+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
03 Februari 2024 | 20:51:06 WIB


Untuk Periode Berikut


Ditulis Oleh : Eddy Nurtjahya

Nilai-nilai


Dalam upaya mendukung tercapainya Visi, dan penerapan Misi, dan mendukung kesesuaian moto universitas, sekurang-kurangnya sosialisasi sembilan nilai universitas terus digalakkan, baik melalui beberapa pertemuan, beberapa kegiatan pembinaan kemahasiswaan, tercetak dalam beberapa dokumen penting, termasuk dalam pengajaran matakuliah penciri keuniversitasan. Sembilan nilai tersebut: (1) Rasa ingin tahu; (2) Peka akan tantangan lokal dan global; (3) Kerja keras; (4) Kreatif; (5) Inovatif; (6) Tangguh, tidak mudah menyerah; (7) Kejujuran; (8) Kesetaraan, kebersamaan; dan (9) Pelayanan terbaik. 


Diharapkan bentuk-bentuk penerapan dalam kehidupan sehari-hari oleh sivitas akademika semakin diwujudkan dan terus ditingkatkan. Adalah dimungkinkan ke depan, ada perubahan jumlah dan redaksi dari sembilan nilai tersebut sejalan dengan perubahan situasi dan kondisi. Dan tentu keteladanan menjadi wujud penghayatan nilai-nilai dan mencerminkan penerapan sebagian visi kampus yang dilihat, dan dirasakan oleh kita semua.


Cetak Biru


Rencana pengembangan kampus tentu sudah menjadi perhatian pimpinan universitas sejak lama. Adalah bagus bahwa rencana tersebut dapat ditampilkan ke sivitas akademika sehingga sebagian dari kita dapat mengikutinya, dan ada kemungkinan ikut memberikan sarannya. Juga dimungkinkan adanya saran juga dari alumni atau bahkan pemangku kepentingan lainnya. Di banyak perguruan tinggi besar, denah kampus dan rencana pengembangannya ditampilkan dalam bentuk maket dan banyak yang menyajikannya dalam bentuk foto, seperti salah satu contoh berikut (Gambar 1).

Gambar 1. Denah dan rencana pengembangan UBC 2023
(sumber UBC website)

Tentu sudah banyak diperhatikan perihal lingkungan biotik – keanekaragaman hayati yang ada, dan lingkungan fisik seperti topografi, klimat yang ada, dan perhitungan air limpasan dll, dan lingkungan sosial budaya dimana kampus berada. Topografi tentunya juga melihat hal serupa di balik tembok pembatas kampus dan lingkungan luar kampus karena lingkungan fisik tersebut berhubungan. Beberapa foto udara, seperti yang pernah disiapkan oleh Adi (2020), dan Adi dkk. (2022) (Gambar 2), sangat membantu pemahaman kita.

Gambar 2. Topografi (atas) dan Batas Area kampus (bawah)
(Topografi oleh Wahyu Adi 2020; Batas Area oleh Wahyu Adi, Irvani, Guskarnali, dan Kuncoro 2022)

Terkait kepedulian pimpinan kampus pada khususnya, dan sivitas akademika umumnya pada pemeringkatan kampus hijau yang salah satu selalu diikuti oleh kampus, persentase kawasan hijau terhadap kawasan yang dibangun tentu selalu menjadi perhatian. Alangkah lebih baik juga bahwa pada pengembangan tersebut, potongan-potongan hutan yang terjeda oleh bangunan, selalu ditinggali semacam penghubung antar fragment forestnya, semacam jembatan vegetasi penghubung. Koneksi ini akan memberikan kemudahan pergerakan satwa atau hewan yang ada di kampus, serta menjaga penyebaran biji lebih merata dan tidak terputus (Gambar 3).

Gambar 3. Area kosong antar fragment forest (atas), pergerakan lutung (titik-titik hitam -bawah)

Secara mikro, ekosistem yang ada di kampus didominasi ekosistem hutan tropis hujan dataran rendah, dan sebagian kecil adalah ekosistem lahan basah, dengan penanda pohon mahang (Macaranga pruinosa), rumbia, dan beberapa jenis rotan (Gambar 4).

Gambar 4. Vegetasi lahan basah

Lingkungan sosial terdekat di dalam kampus antara lain fungsi jasa lingkungan secara tidak langsung ke masyarakat sekitar, dapat berubah sebagai penyangga karbon, partisipasi dalam menjaga mikroklimat dusun sekitar, termasuk menjaga hidrologi kawasan sekitar termasuk menjaga dari peluang kebanjiran, dst. Keberadaan kebun anggota masyarakat dengan berbagai jenis tanaman budidaya perlu dipadukan sekiranya masih dipertahankan. Dipadukan dengan area percobaan / penelitian mahasiswa. Syukur-syukur dapat dikurangi perlahan dan dikembalikan ke vegetasi semula untuk meningkatkan daya dukung lingkungannya. Sejauh dapat dilihat, secara berkala satu orang anggota masyarakat memanfaatkan produk hutan non kayu seperti rebung. Sedikit membantu anggota masyarakat tsb.


Macaques dan Trachy


Kampus beruntung menjadi habitat bagi dua jenis primata yang tidak akur ini. Diperkirakan populasi masing-masing sekitar 30-35 ekor termasuk beberapa bayinya. Luas area dan tempat beraktivitas termasuk mencari makan tampaknya lebih dibutuhkan dibandingkan kompetisi pakan. Kerak (Macaca fascicularis) lebih tertarik akan buah-buah, biji dan bunga seperti mang, matoa, jambu, nangka, dll., sedangkan lutung (Trachypithecus cristatus) menyukai pucuk beberapa tumbuhan seperti mang, karet, dll. (Gambar 5).


Gambar 5 Lutung pemakan pucuk daun (2 foto di atas); Macaca di pohon (2 di bawah)

Keselamatan dan rasa betah di kampus perlu dijaga. Pernah diusulkan adanya jembatan primata antara ujung hutan di samping Gedung D dan ujung hutan di depan Gedung D, yang dibatasi oleh jalan yang juga membatasi sisi barat embung kampus. Bertambahnya mahasiswa dan meningkatnya transportasi kendaraan yang melintas jembatan sedikit banyak menjadi penghalang pergerakan kawanan primata, baik kerak  atau lutung. Pergerakan umumnya di pagi hari atau sore. Salah satu contoh lain, pergerakan kawanan lutung yang harus melintasi lahan gundul yang lebih luas ketika bergerak dari hutan di belakang kandang rusa menuju ujung hutan di sekitar tower dan Bengkel FT (Gambar 3).  Beruntung adanya hari libur yang memberikan peluang aktivitas primata lebih leluasa, sedikit keluar hutan dan berjalan di jalan beraspal. Kalau di teori, hal ini sering disebut dengan kebutuhan akan fragment forest yang terhubung satu sama lain untuk pergerakan primata.


Pohon Taman Kampus


Selain kepedulian akan ketepatan dan kesuburan area yang ditanam, pemilihan jenis tanaman pasti juga diperhatikan. Jenis tanaman akan lebih tepat jika termasuk tumbuhan lokal (native), syukur jika kemudian dapat membudidayakan jenis tumbuhan endemik Bangka. Sejauh ini tumbuhan endemik pulau Bangka teridentifikasi sekitar 11-13 jenis, yang keberadaan lokasi dan keberadaan individu masih perlu diverifikasi. Jenis tanaman eksotik (bukan lokal) tentu akan menjadi prioritas kedua. 


Keberadaan area pohon buah-buahan, pohon lokal, dan arboretum kampus sangat membantu pelestarian tumbuhan lokal yang ada, dan menjadi tempat untuk memperkaya jenis tumbuhan lokal yang sudah ada. Keberagaman jenis tumbuhan / tanaman lokal tentu akan menambah nilai lingkungan kampus, dan pada akhirnya juga mendukung keberagaman satwa atau binatang di kampus.


Dari sekurang-kurangnya dua kali praktikum mahasiswa, dapat diketahui adanya faktor kekompakan tanah sebagai penyumbang rendahnya pertumbuhan beberapa jenis tanaman pohon dan palem di antara penyekat jalan di kampus, di mulai dari jalan menuju gerbang kampus sampai di beberapa area penyekat jalan di sekitar rektorat (Gambar 6). 



Gambar 6 Pertumbuhan palem ekor tupai (atas) dan pohon tanjung (bawah)

Di samping diperlukannya perawatan pemupukan, pemangkasan, tapi juga penggemburan tanah. Pertumbuhan hampir semua jenis tanaman penyekat seperti palem ekor tupai (Wodyetia bifurcata), dan tanjung (Mimusops elengi), tidak merata dan sebagian besar tidak tumbuh baik. Beberapa sudah mati. Lalu? Sekiranya memang ikon jenis tanaman tersebut menjadi pilihan kampus, ada baiknya dilakukan penanaman ulang dengan sistem pot yang baik dan dengan jarak tanam yang lebih sesuai (Gambar 7).

Gambar 7 Ilustrasi pot

Terkait jalan utama untuk pejalan kaki, tahun-tahun ke depan, ada baiknya dapat mencontoh perguruan tinggi lain yang menerapkan jalan utama untuk pejalan kaki sambil menampilkan sejarah perkembangan universitas (Gambar 8).

Gambar 8 Jalan bagi pejalan kaki

Kesejahteraan dasar
Layanan untuk pegawai


Sudah disyukuri dan diakui adanya peningkatan terus pelayanan terhadap pegawai, seperti softfile slip gaji tiap bulan, lebih jelasnya informasi pada setiap transfer dana ke rekening pegawai, kemudahan memperoleh surat keterangan gaji untuk kelengkapan suatu pengajuan pendanaan, dan informasi yang mengingatkan pegawai akan batas dan persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan fungsional. Tidak tertutup ke depan nanti pelayanan terus ditingkatkan. Bidang kepegawaian, bidang keuangan, dan teknologi informasi adalah bidang yang sangat dekat dengan pegawai: keluarga, karir, dan pengajaran. Respon menjawab pertanyaan pegawai di bidang keuangan, kepegawaian, dan internet adalah sebagian kecil tantangan bagi staf dan koordinator bidang yang menanganinya, yang diduga karena kesibukan dan prioritas pekerjaan yang dihadapi pada saat pertanyaan diajukan. Hal lain adalah meminalisir pengungkapan data lebih umum, seperti username dan password kepada pembaca yang lebih luas karena adanya kemudahan penyebaran informasi di media sosial. Atau juga dokumen yang melibatkan pihak ketiga seperti hasil peer-review dengan besaran nilai dan komentar, serta data pribadi pegawai dan reviewer yang tercantum di dalamnya.


Ketersediaan kuantitas dan kualitas LCD di kelas perlu mendapatkan perhatian. Karena aus, hampir sebagian LCD yang terpasang beberapa tahun lalu sudah tidak berfungsi optimal, dan sebagian tidak bisa digunakan. Kiranya diperlukan penggantian mesin yang sudah aus, dan penambahan cadangannya. 


Keset
Tidaklah berlebihan dan tetap memperhatikan kemampuan kampus jika kebutuhan kebersihan area sekitar tempat kerja dapat ditingkatkan. Karena tanah di provinsi ini termasuk berpasir, dan jalan penghubung antar area dan bangunan belum lengkap, jejak tanah berpasir, dan kadang berliat terutama di musim hujan tidak dapat dihindari membekas di lantai jalan penghubung atau jarang sekali di sekitar ruang kerja. Dua macam keset lebih ditambahkan kuantitasnya. Keset karet berlubang, dan keset kain. Jika demikian, kebersihan dan keindahan lebih terjaga dan bahkan meningkat, dan berpeluang memindahkan sebagian konsentrasi pekerjaan menyapu dan mengepel ibu-ibu kebersihan ke area dan jenis pekerjaan lain yang kadang kurang tersentuh.


Kamar mandi/WC


Perawatan di beberapa bagian perlu dilakukan, yang sebagian tentu karena memang aus karena pemanfaatan yang tinggi. Beberapa lubang pembuangan tidak lagi bertutup, dan sebagian tidak utuh lagi keramik di sekelilingnya. Pada musim pemijahan tertentu dalam setahun, ujung lubang pembuangan yang sudah tidak tertutup lagi itu menjadi jalan keluar beberapa ekor tikus masuk ke kamar mandi/WC dan jika itu terjadi kita bisa melihat jejaknya dalam bentuk kotoran yang ditinggalkan di sekitar lantai keramik di pagi hari (Gambar 9).

Gambar 9 Ilustrasi kebersihan

Perlu juga penggantian sebagian handel pintu yang tidak lagi kokoh, dan beberapa pintu penyekat ruang kamar mandi yang tidak berfungsi, atau pintu penyekat yang sudah usang, serta  penggantian atau pemasangan baru rak gantungan pakaian di kamar mandi. Jika dimungkinkan prioritas selanjutnya, adalah penggantian bantalan kloset yang sudah usang karena penggunaannya yang tinggi. Juga shower yang sebagian sudah aus, atau tombol flush toilet yang sebagian tidak berfungsi. Sebagian tidak lagi mengucurkan air. Kemudahan di dalam bilik kamar mandi kadang diperlukan dalam situasi yang dibutuhkan sebagian pegawai setelah kegiatan praktik baik di laboratorium maupun lapang.


Meningkatnya kapasitas petugas kebersihan dapat dirasakan dari waktu ke waktu. Pernah terjadi ketersediaan bahan pembersih lantai, cairan pemutih, sabun cair untuk cuci tangan, dan sabun cair pencuci piring, serta kapur barus tersendat. Di lain pihak penggunaan yang tepat pun perlu senantiasa diingatkan. Contoh untuk ini misalnya penempatan kapur barus, jumlah butir kapur barus yang cukup dan tidak berlebih untuk suatu area sehingga pemanfaatan efektif dan tidak cenderung boros.


Pantry
Bersyukur sudah ada semacam dapur kecil yang dapat dilihat di beberapa gedung. Keberadaannya kadang dibutuhkan dalam keadaan tertentu, termasuk oleh pegawai yang membutuhkan, termasuk yang memiliki balita. Mungkin yang perlu diadakan sekiranya pendanaan memungkinkan di kemudian hari adalah bak cuci piring (sink) untuk beberapa titik gedung, yang tentunya dilengkapi dengan instalasi air kotor sehingga tidak mencemari lingkungan. Sementara sebagian dari kita memanfaatkan wastafel kamar mandi/WC untuk kebutuhan cuci piring/gelas tsb. Suatu saat di kemudian hari, rasanya tidak mustahil dapat meniru sebagian perguruan tinggi besar yang menyediakan mesin refill air minum, dan microwave. Di beberapa unit mesin refill air minum tersebut sering juga ditempeli stiker sebagai upaya mengurangi penggunaan botol plastik air mineral. 


Keselamatan


Perawatan gedung bagus ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan yang ada. Terutama yang dapat berakibat pada keselamatan seperti atap yang perlu diganti atau dipasang baru karena sudah lama tidak ada, siku gipsum di langit-langit ruang ada yang sudah lepas, atau sudah usang, dan sebagian sudah tidak ada lagi. Bocornya atap yang akan lebih berpotensi pada saat turun hujan, termasuk jika hal tersebut berada di atas tangga naik gedung. 


Seperti kelengkapan standar keselamatan di laboratorium, yang tentu akan menjadi perhatian asesor saat akreditasi, alat peraga penanda lantai licin, diperlukan (Gambar 10).

Gambar 10. Kran air untuk mencuci mata dari bahan kimia cair atau gas

Bahkan saat petugas kebersihan mengepel lantai. Pada hari hujan, saat air memerciki lantai, maka alat peraga dirasa diperlukan ada. 
Ke depan, ketika kampus semakin memiliki jumlah mahasiswa yang lebih banyak, dengan hari lebih lama, dan jam kerja di petang hari, perlu dipikirkan titik keselamatan (safety point) di beberapa lokasi di kampus, dengan kemudahan untuk meminta tolong secara verbal (Gambar 11).

Gambar 11. Titik keselamatan di suatu lokasi di dalam kampus

Toko Buku dan Cinderamata


Lambat laun akan semakin menonjol dibutuhkannya sarana penjualan buku ajar, monograph, atau buku pedoman atau penuntun kuliah atau praktikum, atau beberapa atribut UKM bagi mahasiswa. Di beberapa perguruan tinggi besar, toko buku dibutuhkan, dan sering dipadukan dengan penjualan cinderamata atau barang-barang yang berlogo universitas, dan koperasi (Gambar 12).

Gambar 12. Barang berlogo universitas (sumber internet)

Kita sering melihat jaket, beragam kaos, topi, jas praktikum, payung, tempat pensil, tas jinjing, tas plastik ringan, pensil, ballpoint, penghapus, notes, buku tulis, dan cinderamata seperti gantungan kunci, atau benda-benda lain yang berlogo kabupaten / kota, pulau, atau provinsi di Babel. Juga dimungkinkan ada area koperasi kebutuhan sehari-hari, atau makanan dan minuman termasuk pasokan dari UMKM setempat. 


Sangat dimungkinkan ke depan bahwa cinderamata dari kampus pun juga akan dipilih oleh mahasiswa untuk cinderamata saat acara wisuda, wisatawan domestik yang berkunjung di provinsi ini. Kunjungan siswa, mahasiswa, termasuk tamu akademik dapat diberikan beberapa atau satu paket cinderamata tersebut. Tentu, adanya biaya akibat penggunaan logo universitas akan memberi peluang pemasukan bagi kampus, dan akhirnya juga anggota koperasi bisa menikmati devidennya.


Sampah
Disyukuri bahwa kajian spasial tempat pembuangan sampah / tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) telah dilakukan dengan hasil kajian ketersediaan lokasi yang sesuai dengan SNI (Wahyu Adi, Irvani, Guskarnali, dan Kuncoro 2022). Terakhir penataan tumpukan sampah telah terlihat rapi, dan kelengkapan bangunan rumah untuk pemilahan dan pembuatan kompos telah berdiri (Gambar 13).

Gambar 13. Rumah sortir dan lahan sampah di TPAS

Tampaknya keajegan pengelolaan perlu ditingkatkan baik dengan UKM terkait yang telah beraktivitas, namun juga peningkatan upaya dari pemangku kepentingan lain. Akan baik juga selain pengelolaan fisik, upaya penyadaran lingkungan digalakkan. Ke depan tentu secara berangsur mengurangi pembakaran sampah daun kering di halaman perkantoran dan menjadikannya sebagai bahan kompos. Di suatu perguruan tinggi besar sempat membuat semacam test untuk menguji sivitasnya terkait dengan pengelolaan sampah plastik dari kemasan air mineral.

Perubahan mental tentu tidak bisa serta merta. Perlu tahapan-tahapan dan dimulai dari yang sederhana. Pemilahan sampah plastik dari kemasan air mineral adalah yang paling mudah dilakukan oleh sivitas. Kardus dapat menjadi pilihan selanjutnya. Baik limbah plastik kemasan air mineral dan kardus, kiranya difasilitasi sehingga limbah tersebut segera menjadi uang. Beberapa tahun lalu, penulis sering menjumpai salah satu petugas kebersihan yang di luar waktu kerjanya mengumpulkan hanya gelas plastik bekas air mineral 240 ml. Dibuang penutupnya, disusun hingga sejumlah sekitar 250 an untuk mencapai bobot 1 kg dan bernilai sekian ribu per kg. Sampah kaca, pecahan kaca mungkin tahapan lebih lanjut, yang di beberapa tempat di perguruan tinggi dan kota yang bagus menyediakan bak khusus penampungan limbah kaca. 


Sampah kertas dari kantor dan dosen, mungkin perlu dipikirkan untuk waktu ke depan tentang cara pembuangannya yang aman dan masih dapat “diuangkan” daripada dibakar (Gambar 14). Perhatian terhadap kemungkinan isi teks di dalam sampah kertas kantor perlu dipertimbangkan. Di sebagian perguruan tinggi telah menerapkan pencacahan kertas sebelum dikumpulkan sebagai limbah yang siap ditimbang dan dijual. Dengan meningkatnya jumlah sivitas akademika di saat sekarang dan lebih-lebih dalam kurun beberapa tahun ke depan, hal ini perlu dipertimbangkan.

Gambar 14. Pemusnahan dokumen dengan dibakar

Kembali ke sampah, penyadaran akan membuang sampah di kampus rasanya perlu diteruskan dan kemudahan mendapatkan tempat sampah rasanya perlu ditambah dengan fasilitasi tambahan di area tong sampah yang sesuai mengingat curah hujan yang tinggi di negara kita (Gambar  15; 16).

Gambar 15. Tong sampah di taman

Gambar 16. Tong dengan pemilahan bahan sampah

Di perguruan tinggi besar lain, pemilahan bahan sampah ada yang sudah lebih terperinci. Memisahkan bahan dasar aluminium, beragam plastik kemasan kopi dan makanan ringan (Gambar 17).

Gambar 17. Tempat sampah untuk beragam plastik, dan alumunium

Ada juga institusi atau perumahan yang secara khusus menyediakan wadah untuk menampung sisa makanan dan bahan makanan yang dapat dikomposkan. Ada sejumlah perumahan yang menerapkan sampah dalam tiga tong berbeda warna dengan hari pengambilan yang berbeda. Sampah campuran; sampah daur ulang untuk kertas, kardus, dan botol; dan sampah domestik untuk dikomposkan di tempat pembuangan sampah.


Di beberapa titik area, sampah plastik bekas kemasan air mineral, kantong plastik, dan kemasan minuman tersebar di bahu jalan. Dalam skala yang lebih besar kuantitas yang lebih besar dapat dijumpai di bahu jalan dari jalan menuju kampus. Ada dugaan peningkatan sampah yang dibuang tersebut menunjukkan peningkatan populasi penduduk di desa, dan bisa diduga juga peningkatan mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus.


Di perguruan tinggi lain, sampah dari hasil pemangkasan ranting dan bagian pohon lain yang mati diambil dan dimasukkan ke mesin pencacah untuk pembuatan mulsa (Gambar 18). Mulsa ini dapat digunakan dalam pengomposan, dan terutama untuk penutup permukaan tanah di bawah tanaman atau di sekitar taman sebagai bahan kompos, penambat kelembapan dan penahan panas.

Gambar 18. Mesin pencacah pembuat mulsa

Evaluasi dan Penugasan


Disyukuri bahwa terus dilakukan peningkatan kinerja berlandaskan hasil evaluasi yang dilakukan. Hal ini mendukung peningkatan kinerja universitas, dan sivitas akademika, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap universitas. Berbagai terobosan metode dan instrumen tengah dilakukan oleh unit penjamin mutu, dan lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sekiranya dimungkinkan dalam alokasi pendanaan penelitian, adanya beberapa topik evaluasi di beberapa bidang yang kurang tersentuh, atau dievaluasi kurang mendalam, dapat ditawarkan kepada sivitas akademika dengan tim yang mungkin terdiri dari pendidik, atau pendidik dan tenaga kependidikan, atau pendidik, tenaga kependidikan dan mahasiswa. Akan kompetitif dan hasil yang baik, jika tawaran ini juga ditawarkan dan akan mengikuti proses review sebelum tim terpilih. Beberapa topik tampaknya akan membantu evaluasi di bidang penjaminan mutu, penelitian, dan pengabdian, serta terkait dengan hal calon mahasiswa, dan alumni.



UBB Perspectives

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)

Berebut Kursi Walikota

Kenalkan Bangka Belitung dengan Foto !

Demokrasi yang Tersandera