+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Artikel UBB

Universitas Bangka Belitung's Article
11 Juni 2024 | 10:37:28 WIB


Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit


Ditulis Oleh : Wahri Sunanda

Dosen Teknik Elektro Universitas Bangka Belitung, Mahasiswa Doktor Teknik Elektro Universitas Gadjah Mada

PARIS Agreement. Komitmen itu tertuang dalam Nationally Determined Contribution (NDC) yang telah disesuaikan menjadi Enhanced NDC pada tahun 2022. Dalam dokumen Enhanced NDC tertuang bahwa target reduksi emisi 43,2 persen dengan dukungan internasional dan 31,89 persen tanpa dukungan internasional.


Salah satu instrumen yang dilakukan pemerintah adalah carbon offset. Carbon offset sendiri merupakan upaya untuk mereduksi emisi karbon melalui kegiatan penyeimbangan jejak karbon melalui pembiayaan proyek hijau yang dilakukan pemerintah atau pihak swasta.

Carbon offset salah satunya dapat dilakukan melalui skema blue carbon. Blue carbon mengacu pada kemampuan ekosistem pesisir untuk menangkap dan menyimpan karbon di dalam tanah dan biomassa. Ekosistem ini mempunyai kemampuan menyimpan karbon 30-50 kali lebih cepat dibandingkan hutan terrestrial.


Ekosistem yang berkontribusi untuk blue carbon dapat berasal dari mangrove, rawa, padang lamun, dan terumbu karang. Dari mangrove sendiri, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai potensi penyerapan 275 juta carbon dari 273.692,81 hektare. Namun dengan kondisi lingkungan saat ini, potensi penyerapan karbon menjadi berkurang. Karenanya perlu aksi bersama antara pemerintah dan berbagai pihak untuk mengembalikan luasan hutan mangrove.


Selain potensi blue carbon yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, carbon offset juga dapat berasal dari penerapan program energi baru terbarukan. Upaya ini tidak hanya mereduksi emisi dari karbon yang dihasilkan pembangkit berbasis energi fosil, namun juga peluang green job melalui implementasi program energi baru terbarukan.

Hingga akhir tahun 2023, kebutuhan energi listrik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dipasok utamanya berasal dari pembangkit berbasis energi fosil, baik PLTU maupun PLTD. Sementara itu, energi baru terbarukan baru berkontribusi 0,35 MW dari total 346,78 MW kapasitas pembangkit yang terpasang. Hal ini juga sebagai cerminan dengan kondisi pembangkit energi listrik di Indonesia yang dominan dari energi fosil dengan lebih dari 60 persennya berasal dari batu bara.


Berdasarkan rancangan umum energi daerah (RUED), Bangka Belitung memiliki potensi biomassa/biofuel 217,7 MW, potensi biogas sejumlah 5,4 MW, potensi surya 2810 MW, dan potensi angin 1787 MW. Potensi ini baru berasal dari sumber energi terbarukan, belum terhitung dengan potensi 170 ribu ton thorium sebagai sumber energi bagi PLTN.

Optimalisasi pemanfaatan energi baru terbarukan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah telah menerbitkan Perpres Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik sebagai upaya untuk mengakselerasi bauran energi baru terbarukan di Indonesia. Selain itu, dukungan internasional juga sudah tertuang G20 Leader Summit di Bali dengan telah dirilisnya Just Energy Transition Partnership (JETP) untuk menargetkan pencapaian net zero emission dari sektor tenaga listrik pada tahun 2050.


Pengembangan energi baru terbarukan yang makin meningkat jumlahnya setiap tahun akan memberikan kontribusi positif terkait peningkatan potensi carbon offset. Karenanya, potensi carbon offset di Bangka Belitung baik dalam bentuk blue carbon maupun carbon offset dapat mendukung pencapaian target net zero emisi di Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat sebagai bentuk realisasi komitmen Indonesia pada perubahan iklim dunia, dan tentunya juga akan berimplikasi pada revenue income bagi pemerintah dan stakeholder terkait maupun sekaligus membuka peluang green job bagi masyarakat Bangka Belitung.  

(Artikel telah terbit di Bangkapos.com. edisi 5 Juni)



UBB Perspectives

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers

JUAL BELI BERITA

POLITIK RAKYAT DAN TANGGUNG JAWAB PEMIMPIN

Penelitian Rumpon Cumi Berhasil di Perairan Tuing, Pulau Bangka

Budidaya Ikan Hias Laut

Gratifikasi, Hati-Hatilah Menerima Sesuatu

KEPUASAN HUKUM

JANGAN SETOR KE APARAT

JAKSA TIPIKOR SEMANGAT TINGGI

Perairan Tuing, Benteng Sumberdaya Perikanan Laut di Kabupaten Bangka

GRAND DESIGN KEPENDUDUKAN (Refleksi Hari Penduduk Dunia)