artikel lengkap |
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


Sehubungan dengan akan dibukanya Pendaftaran Online Penerimaan Mahasiswa Baru UBB Jalur SBMPTN dari tanggal 12 Mei 2014 pukul 08.00 WIB sampai dengan 6 Juni 2014 pukul 22.00 WIB., berikut kami sampaikan informasi dan link-link penting seputar penerimaan Mahasiswa Baru UBB Jalur SBMPTN tahun 2014 :
  1. Halaman Utama SBMPTN 2014 : http://www.sbmptn.or.id/
  2. Informasi Awal SBMPTN 2014 : http://www.sbmptn.or.id/?mid=13
  3. Daftar PTN : http://www.sbmptn.or.id/?mid=14
  4. Daftar PANLOK : http://www.sbmptn.or.id/?mid=15
  5. Tata cara pengisian pendaftaran : http://download.sbmptn.or.id
  6. Laman Pendaftaran SBMPTN: http://pendaftaran.sbmptn.or.id (aktif tanggal 6 Mei 2014)
  7. Call Center SBMPTN 2014 : telp : 0804-456-456 atau pertanyaan tentang SBMPTN dapat diakses melalui link berikut : http://halo.sbmptn.or.id/
  8. Persyaratan setiap jurusan di UBB bagi calon Mahasiswa Baru UBB jalur SBMPTN tahun 2014, terlampir pada file berikut : Download Pengumuman Persyaratan SBMPTN UBB tahun 2014

Demikianlah kepada Adik-adik para calon peserta SBMPTN 2014 agar dapat mempersiapkan ujian tertulis dengan sebaik-baiknya dan mengikuti seluruh proses pendaftaran sampai selesai, Selamat Berjuang dan Semoga Sukses !.

Panitia SBMPTN UBB tahun 2014
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
 
 
 
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Akuakultur di Bangka Belitung


Akuakultur atau lebih populer disebut dengan istilah perikanan budidaya merupakan kegiatan yang saat ini semakin berkembang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Profesi dalam membudidayakan ikan menjadi profesi yang cukup menarik dan banyak dijalankan oleh masyarakat baik sebagai hoby, sampingan atau menjadi usaha bisnis. Bisnis akuakultur pada dasarnya terbagi menjadi dua jenis kegiatan budidaya berdasarkan objek atau jenis ikannya. Ada Budidaya ikan hias dan budidaya ikan konsumsi. Budidaya Ikan hias di Bangka Belitung belum begitu berkembang. Pasokan ikan sangat tergantung dari impor daerah luar. Hobiis ikan hias di Bangka Belitung pun tidak banyak dibandingkan daerah luar. Sedangkan budidaya ikan konsumsi merupakan budidaya yang marak dilakukan oleh masyarakat dan semakin menunjukan trend yang positif. Apalagi hal ini didukung oleh banyaknya sumber air yang dapat dijadikan media dalam membudidaya ikan.

Berlimpahnya sumber air yang berasal dari bekas kegiatan penambangan timah(kolong) disatu sisi merupakan masalah namun disisi lain merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan. Masalah kolong muncul karena pada kolong yang baru terbentuk, airnya keruh dan memiliki kualitas air yang buruk untuk dapat dimanfaatkan. Kualitas air pada pada kolong akan semakin baik seiring dengan bertambahnya usia kolong.

Peluang untuk memanfaatkan sumber air kolong untuk kegiatan budidaya dapat dilakukan apabila usianya diatas 20 tahun. Karena pada usia kolong yang tua, kualitas air baik kualitas fisik, kimia dan biologi telah memenuhi persyaratan bagi ikan untuk dapat hidup secara optimal. Disisi lain pada kolong tua, ion logam berat yang mungkin terdapat pada kolong akan terendap didasar dan terikat oleh bahan organik matang didasar perairan sehingga logam berat tersebut susah untuk terlepas kembali ke badan perairan.

Pemanfaatan kolong tua untuk kegiatan budidaya telah banyak dilakukan oleh masyarakat. Beberapa masyarakat membuat Keramba Jaring Apung (KJA) pada kolong sebagai cara dalam membudidayakan ikan. Disisi lain ada juga masyarakat yang memanfaatkan sumber air kolong sebagai sumber air untuk dialirkan ke kolam budidaya.

Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang berkualitas, maka kegiatan budidaya semakin berkembang. Disamping itu, tren masyarakat Bangka yang sudah memulai melirik ikan air tawar sebagai alternatif kelangkaan ikan laut menjadikan peluang majunya sektor budidaya air tawar juga semakin terbuka. Kebutuhan daerah-daerah luar akan pasokan ikan segar air tawar juga menambah peluang semakin majunya sektor perikanan budidaya. Hal ini turut didukung oleh kemampuan para pembudidaya ikan semakin meningkat seiring dengan pengalaman dalam membudidayakan yang semakin bertambah.

Walaupun demikian, akuakultur atau perikanan budidaya di Bangka Belitung belum bisa dikatakan maju. Memajukan perikanan suatu daerah membutuhkan optimalisasi dan sinergitas tiga pilar utama pembangunan perikanan. Tiga pilar tersebut antara lain: Pemerintah Daerah sebagai pengambil kebijakan dan pemegang dana program perikanan, Akademisi (kampus) sebagai pelaku riset, perekayasa teknologi, problem solver masyarakat dengan tridharma perguruan tingginya, masyarakat pembudidaya ikan sebagai pelaku usaha kegiatan budidaya. Sedangkan pada saat ini tiga pilar dalam membangun perikanan budidaya belum memainkan perannya secara optimal. Hal ini terlihat dari masih banyak persoalan yang dihadapi oleh masyarakat pembudidaya ikan sehingga terkadang menjadikan proses budidaya ikan menjadi stagnan.

