+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
11 Juni 2024 | 10:16:18 WIB


Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?


Ditulis Oleh : Muhammad Syaiful Anwar

Dosen HTN FH Universitas Bangka Belitung, Mahasiswa Doktoral FH Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto


POLA kehidupan masyarakat tidak akan berjauhan dengan lingkungan hidup. Lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.


Dalam kajian internasional, lingkungan hidup juga masuk dalam pembahasan, salah satunya dalam Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup Manusia yang diadakan di Stockholm pada 5 Juni 1972. Pada tanggal 5 Juni inilah menjadi awal mula atau cikal bakal dicetuskannya hari Lingkungan Hidup Sedunia. dalam pertemuan tersebut terjadi diskusi kritis dengan berbagai pokok bahasan terkait dengan perlindungan lingkungan.

Isu lingkungan selalu menjadi trending topic dalam setiap tahunnya, untuk tahun 2024 ini, tema yang diusung adalah "Land Restoration, Desertification and Drought Resilience" atau "Restorasi Lahan, Penggurunan, dan Ketahanan terhadap Kekeringan" sebagai fokus perayaannya hari Lingkungan Hidup Sedunia. Perayaan hari Lingkungan Hidup Sedunia merupakan sebagai bentuk kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan berbagai bentuk ekosistem yang ada di dalamnya.


Bentuk kesadaran atas pentingnya lingkungan hidup harus dibarengi dengan sebuah langkah terstruktur dan tersistematis serta berkelanjutan dalam pembuatan kebijakan. Kebijakan pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara terukur sehingga hasil yang didapatkan bisa sesuai dengan apa yang diharapkan.


Terkait permasalahan lingkungan, bukan hanya sekadar sumber daya alamnya yang harus dikelola dengan baik dan benar dengan sistem terbarukan, namun juga pihak-pihak yang mengelolanya. Pengelolaan lingkungan bukan hanya sekadar mengambil keuntungan dari isi atau kandungan alamnya saja, namun juga harus menjaga keseimbangan alam secara komprehensif, mencakup seluruhnya dalam pola keseimbangan lingkungan hidup yang ada.

Kecakapan dan kompetensi terhadap pengelolaan lingkungan merupakan hal pokok yang harus dipatuhi sehingga bukan hanya sekadar mendapatkan perizinan dalam pengelolaan, namun juga harus ikut bertanggung jawab atas kemungkinan penurunan baku mutu lingkungan akibat pengelolaan lingkungan yang tidak tepat.


Peran seluruh elemen atau pemangku kepentingan baik dari sisi pemerintah, NGO, maupun kelompok masyarakat berperan penting dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup. Jangan sampai semangat atas perlindungan terhadap lingkungan dinodai kerusakan lingkungan di wilayah, baik di wilayah daratan maupun wilayah perairan, bahkan wilayah laut sekalipun.


Rusaknya ekologi atas dasar kepentingan pribadi dengan merusak lingkungan ataupun tindakan ilegal kerusakan lingkungan dengan dalih ekonomi. Aktivitas perusakan lingkungan tersebut akan berdampak negatif secara bertahap dengan adanya pencemaran udara, pencemaran air bersih, banyaknya sampah tak berurai, abrasi laut, sedimentasi perairan, pencemaran tanah, dan dampak kerusakan lainnya yang akan terdampak kembali terhadap masyarakat itu sendiri.


Kerusakan lingkungan ini terjadi karena keserakahan manusia untuk menguasai apa yang ada hanya untuk kesenangan sesaat. Lingkungan merupakan pemberian Tuhan untuk dikelola untuk mendapatkan manfaatnya. Dengan demikian, pengelolaan lingkungan lebih mengarah pada pengoptimalan berbagai dimensi yang berbasis pada kebijakan terintegrasi, ilmu pengetahuan, arus teknologi berkelanjutan ramah lingkungan, dan dimensi kearifan lokal yang harus terus dijaga sebagai benteng terakhir yang hidup dalam masyarakat.


Keseimbangan pengelolaan lingkungan bisa dimulai dari diri sendiri yang menjadi budaya di tengah masyarakat kemudian terintegrasi dengan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai bentuk menjaga dan melestarian lingkungan berkelanjutan. Dengan langkah kecil ini, lingkungan hidup bisa kembali lebih hidup sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

 

(Artikel telah terbit di Bangkapos.com, edisi 5 Juni)
 



UBB Perspectives

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)