+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
23 Maret 2022 | 09:26:48 WIB


Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan


Ditulis Oleh : Dr. Fitri Ramdani Harahap, M.Si.

(Dosen Prodi Sosiologi Universitas Bangka Belitung)

Pengelolaan sumber daya air harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu dan hilir sebagai suatu kesatuan perencanaan yang bersifat berkalanjutan, adil, dan merata sehingga air sebagai sumber penghidupan dapat memenuhi kebutuhan manusia secara memadai. 

Reformasi dalam pengelolaan sumber daya air merupakan salah satu bentuk upaya serius dan penting yang diambil pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, ketahanan pangan dan energi, serta konservasi sumber daya alam. 

Hal ini didasarkan pada komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan MDGs (Millenium Development Goals) dalam pembangunan nasional terkait isu-isu mendasar tentang pemenuhan hak asasi dan kebebasan untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan.

MDGs merupakan sasaran pembangunan yang bertujuan untuk mengurangi masyarakat yang menderita akibat kelaparan, menjamin pendidikan dasar seluruh anak-anak, mengentaskan kesenjangan gender di semua tingkatan pendidikan, mengurangi kematian balita, dan mengurangi jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih.

Akses terhadap air bersih yang semakin terbatas menjadi persoalan sentral yang dihadapi oleh masyarakat di beberapa wilayah saat ini, penyebabnya adalah; a) terus menurunnya kondisi hutan akibat penebangan liar, kebakaran, dan perambahan hutan, dimana hutan merupakan salah satu sumber daya penting untuk menjaga daya dukung (carrying capacity) lingkungan terutama pemenuhan ketersediaan sumber daya air; b) pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim (global change) dalam bentuk kenaikan frekuensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrim. 

Perubahan iklim terjadi secara fisik dan biologis terhadap peningkatan intensitas badai tropis, salinitas air laut, perubahan pola angin, memengaruhi masa reproduksi hewan dan tumbuhan, frekuensi serangan hama dan wabah penyakit, serta memengaruhi berbagai ekosistem. Perubahan iklim ini terutama sangat berdampak pada sektor pertanian yang mengalami perubahan pola tanam, perawatan, dan masa panen akibat kekeringan yang berkepanjangan serta banjir pada musing penghujan; c) kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), sedimintasi waduk, degradasi dan erosi dasar sungai, hunian di bantaran sungai, pencemaran sungai, instusi air laut, abrasi pantai, kerusakan DAS akibat penebangan secara liar, dan lain-lain. DAS tidak lagi dapat berfungsi untuk menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau laut secara alami. 

Fenomena alam yang lazim muncul akibat degradsi DAS adalah banjir ketika sungai tidak dapat menampung limpahan air; dan d) pertambahan penduduk yang tidak terkendali yang mengakibatkan kepadatan pemukiman sehingga sampai ke sempadan sungai, pencemaran lingkungan akibat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, perubahan penggunaan lahan untuk pertanian, industri, pertambangan, perumahan, dan lain-lain. Perubahan lahan yang paling besar pengaruhnya terhadap lingkungan adalah perubahan kawasan hutan ke penggunaan lainnya seperti perkebunan, pertanian, dan industri. Hutan memiliki peran sebagai penyedia jasa ekosistem yaitu sebagai penyedia air yang bermanfaat bagi kehidupan manusia yang dapat dimanfaatkan secara langsung.

Sumber daya air merupakan modal dasar pembangunan nasional yang bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu, sumber daya air harus dikelola secara selaras agar pemanfatannya dapat berkelanjutan. Pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan menjadi sebuah komitmen moral bagi  semua pihak yang berbasis lingkungan hidup.  Pengelolaan sumber daya  ditujukan untuk kepentingan generasi sekarang dan juga generasi yang akan datang. 

Pada dasarnya pembangunan berkelanjutan merupakan ambang batas laju pemanfaatan sumber daya alam dalam upaya mendayagunaaan sumber daya alam untuk memajukan kesejahteraan umum. Namun yang terjadi saat ini di pulau Bangka dan Belitung adalah pertambangan timah begitu masif dilakukan tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan aktivitas pertambangan tersebut terhadap lingkungan. Akhirnya kondisi sejahtera yang diharapkan masyarakat Bangka tidak menjadi kenyataan.

Pertambangan timah bagi mayarakat Bangka, sebagaimana lazimnya kondisi pertambangan di seluruh dunia, menjadi semacam kutukan. Pertambangan timah jauh dari kata sejahtera atau disebut dengan kutukan sumber daya alam (natural resource curse). Masih tingginya angka kemiskinan, ini sejalan dengan data BPS di tahun 2018 yang menunjukkan bahwa 726,26 ribu jiwa masyarakat Bangka berada di garis kemiskinan. Belum lagi dampak terhadap angka putus sekolah dimana sepanjang tahun 2021 sebanyak 390 siswa SD dan SMP tidak melanjutkan pendidikan, salah satu alasan terbesar adalah mereka memanjadi penambang timah untuk menambah pengahasilan keluarga.

Pengolaan sumber daya air berkelanjutan didasarkan pada strategi yang berupaya untuk mencapai keseimbangan dan keserasian antara aspek ekonomi, ekologis, dan sosial budaya sehingga dapat meningkatkan daya guna air, meminimalkan kerugian, serta memperbaiki dan melakukan konservasi lingkungan. Adapun dasar kebijakan pelaksanaan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan data adalah; a) pembangunan dalam rangka peningkatan ekonomi; b) pengurangan produksi limbah; c) penetapan standar mutu lingkungan; d) kemampuan sumber daya alam; dan e) peran serta masyarakat. 

Sementara prinsip pengelolaan sumber daya air yang dapat dilakukan adalah: a) pemeliharaan kelangsungan fungsi resapan air; b) pengendalian pemanfaatan sumber air; c) pengaturan daerah sempadan sumber air; d) rehabilitasi hutan dan lahan; e) penghematan air; f) pengendalian penggunaan air tanah; g) pengelolaan kuaslitas air; h) pengendalian pencemaran air; i) pendayagunaan sumber daya air; j) pengendalian daya rusak air; k) sistem teknologi dan informasi sumber daya air tanah; dan pemberdayaan masyarakat



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI