+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
21 Juli 2022 | 15:57:45 WIB


Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi


Ditulis Oleh : Umulya Islaha, S.E

(Staff Supporting Perbendaharaan BPKKU UBB)

Perkembangan teknologi yang semakin mudah untuk diakses seperti saat ini membuat banyak perubahan terhadap kebiasaan dan prilaku manusia. Salah satunya adalah kebiasaan manusia yang cenderung tak dapat lepas dari yang namanya media baik media sosial maupun aplikasi lainnya yang terdapat dalam telepon seluler maupun perangkat lainnya. Saat ini media sosial tidak hanya menjadi platform silahturrahmi saja, namun juga dapat menjadi media untuk menghasilkan suatu karya maupun menciptakan peluang bisnis.


Transformasi digital dalam perekonomian maupun bisnis merupakan strategi yang memusatkan kegiatan dan layanan bisnis berbasis teknologi. Bisnis digital tentunya dapat menjadi penopang atau bahkan senjata yang akan mengubah sistem bisnis sehingga perkembangan bisnis yang dijalankan dapat diperluas dengan cepat, mudah, efektif dan efisien dikarenakan cakupan jangkuan target pasar dalam bisnis dapat jauh lebih luas dibandngkan dengan melakukan bisnis secara konvensional. 


Kita ketahui bahwasanya perkembangan bisnis digital ini semakin marak sejak kita mengalami situasi pandemi Covid-19 yang mengubah cara hidup masyarakat tidak hanya dari segi kesehatan saja namun juga merombak strategi bisnis dalam dunia usaha. Hal ini selaras dengan perubahan prilaku konsumen semenjak terjadi pandemi Covid-19 menyebar, konsumen milai beralih untuk berbelanja secara online sehingga para pelaku usaha harus memanfaatkan sisem digital marketing agar konsumen dapat mencari produk yang diinginkan itu melalui internet.


Adapun Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam pasar ekonomi digital. Pada saat pandemi Covid-19 saja, kenaikan valuasi transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai 10%. Selaras dengan hal itu, Google Indonesia juga menyatakan bahwa selama pandemi di tahun 2020, terjadi pertumbuhan di sektor ekonomi digital Indonesia sebesar 54%, dari yang semula USD21 miliar pada tahun 2019 menjadi USD32 miliar pada tahun 2020. 


Perkembangan bisnis digital di Indonesia ini tentu tidak lepas dari peranan UMKM yang mulai mengembangkan bisnisnya melalui media digital dan juga peranan dari start-up baru yang semakin banyak berkembang di Indonesia. Oleh karena itu pemerintah melalui Kementrian Koperasi dan UKM juga melakukan kerjasama dengan berbagai platform marketplace besar yang ada di Indonesia agar dapat memudahkan UMKM dalam memasarkan produknya dalam sistem ekonomi digital. 


Adapun dalam pelaksanaan perkembangan ekonomi digital tentu saja memiliki beberapa hambatan. Hambatan bisnis digital yang terjadi sedikitnya ada dua hambatan yaitu yang pertama ialah jangkauan layanan internet sebagai sarana pendukung kegiatan bisnis digital. Terkait kualitas pelayanan jasa internet, Kominfo telah mengupayakan solusi dengan melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan penyedia layanan internet. Pemerintah telah melakukan upaya perluasan dan tambahan pembangunan infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) baik yang bersifat aktif maupun yang bersifat pasif.


Namun demikian, penggunaan layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah disediakan itu masih dirasa kurang maksimal. Hal ini dikarenakan tingkat kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang masih kurang memahami sistem digitalisasi terutama digitalisasi dalam dunia bisnis. 


Faktor literasi tentang teknologi digital masih menjadi persoalan dalam bisnis digital terutama bagi pelaku UMKM. Kemampuan pelaku bisnis digital tidak hanya sekedar mengetahui cara memposting produk jualan mereka di media sosial saja, namun juga harus memiliki kemampuan untuk memutuskan dan menyeleksi konten-konten yang baik dan relevan bagi produktivitas dan kemajuan dari usahanya. 


Selain itu, ada banyak hal yang harus dipelajari lebih dalam terkait istilah maupun bahan pembelajaran dalam dunia bisnis digital. Pertama adalah istilah Search Engine Optimization (SEO) yang merupakan strategi untuk meningkatkan visibilitas website di halaman Google yang merupakan mesin pencari informasi yang banyak digunakan sebagian besar konsumen yang ingin berbelanja online. Strategi SEO website ini akan mendapatkan informasi terkait peringkat tertinggi dalam mesin pencari di google sehingga hal tersebut dapat menjadi informasi untuk menyiapkan produk yang banyak dicari konsumen sehingga dapat menjadi peluang besar dalam mendapatkan pelanggan.


Kemudian ada pula istilah iklan berbayar Pay Click yang merupakan salah satu strategi pemasaran digital berbayar yang akan menampilkan iklan pada saat pengguna internet membuka atau menampilkan website. Ada juga materi media social marketing yang merupakan penggunaan media sosial seperti facebook dan instagram untuk memasarkan produk usaha. Saat ini media sosial merupakan wahana yang memiliki pangsa pasar yang cukup tinggi untuk memasarkan suatu produk dikarenakan saat ini hampir setiap orang memiliki setidaknya satu akun media sosial yang dibukanya setiap hari sehingga ini menjadi strategi yang sangat efektif untuk memasarkan produk. 


Dari beberapa istilah-istilah dalam bisnis digital yang telah dijelaskan diatas, tentunya masih ada banyak lagi penjelasan dan istilah dalam digitalisasi bisnis yang harus dipelajari lebih lanjut. Hal inilah yang menjadi tantangan kaum milenial yang ingin membuka bisnis maupun start-up baru ditengah gempuran persaingan ekonomi internasional. Oleh karena itu, perlunya pemahaman ilmu secara mendalam terkait bisnis digital ini baik melalui berbagai literasi informal melalui internet dan sebagainya maupun secara khusus mempelajarinya secara formal di perkuliahan jurusan bisnis digital.
 



UBB Perspectives

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera

Pamor Rajendra

DNSChanger dan Kiamat Kecil Internet

MARI DISIPLIN BERLALU LINTAS

Radiasi Perlu Diteliti

Kebablasan Otonomi Daerah : Obral Izin Pertambangan

TIMAH PENCABUT NYAWA

Labelling

Penegakan Perda Tambang Lemah

Gratifikasi = Suap

Bukan Berarti Sudah Sejahtera

Tips Menjadi Jurnalis Online Sejati

Ujian (Nasional) Kejujuran

Bukan Politis

Saatnya Mencontoh Sumber Energi Alternatif Brazil

LEGOWO DAN BERSATU MEMBANGUN BABEL

Aspek Hukum Hibah dan Bansos

Pengawasan Senjata Api

Gelatin Tulang Rawan Ikan Hiu

MERAMU PAKAN IKAN LELE

Tak Etis Sembako Naik

Berharap Gubernur Baru Babel Pro Perikanan

Aquaculture's Never Ending

AYO MENULIS, MENULIS DAN MENULIS (SILAHTURAHMI KEILMUAN-Bagian 5)

SIAP MENANG (TAK) SIAP KALAH?

Pendalaman Demokrasi Babel Menuju Demokrasi Substansial

PENJAHAT ONLINE

Akuakultur di Bangka Belitung

KEPEMIMPINAN NASIONAL ANTI KORUPSI DALAM MENEGAKKAN KEDAULATAN HUKUM

Waspada Aksi Pencurian

Perangkingan Webometrics pada Universitas Sedunia