+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
19 Juli 2022 | 18:51:44 WIB


Wisuda Angkatan XXV, Ini Pesan Rektor UBB


Merawang, UBB-- Selasa (19 Juli 2022), Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi mewisuda 99 mahasiswa di Ruangan Balai Besar Peradaban (BBP) Gedung rektorat #kampus_kite. Sejumlah wisudawan terdiri dari Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi 28 Wisudawan, Fakultas Ekonomi 26 Wisudawan, Fakultas Hukum 17 Wisudawan, Fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 10 Wisudawan dan Fakultas Teknik 18 Wisudawan.


Dihadapan para wisudawan, orang tua dan sivitas akademika UBB XXV, Rektor UBB Dr. Ibrahim, M.Si sampaikan banyak pesan penting dan berbagai macam motivasi untuk seluruh wisudawan dalam ruangan dan halaman Gedung rektorat.


Diantara beberapa pesan penting itu, rektor UBB sampaikan ada tiga perubahan besar yang terjadi secara global yang terjadi beberapa tahun terakhir ini, pertama kita melihat bagaimana pandemi Covid menjadi masalah global dan kemudian mempengaruhi kehidupan kita. Kedua kita melihat perang rusia dan ukraina telah merubah banyak pada tataran global dan berimplikasi pada ekonomi, sosial, dan politik yang menandakan bahwa proses intimidasa, dominasi, serta perang syahwat kekuasaan tidak pernah hilang di muka bumi ini. Ketiga kejadian terakhir adalah ketika Sri Lanka mengalami kebangkrutan, suatu kondisi dimana kejadian ini tidak bisa terhindarkan yang berpengaruh pada tatanan global. 


“Anak-anak sekalian, dunia kedepan adalah dunia penuh tantangan dan dominasi, dimana banyak pihak yang memiliki syahwat kuasa, intimidasi dan marginalisasi. Pada saat bersamaan kita memiliki kesempatan untuk berubah dan kemudian beradaptasi diri untuk mengatasi tantangan itu. Kata kuncinya adalah keterbukaan dan mau membuka diri, terus belajar dan mengasah sesitifitas kita. Maka itu, setelah lulus teruslah untuk belajar dan teruslah melihat kanan dan kiri,” ungkapnya.


Foto Saat Pemindahan Kuncir Kepada Wisudawan

Selain itu, Dr. Ibrahim, M.Si juga berpesan bahwa sesunguhnya proses kuliah bukan satunya jalan untuk mencari pekerjaan. Pendidikan adalah sebuah sarana untuk membuat anda matang dan merdeka, ini adalah proses untuk membentuk karakter dan mentalitas kita.


“Tantangan kedepannya Ketika Ananda keluar dari sini dan mencari pekerjaan, separuhnya akan sesuai dengan keilmuannya dan separuhnya lagi akan bergeser dari ilmunya juga. Sesunguhnya proses kuliah bukan satunya jalan untuk mencari pekerjaan, melainkan sebuah sarana untuk membuat anda matang dan merdeka, ini adalah proses untuk membentuk karakter dan mentalitas kita. Hingga teman semuanya jangan meratapi dan bersedih jika pekerjaan yang di dapatkan tidak sesuai dengan jurusannya, karena dunia terus berubah, tentunya fleksebilitas menjadi keniscayaan. Akan banyak profesi akan hilang, dimana dulu banyak di imajinasikan oleh orang tua kita, tapi akan banyak profesi baru yang lahir dari kreatifitas dan perkembangan teknologi,” ujarnya saat sambutan di depan wisudawan.

Para Senat UBB saat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne UBB


Keilmuan dan teknoliogi merupakan dua hal yang kita dengungkan dalam himne UBB, keilmuan menjadi bekal kita dan adaptasi akan kemampuan belajar menjadi kunci kedua. Teruslah belajar sampai anda berhenti dari kehidupan ini, jadilah pemuda yang suka akan tantangan dan mencintai inovasi dan terus berbuat untuk kreatifias lebih baik.


Sementara itu, Rektor juga mengucapkan terima kasih pada orang tua karena sudah menitipkan untuk belajar di UBB. Sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi UBB sudah dapat bersama putra-putrinya.


“Tugas berikutnya adalah bagaimana kita bisa bersama mengembleng anak-anak kita, tentunya  bersama orang tua untuk dapat menjadi orang yang sepenuhnya sukses setelah perkuliahan ini selesai,”  tambahnya lagi.


Sampai wisuda XXV ini, UBB sudah meluluskan 6.634 wisudawan yang tersebar di berbagai instansi, baik di sektor formal dan informal. Selain itu, hari ini UBB juga melounching e-ijazah dan menyatakan bahwa UBB akan mulai mengunakan ijazah digital. Kedepannya ijazah cetak tidak akan lagi diterima, tetapi semuanya sudah berbasis digital dan menadakan bahwa kita transformasi terkait perkembangan dan kebutuhan teknologi.


Terakhir, Dr. Ibrahim, M.Si berpesan, lihatlah orang tua anda dan tatap mata mereka, dimana mereka sudah berjuang selama empat tahun untuk anda semua. Lihatlah cara mereka bersepatu, barangkali tidak sehebat anda tetapi mereka adalah orang-orang hebat yang telah mengantarkan kita sampai pada tahap ini.


Sedangkan perwakilan para wisudawan Veni Rosalina menyampaikan, sanggat apresiasi kepada seluruh teman wisudawan hari ini yang telah berjuang bersama, hingga sampai pada tahap sarjana.


“Pertama sangat apresiasi yang sebesarnya terhadap kita semua yang telah sampai pada tahap ini. Kita hebat teman-teman bisa sampai ke sini dengan cerita dan perjalanan berbeda-beda. Semoga bisa menjadi orang sukses dan bisa meraih apa yang kita cita-citakan,” ungkapnya.


“Di hari penyematan gelar sarjana ini, nampak wajah haru dan berseri-seri dari wisudawan dan orang tua yang hadir di sini. Penting kita ingat ini bukankah akhir dari kita semua, justru ini adalah permulaan dan sebagai agen perubahan kita harus dapat menyelesaikan persoalan yang ada,” tambahnya lagi.

Perwakilan Wisudawan Angkatan XXV


Selain itu, Veny juga sangat berterima kasih kepada orang tua yang telah mengantarkan sampai ke tahap sarjana ini.


“Terima kasih kepada orang tua dan maaf atas semua kesalahan saya, karena tanpa orang tua saya tidak dapat berdiri di panggung ini. Dari sini pula saya bangga menjadi mahasiswa UBB,” tutupnya. (Iw/Humas)



UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers