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
 
 
 
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Adaptasi Tanaman di Lahan Terganggu dan Tidak Terganggu


Pulau Bangka merupakan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia (Anonim Tanpa tahun). Sehingga pembukaan lahan untuk penambangan timah banyak dijumpai di Pulau Bangka. akan tetapi dalam kegiatan penambangan seringkali tidak memperhatikan dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan. Menurut Djakamihardja dan Noviardi (1991) dalam Yani (2005), dampak dari penambangan adalah kesuburan tanah rendah akibat hilangnya lapisan top soil dan adanya hamparan tailing yang memiliki derajat keasaman yang rendah (pH 4-5).

Tabel 1. Hasil pengukuran pertumbuhan tanaman ubak dan ara di lahan terganggu (TB 29 Riding Panjang pada tanah berpasir) dan tidak terganggu (Sungailiat)








Menurut lskandar dan Subagyo (1993) dalam Yani (2005) sifat fisik kimia tailing yang merugikan adalah tingginya konsentrasi logam berat, tingginya daya pantul sinar atas daya absobsi panas dalam tailing berwarna terang atau gelap yang menyebabkan terjadinya ketegangan fisik pada turnbuhan, dan kerusakan fisik karena fraksi pasir sangat dominan.

Berdasarkan hasil pengukuran tanaman yakni ubak (Syzygium racemosum Blume) dan Ara (Ficus spp.) pada lahan terganggu dan tidak terganggu secara umum dapat dikatakan bahwa pertumbuhan pada lahan tidak terganggu lebih baik dibandingkan lahan terganggu. Pertumbuhan tanaman pada lahan terganggu kurang baik diduga karena rendahnya kesuburan tanah akibat adanya proses penimbunan tanah di mana lapisan tanah yang awalnya subur (top soil) berada di bawah sedangkan lapisan tanah yang tidak subur berada di atas.

Pertumbuhan tanaman yang kurang baik pada lahan terganggu dapat juga dipengaruhi logam-logam berat karena biasanya Cu, Al, Zn dan Fe pada lahan penambangan menjadi meningkat. Kandungan logam berat tersebut sangat toksik dan membahayakan pertumbuhan tanaman (Pattimahu 2004). Pengaruh langsung Al adalah melalui penghambatan pembelahan sel pada ujung akar sehingga fungsi akar dalam menyerap air dan hara menjadi terganggu (Foy 1988) dalam Hariah dkk. Tanpa tahun.

Pertumbuhan tanaman di lahan tidak terganggu lebih baik karena lahan tidak tersebut tidak mengalami perubahan fisik dan kimia. Sehingga kebutuhan unsur hara yang diperlukan tanaman bagi pertumbuhan dan perkembangannya tetap tercukupi. Salah satu faktor lingkungan tumbuh yang penting bagi pertumbuhan tanaman adalah ketersediaan unsur hara. Adanya bahan penunjang pertumbuhan yang baik akan meningkatkan respon tanaman, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan tanaman. (Budairto et al 2006 dalam Khodijah 2008).

Berdasarkan pengukuran rata-rata luas daun, baik daun ubak maupun ara dilahan terganggu luas daunnya lebih kecil dari pada di lahan tidak terganggu. Diduga lahan terganggu kekurangan air. Adaptasi tanaman terhadap cekaman kekeringan mengakibatkan perubahan pertumbuhan tanaman, penurunan luas daun, peningkatan ratio akar-tajuk, sensitivitas stomata, penurunan laju fotosintesis, serta perubahan ekspresi (Sinaga, 2008) dalam Anonim 2009.

Sistem perakaran yang baik memungkinkan tanaman mendapatkan air dan nutrisi untuk fotosintesis dalam jumlah yang cukup karena kedalaman perakaran sangat berpengaruh terhadap jumlah air yang diserap. Rendahnya kadar air tanah akan menurunkan perpanjangan akar, kedalaman penetrasi dan diameter akar (Haryati, 2006) dalam Anonim 2009. Laju pemanjangan akar dipengaruhi oleh faktor internal, seperti pasokan fotosintat dari daun dan faktor lingkungan antara lain suhu dan kandungan air tanah (Lakitan, 1995).

Pada tanah masam, penghambat utama pertumbuhan akar adalah tingginya konsentrasi Al di lapisan bawah (Hairiah et al., 2000) dalam Hariah tanpa tahun. Hasil pengukuran akar, di lahan terganggu akar yang terpanjang adalah akar horizontal sedangkan di lahan tidak terganggu yang terpanjang adalah akar vertikal. Dangkalnya sistem perakaran tanaman diduga respon lokal dari akar tanaman, dengan memilih tempat yang menguntungkan (dalam hal ini misalnya kaya unsur P di lapisan atas) atau dengan menghindari tempat yang beracun di lapisan bawah (Hairiah et al., 1995) dalam Hariah Tanpa tahun.

Terjadinya hambatan media (tanah) pertumbuhan tanaman akan diikuti oleh penurunan nisbah tajuk dan akar (Hairiah et al., 2000). Hasil pengukuran berat tajuk/akar di lahan terganggu baik tanaman Ubak maupun tanaman Ara. Berat akar lebih tinggi daripada berat tajuk, sedangkan di lahan tidak terganggu berat tajuk lebih tinggi daripada berat akar. Tiap tanaman mempunyai karakter hubungan antara tajuk dan akar. Homeostasis tajuk dan akar merupakan upaya organ tanaman tersebut mempertahankan keseimbangan fisiologis, sehingga masing-masing organ tanaman dapat melakukan fungsinya secara normal. Hormon berperan dalam menjaga keseimbangan tajuk dan akar.
Pertumbuhan akar akan memacu pertumbuhan tajuk karena adanya sifat homeostasis untuk menjaga keseimbangan akar dan tajuk. Besarnya rasio tajuk/akar tergantung spesies, umur, kondisi lingkungan dan saat musim tumbuh. Rasio tajuk/akar meningkat, sebab distribusi asimilat lebih banyak ke arah pertumbuhan tajuk (Klepper, 1991). Rendahnya rasio bobot tajuk/akar disebabkan asimilat hanya ditranslokasikan ke daun dan akar. dalam Ramdan 2004.***



Oleh Fitri dan Siti Aminah
Mahasiswi Prodi Biologi FPPB
Universitas Bangka Belitung 2010


Download Artikel Adaptasi Tanaman di Lahan Terganggu dan Tidak Terganggu
Dikirim oleh Fitri dan Siti Aminah
Tanggal 2010-08-23
Jam 12:35:42



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :


Baca Feature :


Lihat Foto :

 
 
       

 

 

 

 

 

 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs