artikel lengkap |
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung, Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


Berikut kami sampaikan bahwa Tes Kompetensi Dasar CPNS di lingkungan Universitas Bangka Belitung akan dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober 2014 berdasarkan nomor sesi masing-masing peserta, di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah ditentukan. Berdasarkan zona tes yang telah dipilih, nama-nama peserta, tempat dan waktu/sesi pelaksanaan TKD ditetapkan sebagaimana tabel terlampir.Peserta dapat mengikuti TKD hanya di tempat dan waktu/sesi yang telah ditetapkan tersebut.
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
 
 
 
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Pengukuran Roots Shoots Tanaman Ubak di lahan Terganggu dan Tidak Terganggu


Berdasarkan hasil pengamatan tanaman Ubak yang di lakukan dapat terlihat dengan jelas bahwa ada perbedaan antara lahan tidak terganggu dan lahan yang terganggu (Tabel 1). Hal ini disebabkan karena adanya tekstur tanah yang berbeda antara lahan tidak terganggu dan lahan yang terganggu. Pada lahan yang terganggu tingkat kesuburan tanah rendah bila dibandingkan dengan lahan tidak terganggu, karena pada lahan yang terganggu mempunyai tekstur lempung berpasir sedangkan lahan tidak terganggu memiliki tingkat kesuburan tinggi, mempunyai tekstur hitam dan komponen pasir lebih rendah bila dibandingkan dengan komponen lahan terganggu. Dimana tekstur tanah sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan daun, selain itu juga tekstur tanah juga dapat menyediakan air dan unsur hara, intensitas cahaya, dan suhu yang dapat mengontrol tanaman tersebut subur atau tidaknya.

Tabel 1. Data tanaman Ubak/ Jambu Utan (roots shoot) dilahan terganggu dan tidak terganggu




Tabel 2. Data daun di lahan tidak terganggu dan di lahan terganggu




Pada pengukuran biomassa berat tanaman dilahan terganggu lebih rendah dibandingkan dengan lahan tidak terganggu. Hal ini diduga adanya sifat tanah yang mempengaruhi tanaman dan akar tanaman, sedangkan di lahan tidak terganggu tanaman sangat subur dan berat tanaman lebih tinggi dan akar lebih panjang bila dibandingkan lahan terganggu yang akar lebih pendek.
Dari sifat fisik yang terjadi dilahan terganggu adalah berubahnya tekstur tanah dan morfologi tanah. Tekstur tanah yang terganggu adalah tanah berpasir dengan kenaikan lebih dari 30 % pasir dibandingkan lahan tidak terganggu, dan menurunkan komponen liat dan debu sekurang-kurangnya 50 %. Kandungan bahan organik pada lahan terganggu hampir tidak tersisa, dan N mendekati nol. Perbaikan sistem perakaran dilakukan dengan penambahan bahan organik, menaikan pH tanah, dan meningkatkan agregasi tanah agar serapan hara menjadi lebih baik (Lestari et al. 2008).

Menurut Setiadi (1996), kondisi tanah yang kompak karena adanya pemadatan yang bisa menyebabkan buruknya sistem tata air (water infiltration and percolation) dan aerasi (peredaran udara) yang secara langsung dapat membawa dampak negatif terhadap fungsi dan perkembangan akar. Akar tidak dapat berkembang dengan sempurna dan fungsinya sebagai alat absorpsi unsur hara akan terganggu. Akibatnya tanaman tidak dapat berkembang dengan normal tetapi tetap kerdil dan tumbuh merana. Sedangkan sifat kimia tanah yang terkena adalah kadar C-organik, kapasitas tukar kation dan total basa. Konsentrasi Ca, Mg, K, dan Na lebih rendah dibandingkan dengan lahan tidak terganggu (Nurtjahya et al. 2007).

Inonu (2008) menambahkan, rendahnya kandungan unsur-unsur tersebut disebabkan karena unsur-unsur hara sebagian besar sudah tercuci pada proses pencucian pasir timah di sakhan dan terangkut oleh aliran permukaan. Selain itu, porositas tanah yang tinggi karena fraksi liat dan bahan organik menyebabkan unsur-unsur yang tersisa mudah mengalami pelindian (leaching).
Jika dilihat dari hasil rasio roots shoot lahan tidak terganggu dan lahan yang terganggu mempunyai perbedaan yang nyata, hal ini dapat dilihat bahwa rasio roots shoot lahan tidak terganggu lebih tinggi bila dibandingkan dengan lahan yang tergaggu.

Selain itu juga, diduga karena adanya pengaruh tanah yang terdapat di lahan yang terganggu lebih banyak mengandung asam sehingga akar dan batang sulit mengalami pertumbuhan dan perkembangannya, hal ini diduga adanya pengaruh intensitas cahaya, faktor nutrisi dan unsur hara yang terkandung didalam tanah. Sedangkan pada lahan tidak terganggu unsur hara masih tinggi sehingga akar dan batang tumbuh besar, hal ini diduga masih ternaungi dan unsur hara masih banyak yang tersedia didalam tanah.

Berdasarkan hasil pengamatan pada Tabel 2. tentang tumbuhan Ubak mempunyai perbedaan morfologi daun yang tumbuh di lahan yang tidak terganggu dan lahan yang terganggu. Seperti yang terlihat pada Tabel 2, daun tumbuhan Ubak yang tumbuh di lahan yang tidak terganggu lebih lebar daripada di lahan yang terganggu. Selain itu juga, daun tumbuhan Ubak di lahan yang tidak terganggu warnanya hijau, sedangkan di lahan yang terganggu daun tumbuhan Ubak warnanya hijau tapi berlubang, ujung daun robek dan terbakar. Hal ini dianggap sebagai bentuk penyesuaian terhadap unsur hara yang rendah (Muchlis 1978 dalam Lestari et al. 2008). ***



oleh Diah Haryani dan Meska Pamela Sari
Mahasiswi Prodi Biologi FPPB UBB


Download Artikel Pengukuran Roots Shoots Tanaman Ubak di lahan Terganggu dan Tidak Terganggu
Dikirim oleh Diah Haryani dan Meska Pamela
Tanggal 2010-08-23
Jam 13:19:33



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :


Baca Feature :


Lihat Foto :

 
 
       

 

 

 

 

 

 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs