+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
31 Juli 2022 | 20:01:15 WIB


Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum


Ditulis Oleh : Rozi, S.Sos., M.A

 



 (Dosen Agama Islam Universitas Bangka Belitung)

Sebelum kita mendiskursuskan tentang moderasi beragama, maka ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Perguruan Tinggi Umum itu sendiri. Menurut Nano Supriono, perguruan tinggi terbagi menjadi dua macam, yaitu perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Akan tetapi yang menjadi pembeda antara keduanya adalah terletak pada kewenangan dalam peregulasian dan pengelolaan yang dilakukan. Adapun perguruan tinggi negeri diselenggarakan dan dikelola oleh pemerintah. Sedangkan perguruan tinggi swasta diselenggarakan dan dikelola oleh masyarakat secara terbuka.


Meskipun demikian, secara garis besarnya perguruan tinggi umum merupakan unit penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pelaksana pendidikan yang tujuannya secara khusus untuk mengambil ilmu pengetahuan umum (berbasis non agama). Yang mana ketentuan dan peraturannya sesuai Undang-Undang Republik Indonesia di mana mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidiknya terbuka untuk umum atau berasal dari khalayak umum yang tentunya sangat beranekaragam keyakinan beragama di dalamnya. Oleh karena itu penting sekali memberikan pemahaman tentang moderasi beragama pada para mahasiswa. Hal itu dilakukan agar supaya mahasiswa dapat bersikap moderat atau mengambil jalan tengah dalam mengimplementasikan ajaran agama yang menjadi keyakinan mereka.


Berbicara persoalan moderasi beragama tentunya bukan berarti kita harus memoderasikan agama, karena dalam agama itu sendiri sudah mengajarkan makna moderasi. Lantas apa yang dimaksud dengan moderasi beragama?


Moderasi beragama yaitu proses memahami agama sekaligus mengimplementasikan ajaran agama secara seimbang dan adil. Demikian itu dilakukan agar terhindar dari perilaku yang terlalu berlebih-lebihan dalam beragama atau dalam istilah lain yaitu perilaku ekstrem.


Adapun contoh dari perilaku ekstrem dan perilaku berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran agama yaitu gampangnya mengafirkan kelompok-kelompok yang berbeda pendapat dengan kelompok mereka. Demikian itu tentu tidak boleh dilakukan karena sejatinya hanya Tuhan Yang Maha Esa-lah yang dapat menentukan seseorang tersebut pantas dikatakan kafir atau tidak. Contoh lain mungkin bisa dilihat dari merasa paling benar, merasa paling suci dan menganggap orang lain adalah keliru.


Sejatinya pelaku agama harus seimbang dalam menjalankan ajaran agamanya. Seimbang dalam menjalankan nilai-nilai agama yang berhubungan dengan spiritual (membangun hubungan dengan Tuhannya) dan nilai-nilai yang berhubungan dengan sosial (membangun hubungan dengan manusia).


Tidak hanya itu, seseorang juga bisa dikatakan ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama yaitu disaat mereka berani menghina atau merendahkan ajaran agama dan kepercayaan orang lain, serta menghina simbol-simbol yang dianggap suci oleh keyakinan agama tertentu.


Dengan kalimat lain, seseorang juga dapat dikatakan berlebih-lebihan dalam menjalankan ajaran agamanya jika melanggar tiga prinsip yaitu: 1) melakukan pelanggaran pada tatanan nilai kemanusiaan, 2) melanggar kesepakatan bersama, 3) melakukan pelanggaran yang mengganggu ketertiban umum. Kemudian lantas siapakah yang bertanggung jawab dalam memberikan pemahaman tentang moderasi beragama kepada para mahasiswa yang berkuliah di PTU?


Sejatinya tegaknya moderasi beragama tentu perlu adanya gerak bersama (keterlibatan semua pihak), baik sifatnya perorangan maupun instansi atau lembaga. Namun jika dikhususkan kepada mahasiswa yang berkuliah di PTU tentunya harus selalu dikawal dan menjadi tanggung jawabnya para dosen yang mengajar di instansi atau lembaga tersebut, terkhusus dosen yang mengampu mata kuliah pendidikan keagaaman, namun tetap dengan prosedur atau pantauan dari instansi terkait.


Harapan pemberian pemahaman terkait moderasi beragama ini kepada para mahasiswa ialah supaya cara beragamanya mereka di dunia kampus dapat diimplementasikan dengan cara mengambil jalan tengah (moderat), tidak mudah mengotak-ngotak kelompoknya, terlebih tidak mudah mengafir-ngafirkan orang lain. Oleh karenanya dengan memberikan pemahaman terkait moderasi beragama juga, maka mahasiswa tidak berlebih-lebihan dan ekstrem ketika menjalani ajaran atau tuntunan agamanya.
 



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI