+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
13 Juni 2013 | 08:09:07 WIB


NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU


Ditulis Oleh : Dwi Haryadi

Baru setahun bertugas, DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) telah memecat 70 orang penyelenggara pemilu (anggota KPU dan Bawaslu) dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Ketua DKPP, Jimly Asshidiqie, mereka diberhentikan karena melanggar kode etik, paling banyak karena memihak salah satu pasangan calon. Padahal selaku penyelenggara pemilu, keberadaan KPU dan Bawaslu harus independen.

Rekrutmen Bersih


Penyelenggara pemilu memiliki peran dan fungsi strategis untuk menyelenggarakan pemilu yang demokratis. Ini merupakan tugas yang berat dan tidak mudah. Butuh orang-orang pilihan yang memang memiliki kompetensi, integritas dan netral. Tanpa semua itu, penyelenggara pemilu akan mudah diintervensi atau memang sengaja ambil kesempatan untuk ikut bermain dalam tarik menarik kepentingan para kandidat atau caleg yang semuanya ingin menang. Ketika penyelenggara pemilu sudah mulai bermain mata dengan para calon, maka sulit kiranya kita berharap untuk mendapatkan pemimpin dan wakil rakyat yang betul-betul membela kepentingan rakyat, karena untuk mendapatkan jabatan tersebut saja mereka sudah main curang dan akal-akalan.

Penyelenggara pemilu idealnya bersih dari segala kepentingan politik yang begitu kental disekelilingnya. Tidak mudah memang, tetapi itulah komitmen yang harus dipegang teguh. Mereka harus berada ditengah sebagai penyelenggara dan bukan justru menjadi tim sukses bayangan atau terselubung dari salahsatu kandidat yang dapat merugikan kandidat lain.

Upaya untuk menghasilkan penyelenggara pemilu yang netral dan berintegritas harus dimulai sejak rekrutmen, yaitu rekrutmen yang bersih dari segala kepentingan negatif yang dapat menghasilkan penyelenggara pemilu yang tidak netral. Rekrutmen bersih harus meliputi sistem seleksi maupun semua pihak yang terlibat. Sistem seleksi harus dilakukan dengan transparan, partisipatif, professional, dan bertanggungjawab serta melakukan tahapan dan materi seleksi yang mampu menjaring penyelenggara pemilu yang memiliki kompetensi, berintegritas dan netral.

Selain sistem seleksi, pihak-pihak yang terlibat dalam seleksi tentunya juga harus bersih, baik para peserta calon penyelenggara pemilu maupun tim seleksi itu sendiri. Jujur harus kita katakan bahwa pemilu sebagai pesta demokrasi menjadi ajang persaingan ketat untuk memperebutkan kursi kekuasaan. Persaingan tidak sehat pun sering terjadi. Segala cara, halal atau haram dilakukan untuk dapat mengalahkan kandidat lain. Salah satu siasatnya bermain mata dengan oknum penyelenggara pemilu. Kerjasama hitam antara kandidat dengan oknum penyelenggara pemilu dapat dimulai kapan saja sesuai kepentingannya. Bisa dimulai sejak pencalonan sampai dengan penetapan hasil, atau bahkan jauh-jauh hari saat seleksi penyelenggara pemilu dilaksanakan, yaitu dengan mengikutsertakan orang-orang dekat kandidat untuk ikut dalam seleksi penyelenggara pemilu.

Dalam aturan KPU misalnya, usaha untuk menjaring anggota KPU yang kompeten, netral dan berintegritas antara lain dengan syarat, (1) memiliki pengetahuan dan keahlian yang berkaitan dengan penyelenggaraan Pemilu ; (2) tidak pernah menjadi anggota Parpol/sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 5 tahun telah mengundurkan diri dari keanggotaan Parpol; (3) mengundurkan diri dari jabatan politik, pemerintahan dan BUMN/BUMD; (4) tidak pernah dipidana penjara karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih dan (5) tidak berada dalam satu ikatan perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu.

Persyaratan tentang pengetahuan dan keahlian tentang penyelenggaraan pemilu sangatlah penting untuk mengukur sejauhmana kompetensi para calon anggota KPU tentang aturan, mekanisme dan seluk beluk penyelenggaraan Pemilu. Kemudian persyaratan tidak terkait dengan parpol, tidak menduduki jabatan tertentu, tidak pernah dipenjara sampai dengan tidak adanya hubungan perkawinan antar sesama penyelenggara pemilu, diharapkan dapat menjadi filter untuk menghasilkan anggota KPU yang netral dan berintegritas.

Tidak hanya menuntut peserta calon penyelenggara pemilu saja yang kompeten, netral dan berintegritas, rekrutmen bersih di atas juga menuntut hal yang sama terhadap tim seleksi. Jangan sampai justru tim seleksi yang bermain mata untuk meloloskan calon-calon tertentu karena adanya deal-deal terlarang. Oleh karena itu, persyaratan untuk menjadi anggota tim seleksi juga harus ketat dan publik berhak mengawasi kinerjanya. Beberapa persyaratan tim seleksi sama dengan syarat calon peserta di atas, yaitu memiliki reputasi, kredibilitas, integritas dan rekam jejak yang baik; memahami permasalahan pemilu; tidak menjadi anggota Parpol; tidak pernah dipidana penjara; dan adanya surat rekomendasi dari pimpinan instansi atau pimpinan organisasi.

Penyelenggara Pemilu Babel


Beberapa waktu yang lalu beberapa penyelenggara pemilu kita ada yang mendapatkan sanksi pemberhentian dari DKPP. Kiranya ini jadi yang terakhir. Dalam waktu dekat Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang akan menyelenggarakan Pemilukada. Harapannya dapat terselenggara dengan sukses, jujur dan adil. Jangan ada penyelenggara pemilu yang bermain mata dengan para kandidat. Pesta demokrasi tahun depan sudah menanti dan akan menjadi tugas berat sekaligus amanah bagi para penyelenggara pemilu, termasuk di Bangka Belitung. Kiranya mereka dapat menjalankan tugas tersebut dengan baik, penuh tanggungjawab, netral dan berintegritas tinggi. Amin

Opini Bangkapos, 12 Juni 2013







Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Aktif di Ilalang Institute






UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM