+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
06 September 2022 | 11:18:54 WIB


Kejati Babel Berikan Kuliah Umum di UBB, Ingatkan Pentingnya Mahasiswa Berkarakter


Merawang, UBB-Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel), Daru Tri Sadono, S.H., M.Hum. memberikan kuliah umum di Universitas Bangka Belitung pada Senin (29/8/2022). Kuliah umum ini mengangkat tema “Generasi Cerdas Berkarakter, Indonesia Maju Bermartabat” dan berlangsung di ruang Balai Besar Peradaban (BBP) dihadiri oleh Rektor UBB Dr. Ibrahim, M.Si, Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerja Sama Dr. Dwi Haryadi, S.H., M.H., Dekan Fakultas Hukum Dr. Derita Prapti Rahayu, S.H., M.H. dan mahasiswa fakultas hukum.


Rektor UBB Dr. Ibrahim, M.Si menyampaikan bahwa kuliah umum ini bertujuan untuk memberikan persiapan dan penguatan materi bagi mahasiswa fakultas hukum Universitas Bangka Belitung.


Ibrahim mengatakan bahwa terdapat tiga profil utama lulusan hukum, yaitu pertama menjadi peneliti di bidang hukum, kedua menjadi praktisi hukum, dan ketiga menjadi perencana dan fasilitator di bidang hukum.

“Secara garis besar profil lulusan hukum tepatnya S1 hukum itu akan fokus pada tiga profil utama. Pertama menjadi peneliti di bidang hukum, kedua menjadi praktisi hukum, dan ketiga menjadi perencana/konseptor dan fasilitator di bidang hukum. Tentu nanti setelah bergelar sarjana hukum akan menempati lapangan kerja yang sangat luas dan dinamis di tengah masyarakat”, ungkapnya.


Selain itu, Ibrahim berpesan agar alumni tidak melupakan aspek utama yang berhubungan dengan visi UBB yaitu Mental, Moral, dan Intelektual yang menjadi bagian dari jati diri alumni.

“Tentu pada aspek utama yang tidak dapat kita lupakan senada dan senafas dengan visi universitas kita adalah mental, moral, dan intelektual, ini yang menjadi jati diri dari alumni-alumni kita yang kita harapkan punya bekal keilmuan, dan memiliki kapasitas mentalitas moralitas dan intelektualitas yang kuat dalam rangka menjadi pengemban peradaban”, tambahnya.


Dalam pemaparannya Daru Tri Sadono, S.H., M.Hum menjelaskan yang dimaksud dengan akhlak adalah karakter atau tingkah laku yang melekat pada diri seseorang yang dapat memicu perbuatan tanpa memperhatikan pikiran terlebih dahulu. 

“Jika berbicara tentang akhlak maka itu artinya adalah karakter atau tingkah laku seseorang yang melekat pada dirinya yang dapat memicu perbuatan tanpa memperhatikan pikiran terlebih dahulu”, katanya


Lebih lanjut ia juga mengatakan dosen memiliki peran penting dalam pembetukan karakter mahasiswa.
“Guru atau dosen itu memiliki peran dalam pembetukan karakter seseorang, karena guru adalah seorang yang digugu dan ditiru, digugu artinya adalah kebenaran. Dosen termasuk guru, jadi kalau ada seorang guru yang berbicara salah atau berperilaku buruk maka dia sudah lebih dari frame sebagai guru”, sambungnya.


Selain itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan setidaknya terdapat empat kompetensi yang harus dikuasai oleh mahasiswa dalam proses Pendidikan yaitu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai.
“Ada empat kompetensi yang harus dimiliki pertama pengetahuan, kedua keterampilan, ketiga sikap dan terakhir nilai, ini adalah kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa”, pungkasnya. (Ana/Humas)



UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers