Saat seseorang hidup kekurangan. Belum menemukan dunia, kesempatan, tujuan, dan waktunya. ‘Mengatakan’; Baru menamatkan studi, telah berusaha mencari, tapi belum ada yang pasti. Bahasa simple-nya masih penganguran, belum jadi orang. JARANG kita dalam konsep hidup jangka panjang. Yang penting saat ini ada uang dan bisa makan (berpikir pragmatis saja.)
Jika masih bujangan/single : Ini biasanya yang menghambat/melenakan; Banyak malu, belum merasa dewasa/merasa muda, merasa baru tamat sekolah, merasa orang tua mampu, masih ada waktu/hari esok, merasa orang kampung, merasa ingin bebas, sampai pada ‘Menunggu harta warisan saja’(mana yang mengena di diri kita, itulah kenyataan yang ada)
Jika sudah berkeluarga. Kala kawin muda. Hidup pas-pasan. Jadinya ; Merasa berat memulai, merasa terlambat, merasa tidak mungkin, merasa sudah tua, merasa bukan zamanku, tidak didukung istri/mertua, menunggu saja karena roda berputar, beginilah nasibku, orang kecil, merasa bodoh, dst
Bisahkah kita walau kelaparan (miskin), penganguran, masih muda, sudah tua, sudah merasa punya masa depan (takabur), TETAP bisa berorientasi jangka panjang. Ya, bisa? Katanya saja belajar saja sepanjang hayat. Berusahapun sepanjang hayat. Katanya potensi kita sama, ya-bisa sama, minimal mendekati. Katanya kita sederajat, ya cuek aja kali pada yang meremeh. Katanya kita punya hak yang sama, ya-mari kita sama-sama bergerak (action) Rubah hidup, majukan hidup. Yang sudah ‘berada’ numpang/ikut serta memajukan kehidupan yang lain.
Hambatan melenakan yang perlu evaluasi. Ia- kah? |