+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
14 Maret 2022 | 16:30:55 WIB


Ekspedisi Perdana Pinguin Diving Club, Eka: Pulau-Pulau Kecil yang Kami Selam Memiliki Keunikan Tersendiri


(Pengambilan data terumbu karang di Pulau bebuar menggunakan Metode Under Water Photo Transect (UPT))

Bangka Tengah, UBB— Pinguin Diving Club (PDC) Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Yayasan Serumpun Karang Konservasi lakukan pendataan ekosistem terumbu karang dalam “Ekspedisi Nautilus”. 

Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni dari tanggal 4 sampai dengan 6 Maret 2022 di 6 pulau kecil, di Kabupaten Bangka Tengah. 6 Pulau tersebut adalah Ketawai, Pulau Gosong Asam, Pulau Ketugar, Pulau Bebuar, Pulau Panjang, dan Pulau Semujur.

Ketua Pinguin Diving Club (PDC), Eka Maulana mengatakan, tema dari kegiatan ini adalah “Eksplorasi Keindahan Bawah Laut di Bumi Selawang Segantang”. Selain itu, Eka juga menyampaikan bahwa Ekspedisi Nautilus ini didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Perikanan Kabupaten Bangka Tengah dan Pemerintah Desa Kurau.

“Ekspedisi dengan tema Eksplorasi Keindahan Bawah Laut di Bumi Selawang Segantang ini diharapkan menghasilkan output seperti, diketahuinya kondisi ekosistem terumbu karang, mengeksplorasi keindahan bawah air di Kabupaten Bangka Tengah, dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan laut,” ucap Eka Maulana.

“Setiap pulau-pulau kecil yang kami selam memiliki keunikan tersendiri dari biota-biotanya seperti terumbu karang, ikan terumbu, dan megabenthos. Luaran data terumbu karang berupa nilai kesehatan, ikan terumbu dan megabentos berupa kelimpahan serta jumlah jenis,” tambahnya.

Menurut Eka Maulana,  hasil dari Ekspedisi ini akan diseminarkan untuk dikenalkan ke masyarakat luas dan pihak pemerintah terkait. 

“Melalui kegiatan Ekspedisi Nautilus ini bentuk nyata dan konstribusi kami dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut,” ucapnya.

Sebagai klub selam ilmiah di Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan UBB, ekspedisi ini adalah ekspedisi perdana Pinguin Diving Club (PDC). 

“Ekspedisi ini juga memperlihatkan hubungan erat para alumni (yang berada di Yayasan Serumpun Karang Konservasi) dengan mahasiswa serta lingkungan pesisir di Bangka Tengah. Output ekspedisi (berupa jurnal ilmiah dan buku) memaksa para anggota PDC untuk mempraktikkan bagaimana menulis ilmiah, bakal menarik untuk disimak. Semangat baru, semoga dapat terus berkelanjutan di kemudian hari,” jelas Wahyu Adi selaku pembina PDC.

Sementara Arham Hafidh Akbar dari Yayasan Serumpun Karang Konservasi menambahkan, bahwa Bangka Belitung itu tidak hanya memiliki pantai yang indah, tapi juga memiliki potensi ekosistem bawah laut yang jauh lebih indah. Menurutnya, dengan adanya ekpedisi nautilus ini bisa membuka wawasan dan kepedulian banyak orang akan ekosistem bawah laut sehingga dapat muncul kesadaran bagi masyarakat luas untuk menjaga laut.

Berikut Dokumentasi saat tim Pinguin Diving Club menyelam:

Narasi oleh: tim Pinguin Diving Club

Editor: Hz/humas



UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers