artikel lengkap |
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung, Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


Berdasarkan hasil Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Universitas Bangka Belitung Tahun 2014, diumumkan nama-nama calon mahasiswa baru yang diterima di Universitas Bangka Belitung Jalur Mandiri UBB tahun 2014 seperti terlampir pada file berikut :

Gladi Bersih Studi Pengenalan Simulasi Aktivitas Kampus (SPESIVIK) UBB Tahun 2014 : Gladi Bersih SPESIVIK UBB 2014 akan dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 23 Agustus 2014
Waktu : 07.30 s.d. selesai.
Tempat : Lapangan Olahraga (Basket) Kampus Terpadu UBB Balunijuk
Pakaian : Bebas, rapi, dan sopan.


( Detail Agenda, Atribut dan penugasan serta Materi akan diperbarui melalui laman : http://ubb.ac.id/)

BAKK UBB tahun 2014
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
 
 
 
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

KEKERASAN SISWA DAN PENEGAKAN HUKUM


Beberapa hari ini media massa, media elektronik dan dunia maya banyak memberitakan peristiwa anarkis sekelompok siswa SMAN 6 Jakarta Selatan yang melakukan pengeroyokan terhadap wartawan yang sedang meliput tawuran. Kasus ini berlanjut dengan demonstrasi para wartawan ke sekolah tersebut yang berujung pada bentrok antar keduanya dan polisi sebagai penegak hukum turut bertindak untuk penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut.

Kekerasan Siswa


Peristiwa tawuran yang terus berulang dan pengeroyokan wartawan ini, disatu sisi menunjukkan sikap anarkis siswa yang sangat memperihatinkan. Padahal mereka merupakan generasi penerus bangsa yang akan memegang tongkat estafet pembangunan kedepan. Perilaku, sikap, pemikiran, kepatuhan atas norma, psikologi, dan prestasi generasi saat ini akan menentukan bagaimana negara ini akan dibangun dimasa depan. Menuju keberadaban dan memanusiakan manusia atau justru sebaliknya.

Siapa yang salah dengan digunakannya pendekatan kekerasan oleh para siswa ini dibandingkan pendekatan logika dan kekeluargaan dalam penyelesaian suatu masalah ? Tentunya kita tidak perlu sibuk mencari siapa yang akan dikambinghitamkan. Teko air akan mengeluarkan susu, jika kita isi dengan susu dan sebaliknya akan mengeluarkan kopi jika kita isi dengan kopi. Jadi sikap kekerasan yang mudah bergejolak atau dominannya emosi dalam penyelesaian masalah ini bukan muncul seketika atau satu bulan bahkan satu dua tahun sebelumnya. Tetapi sikap ini terbentuk dari multikondisi negatif disekeliling anak yang tanpa disadari sedikit demi sedikit terkristalisasi dalam watak, pola pikir dan sikapnya. Multikondisi ini bisa dari keluarga, sekolah, lingkungan bermain, masyarakat dan dalam skala besar, ketidakberesan politik, hukum dan ekonomi dinegara ini ikut berpartisipasi dalam pembentukan sikap anarkis tersebut.

Jadi yang diperlukan dan segera dilakukan saat ini adalah bagaimana mendeteksi dan melakukan upaya preventif terhadap segala kondisi multikondisi negatif tersebut mulai dari keluarga, dunia pendidikan, masyarakat dan pemerintah. Bagaimana pendidikan agama dan moral sejak dini dilakukan dikeluarga. Dunia pendidikan merekonstruksi kembali arah pendidikan nasional, apakah tujuan membentuk manusia yang tidak hanya menguasai Iptek dan Imtaq sudah mampu diterjemahkan dalam implementasinya.

Masyarakat dengan segala institusi sosialnya mereevaluasi kembali kontrol sosialnya. Kemudian pemerintah sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan harus mampu menstabilkan kesemerawutan yang terjadi saat ini agar berjalan normal dan sesuai jalurnya, sehingga masyarakat tidak putus asa akan masa depan bangsa ini

Siswa Vs Hukum


Peristiwa pengeroyokan siswa terhadap wartawan sudah dalam proses penyelidikan kepolisian dan beberapa siswa sudah dimintai keterangan. Aparat penegak hukum dan semua pihak, baik wartawan, orang tua siswa dan sekolah harus melihat permasalahan ini seobyektif mungkin dan tidak sekedar menegakkan hukum secara normatif saja. Karena tujuan penegakan hukum pada hakikatnya adalah keadilan, kemanfaatan dan kesejahteraan. Secara fakta, mungkin nanti para siswa memang terbukti telah melakukan kekerasan terhadap wartawan. Namun beberapa hal yang perlu diperhatikan dan digali aparat adalah apa latar belakang siswa melakukan, apakah mereka tahu konsekuensinya dan lebih jauh lagi apakah mereka memahami tugas wartawan yang dilindungi Undang-Undang Pers.

Jadi, penegakan hukum kasus ini kiranya tidak mengedepankan normatif saja yang mungkin akan menyeret para siswa tersebut ke jeruji. Kemudian ini akan jadi pelajaran berharga, betapa kebebasan pers dilindungi. Namun sebenarnya lebih dari itu, kemanfaatan, keadilan dan kesejahteraan yang menjadi tujuan hukum, serta pendidikan dan masa depan anak sangat penting untuk diperhatikan dan dipertimbangkan. Penjara bukanlah sekolah yang baik bagi orang dewasa, apalagi bagi anak. Walaupun memang harus dijatuhkan sanksi, kiranya tidak mengenyampingkan pendidikan bagi si anak.

terbit di Bangka pos, Selasa 27 September 2011



Written By : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB

Download Artikel KEKERASAN SISWA DAN PENEGAKAN HUKUM
Dikirim oleh Dwi Haryadi
Tanggal 2011-09-22
Jam 13:50:36



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :


Baca Feature :


Lihat Foto :

 
 
       

 

 

 

 

 

 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs