artikel lengkap |
Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung, Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 Email : info@ubb.ac.id
 


Berikut kami sampaikan pengumuman Tata Tertib dan Peraturan Spesivik IX - Program Orientasi, Pengenalan Kampus, dan Pendidikan Karakter UBB tahun 2014, seperti terlampir pada file berikut :

Gladi Bersih Studi Pengenalan Simulasi Aktivitas Kampus (SPESIVIK) UBB Tahun 2014 : Gladi Bersih SPESIVIK UBB 2014 akan dilaksanakan pada :
Hari, tanggal : Sabtu, 23 Agustus 2014
Waktu : 07.30 s.d. selesai.
Tempat : Lapangan Olahraga (Basket) Kampus Terpadu UBB Balunijuk
Pakaian : Bebas, rapi, dan sopan.


( Detail Agenda, Atribut dan penugasan serta Materi akan diperbarui melalui laman : http://ubb.ac.id/)

BAKK UBB tahun 2014
 
  Menu utama website Universitas Bangka Belitung
 
 
 
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Perbandingan Populasi Colembolla Pada Lahan Terganggu (TB 1.9 Riding Panjang) dan Lahan Tidak Terganggu


Tambang Besar 1.9 terdapat di desa Riding Panjang Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Tanah yang terdapat di lokasi tersebut memiliki kesuburan tanah yang telah banyak berkurang bila dibandingkan dengan tanah perkebunan. Subur atau tidaknya suatu lahan dapat diketahui dari sifat fisika, kimia, dan biologi tanah.

Salah satu indikator kesuburan tanah jika dilihat dari segi biologi tanah adalah dengan mengamati keberadaan Colembolla. Collembola merupakan mikroarthropoda tanah yang paling melimpah baik jumlah maupun keanekaragamannya serta memiliki agihan yang luas (Suwondo, 2002).

Dominanansi hewan ini pada habitat tanah berkaitan dengan keberadaan serasah pada tanah. Serasah dapat berasal dari dari daun-daun dan ranting-ranting yang jatuh ke lantai hutan serta adanya kayu yang lapuk yang kemudian mengalami pelapukan sehingga menyebabkan lantai hutan banyak ditutupi oleh serasah. Serasah ini merupakan sumber makanan dan tempat tinggal yang disukai oleh serangga tanah khususnya Collembola.

Untuk itulah kami mengadakan penelitian mengenai tingkat kesuburan tanah dengan menganalisa jumlah populasi Colembolla di lahan terganggu dan lahan tidak terganggu.

Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di lahan bekas tambang timah dan lahan perkebunan pada tanggal 9 Juni 11 Juni 2010. Metode yang digunakan adalah Perangkap Jebak (Pitfall Trap). Cara kerja dari metode ini adalah: lubang perangkap dan bak perangkap disiapkan ? diletakkan bak perangkap kedalam lubang perangkap ? setelah 1x24 jam Colembolla yang terperangkap dikumpulkan ? identifikasi Colembolla.

Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut:




Colembolla yang ditemukan baik dari lahan bekas tambang timah maupun dari lahan perkebunan berasal dari Famili Isotomidae. Ciri ciri yang dimiliki oleh Colembolla tersebut, antara lain: tubuh kecil dan berwarna putih dengan garis longitudinal. Tidak bersayap dan antenna terdiri dari 4 ruas. Ruas tubuh nampak mampat dan berlekatan satu dengan yang lain. Abdomen dengan 7 segmen atau kurang, pada sisi ventral segmen abdomen ke-4 terdapat ekor (furkula) seperti pegas yang dapat digunakan untuk melompat. Bagian mulut agak panjang dan tersembunyi di dalam kepala (Borror, 1996).

Jumlah populasi Collembola pada lahan bekas tambang timah berbeda dengan lahan perkebunan. Perbedaan populasi itu diduga adanya pengaruh faktor biotik dan faktor abiotik, baik dari segi fisika, kimia dan biologi tanahnya. Dari segi kimianya, hal ini diduga karena adanya pencemaran Pb (Timbal) dalam tanah bekas penambangan dari segi biologi berhubungan dengan keberadaan serasah dipermukaan tanah, karena serasah ini akan berkaitan erat dengan persediaan bahan-bahan organik yang bisa dijadikan bahan makanan bagi Collembola. Dari segi fisikanya, hal ini diduga karena suhu dan pH tanah di lahan tambang timah ekstrim. Suhu dan pH suatu tanah sangat menentukan kehadiran dan kepadatan organisme tanah, dengan demikian suhu tanah akan menentukan tingkat dekomposisi material organik tanah (Rahmawaty, 2000).

Rahmawaty (2000) menyebutkan bahwa ada fauna tanah yang hidup pada tanah yang pH-nya asam dan ada pula yang senang hidup pada tanah yang memiliki pH basa. Untuk jenis Collembola, ada kelompok Collembola yang bisa hidup pada tanah yang asam dan ada pula yang hidup pada tanah yang basa, sehingga suhu dan pH akan mempengaruhi kepadatan dan kehadiran hewan tanah, terutama hewan makrofauna tanah yang sebagaian besar berperan dalam dekomposisi bahan-bahan organik, seperti Collembola ini.

Proses dekomposisi dalam tanah tidak akan mampu berjalan dengan cepat bila tidak ditunjang oleh kegiatan makrofauna tanah dalam mendekomposisi bahan organik tanah dalam penyediaan unsur hara.












Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan penyebaran Collembola pada setiap lahan berbeda. Lahan perkebunan lebih banyak populasinya dibandingan lahan bekas penambangan timah karena pada lahan penambangan timah ada pencemaran Pb dan faktor fisika yang biasanya terganggu dibandingkan dengan lahan perkebunan.***




Oleh : Cahya Febriyanti, Evy Pratiwi dan Siti Aisyah
Mahasiswi Prodi Biologi FPPB UBB



Download Artikel Perbandingan Populasi Colembolla Pada Lahan Terganggu (TB 1.9 Riding Panjang) dan Lahan Tidak Terganggu
Dikirim oleh Cahya Febriyanti, Evy Pratiwi dan Siti Aisyah
Tanggal 2010-08-23
Jam 13:40:14



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :


Baca Feature :


Lihat Foto :

 
 
       

 

 

 

 

 

 
:: Beberapa Grafik Menggunakan Format SWF, Untuk Tampilan Terbaik Aktifkan/install Active-x Plugin flash di Browser Anda
Tampilan Terbaik Dengan Resolusi Monitor 1024 x 768 Pixels ::

Rektorat Universitas Negeri Bangka Belitung Jl. Merdeka No. 4 Pangkalpinang Kep. Bangka Belitung Indonesia
Telp. +62 717 422145 Fax +62 717 421303 http://www.ubb.ac.id Email : info@ubb.ac.id
Copyright 2008 Universitas Bangka Belitung
Sitemap - Peta situs