Permasalahan utama kegiatan budidaya ikan oleh pembudidaya adalah mahalnya harga pakan ikan. Pakan merupakan kebutuhan utama proses budidaya. Tujuh puluh persen biaya produksi digunakan untuk pembelian pakan. Mahalnya harga pakan ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya yaitu monopoli penjualan/supplier pakan dan belum maju atau terkuasainya pembuatan pakan-pakan alternatif bagi ikan.

Masalah lainnya yang seringkali menghambat majunya kegiatan akuakultur di Bangka Belitung yaitu sempitnya daerah pemasaran. Pemasaran merupakan kunci dari kesuksesan hasil produksi budidaya oleh para pembudidaya ikan. Hasil produksi ikan seringkali berlimpah karena panen raya ikan. Hal ini akan mengakibatkan anjloknya harga dan minimnya pembeli. Oleh karena itu informasi pasar atau saluran pemasaran ke luar daerah sangat penting untuk mengatasinya. Disamping itu, sentra pengolahan hasil perikanan juga perlu ada untuk mengolah hasil panen ikan yang berlimpah.

Masalah penting lainnya yaitu kualitas induk dan benih, penyakit dan teknologi budidaya yang seringkali belum dikuasai dengan baik oleh semua pembudidaya ikan. Budidaya ikan tidak selamanya berjalan mulus dan lancar. Seringkali kegagalan panen dialami oleh para pembudidaya ikan yang disebabkan oleh input dan proses budidaya yang tidak sesuai dengan kaidah dalm budidaya ikan. Pada kegiatan budidaya, penggunaan induk dan benih yang berkualitas adalah hal yang sangat penting untuk mempercepat proses pemeliharaan, lebih tahan terhadap penyakit dan lebih tahan terhadap kualitas air yang seringkali fluktuatif. Pemahaman terhadap penyakit ikan pun adalah hal penting untuk melakukan tindakan protektif dan kuratif terhadap penyakit yang muncul. Dukungan teknologi budidaya yang maju dan modern bila tidak diterapkan maka juga akan turut menghambat tingkat keberhasilan proses budidaya.

Berbagai permasalahan yang muncul tersebut tentu saja butuh solusi dan penanganan dari pihak-pihak terkait. Pihak-pihak terkait yang dimaksud yaitu pemerintah daerah, akademisi, dan pembudidaya ikan atau lebih dikenal dengan istilah tiga pilar pembangunan perikanan. Masalah pakan alternatif, kualitas induk dan benih, penyakit dan teknologi budidaya dapat dijadikan tema utama bagi pihak akademisi dalam melakukan riset-riset terapan yang hasilnya bisa diterapkan oleh masyarakat. Peneliti kampus di Jepang sebagai sebuah negara yang maju di sektor perikanannya, telah banyak melepas temuan-temuan pada sektor perikanan budidaya yang mampu menciptakan pakan-pakan alternatif pengganti pelet pabrik, ikan-ikan transgenik yang tahan penyakit, cepat panen dan produktif serta temuan-temuan lainnya. Begitu pula halnya yang diharapkan pada kampus di Indonesia khususnya kampus perikanan yang ada di Bangka Belitung. Kampus diharapkan mampu mengeluarkan riset terapan yang bermanfaat bagi pembudidaya ikan. Tentu saja hal ini harus didukung oleh pendanaan yang memadai.

Semua permasalahan dalam budidaya ikan, disamping ada peran kampus dalam memberikan solusinya, namun tetap bola utamanya ada di pemerintah daerah. Pemerintah dengan segala wewenangnya selayaknyalah selalu berkoordinasi dan mengejewantahkan riset-riset terapan yang dilakukan oleh pihak kampus kepada para pembudidaya ikan. Disamping itu pemerintah juga melalui kuasa anggarannya bisa membuat program-program perikanan yang dibutuhkan masyarakat seperti misalkan : mendirikan pusat informasi pasar dan pusat pengolahan hasil perikanan. Program-program perikanan apapun yang dijalankan pemerintah sudah selayaknyalah tepat sasaran, sejalan dengan riset-riset terapan yang dibutuhkan masyarakat serta menjadi solusi jangka panjang atas berbagai persoalan dalam budidaya ikan. Disisi lain Pembudidaya ikan sebagai aktor utama dalam kegiatan budidaya harus pro aktif dalam melakukan kegiatan budidaya dan intensif berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak kampus dalam memberikan masukan kebutuhan mereka untuk menunjang keberhasilan kegiatan budidaya yang dilakukan.

Melalui peran masing-masing pilar perikanan ini diharapkan ada sinergitas pembanguan dan inilah yang akan menjadikan perikanan budidaya di Bangka Belitung semakin maju dan berkembang.

Artikel Bangka Pos, 20 Maret 2012




Penulis : Eva Prasetiyono
S2 Ilmu Akuakultur IPB/ Dosen UBB




Website Program Studi Aquaculture UBB : http://aquaculture.ubb.ac.id


Download Artikel Akuakultur di Bangka Belitung
Dikirim oleh Eva Prasetiyono
Tanggal 2012-03-21
Jam 11:41:15



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :


Baca Feature :


Lihat Foto :

 
 
       

 

 

 

 

 

 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs