+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
14 Mei 2013 | 15:56:47 WIB


Potret Ekonomi Babel


Ditulis Oleh : Nizwan Zukhri

Ada sesuatu yang perlu kita cermati tatkala mengamati catatan perjalanan kondisi ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir ini. Kita seringkali terlalu bangga dengan capaian kinerja indikator ekonomi makro, misalnya persentase jumlah penduduk miskin yang hanya tinggal 6,51 persen pada tahun 2010, angka persentase yang menempatkan provinsi ini pada posisi peringkat 4 sebagai provinsi dengan jumlah penduduk miskinnya paling sedikit di Indonesia. Angka tersebut semakin menurun lagi pada tahun 2011, dimana persentase penduduk miskin di Babel berada pada kisaran 5 persen. Angka pada kisaran 5 persen ini tetap bertahan pada tahun 2012.

Keberhasilan menurunkan jumlah persentase penduduk miskin memang berbanding lurus dengan laju pertumbuhan ekonomi. Jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi Babel tahun 2011 menunjukkan kinerja pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan dengan 2010, dimana pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung sebesar 6,4 persen, sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2010 hanya sebesar 5,9 persen. Pada triwulan IV tahun 2012, pertumbuhan ekonomi Babel masih tetap bisa bertahan pada kisaran 6,1 persen. Salah satu faktor penyebab meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada tiga tahun terakhir adalah meningkatnya tingkat penanaman modal baik itu yang merupakan penananaman Modal Dalam Negeri maupun Penanaman Modal Asing.

Ada beberapa hal yang perlu kita sikapi dari catatan beberapa indikator makro ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut. Yang pertama kita tidak boleh menerima data jumlah penduduk miskin di Babel secara mentah-mentah. Kita harus mengamati secara cermat kapan survei tersebut dilakukan, apakah survei tersebut dilakukan pada saat harga timah dalam kondisi yang tinggi atau tidak. Jika hal tersebut dilakukan dalam kondisi harga timah dalam keadaan tinggi maka kita harus mewaspadai data tersebut, karena tidak tertutup kemungkinan hal sebaliknya akan terjadi jika survei dilakukan pada saat kondisi harga timah dalam posisi yang rendah.

Ekonomi Babel Pada Tahun 2013


Saat ini kita telah berada pada Triwulan kedua di tahun 2013, dalam 5 bulan pertama ini, kalau kita amati belum terlihat ada langkah kongkrit yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam upaya menggenjot perekonomian Babel pada tahun ular ini. Penguasa daerah ini terlalu disibukkan dengan hingar bingar pelaksanaan Pemilukada di Tiga Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yaitu Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, dan Kota Pangkalpinang, yang tentunya banyak menguras energi, tenaga, pikiran maupun dana. Berita yang muncul di permukaanpun kerapkali menyajikan tentang kegagalan beberapa proyek pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya, seperti belum tuntasnya proyek prestise jembatan Batu Rusa II, dan tidak kunjung beroperasinya Rumah Sakit Umum Provinsi Bung Karno, yang menurut banyak kalangan merupakan proyek tanpa kajian dan perencanaan yang matang. Informasi tentang sakitnya orang nomor satu di Provinsi ini juga diperkirakan turut menambah semakin beratnya langkah perekonomian provinsi kepulauan ini pada bulan-bulan mendatang.

Sudah kita maklumi bahwa provinsi ini rentan terhadap pengaruh faktor eksternal, hal ini disebabkan produk-produk yang kita hasilkan merupakan produk-produk eksport, seperti Timah, Kelapa sawit, Karet, maupun produk-produk hasil Perikanan laut. Keadaan sebaliknya terjadi, dimana sebagian besar kebutuhan masyarakat harus di datangkan dari luar provinsi, baik itu produk-produk kebutuhan pokok, maupun kebutuhan sekunder dan tersier. Sebagai provinsi kepulauan yang dikelilingi oleh laut, faktor cuaca dan kondisi sarana dan prasarana transportasi akan berpengaruh secara signifikan terhadap laju perkembangan perekonomian.

Memasuki Bulan Mei ini, masyarakat dihantui lagi dengan adanya rencana kenaikan BBM, dengan alasan untuk mengurangi subsidi dalam rangka mengamankan APBN agar pembangunan nasional dapat tetap berjalan. Dilihat dari sudut pandang ekonomi, langkah yang diambil pemerintah mungkin ada benarnya, tapi masalahnya sekarang sebagian besar rakyat Indonesia, khususnya masyarakat yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih berada dalam himpitan kesulitan ekonomi. Kenaikan harga BBM tersebut selanjutnya akan menimbulkan efek spiral, yaitu kenaikan harga semua barang dan jasa yang selanjutnya akan menyebabkan terjadinya inflasi. Dalam beberapa bulan terakhir ini inflasi yang terjadi di Babel merupakan salah satu inflasi yang tertinggi di Indonesia. Rencana kenaikan BBM yang hampir berbarengan dengan masuknya bulan suci ramadhan akan membuat penderitaan masyarakat akan semakin berkepanjangan.

Jelasnya, dampak ekonomi dari kenaikan harga BBM, adalah akan semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berada dibawah garis kemiskinan, yang disebabkan oleh semakin meningkatnya tingkat pengangguran, yang selanjutnya akan berakibat tingginya angka anak putus sekolah dan menimbulkan permasalahan dalam bidang kesehatan, bahkan lebih jauhnya adalah akan semakin meningkatnya tingkat kriminalitas.
Dengan kondisi seperti ini harusnya Pemerintah Daerah tidak tinggal diam, jangan hanya disibukkan dengan urusan partai dan hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya, langkah-langkah antisipasi sudah harus disiapkan dan dilakukan. Tanpa adanya gebrakan atau langkah-langkah terobosan dalam upaya mempertahankan atau bahkan meningkatkan laju perekonomian, maka perjalanan dalam memasuki semester kedua di tahun 2013 ini akan semakin berat, yang pada akhirnya tujuan pemerintah untuk dapat mensejahterakan masyarakatnya akan sulit dapat tercapai.

Telah diterbitkan pada Opini Harian Bangka Pos tanggal 13 Mei 2013




Penulis : Nizwan Zukhri


Ka. LPPM dan Dosen Fakultas Ekonomi UBB




UBB Perspectives

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)