+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
16 Juli 2022 | 15:09:43 WIB


D3 Keperawatan UBB, Prodi yang Semakin Diminati


Pangkalpinang, UBB-- Dengan bergabungnya Akademi Keperawatan (Akper) Pangkalpinang dengan Universitas Bangka Belitung (UBB) membuat Apker menjadi semakin diminati oleh lulusan SMA/SMK-Sederajat.


Hal itu diungkapkan oleh Anjas selaku tenaga pengadministrasian umum D3 Keperawatan UBB, dari dua gelombang seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun 2022, jumlahnya semakin bertambah dan meningkat cukup signitifikan.


"Sebelum bergabungnya Akper dengan UBB, jumlah rata-rata pendaftar berada kisaran 50 peserta, sedangkan setelah bergabungnya kedua instansi tersebut, membuat jumlah peserta yang mendaftar cukup fantastis," ungkapnya pada saat tes gelombang kedua beberapa waktu lalu (7/7/2022).


Menurutnya, hal itu dapat di lihat dari gelombang I dengan jumlah peserta yang melakukan finalisasi berada pada angka 186 peserta dan gelombang II berjumlah 170 peserta.


“Sebenarnya secara keseluruhan dari pendaftar berada pada kisaran 500 orang dari dua gelombang tersebut, namun sampai tahap finalisasinya adalah 356 orang peserta," tambahnya.

Para peserta saat mengikuti proses ujian CBT- Smartphone
 

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan ujian seleksi Gelombang II. Salah satu peserta Bernama Tera asal Belimbing, Kabupaten Bangka Tengah menyebutkan, persiapan dalam pelaksanaan ujian ini dirinya sempat mengikuti les di ruang guru dan mempelajari soal di video youtube.


“Pesiapan ujian ini sempat mengikuti les di ruang guru dan mempelajari soal dari video youtube,” ujarnya saat di tanya setelah selesai ujian CBT Smartphone.


Gadis asal sekolah MAN Model Pangkalpinang juga menambahkan, dalam ujian sempat ada kendala karena tidak terkonek ke sistem, namun kondisi tersebut dapat segera teratasi dan berjalan kembali normal tanpa ada pengurangan waktu, hingga tidak merugikan para peserta.


Dirinya berangapan bahwa pelajaran kimia dan dan fisika merupakan mata ujian yang sulit dan perlu waktu ekstra untuk menjawabnya.

 
Sedangkan bagi Devita asal Belitung menyebutkan, selama proses seleksi tidak ada kendala dan semuanya berjalan dengan lancar.

Saat peserta pulang setelah selesai mengikuti ujian tertulis


“Selama ujian ini tidak ada kendala, semuanya berjalan dengan lancar dan baik-baik saja,” sebutnya.


Terkait mata pelajaran yang di ujikan, dirinya berangapan bahwa Kimia merupakan pelajaran paling susah.

(Iw/Humas)



UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers