+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
16 Mei 2024 | 14:34:11 WIB


Sosialisasikan Kampus Mengajar 8, UBB Hadirkan Langsung Pembicara dari Kementerian


Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Nizwan Zukhri berfoto bersama tim dari kementerian, dosen dan mahasiswa

 

Balunijuk, UBB-- Sebagai bagian dari perguruan tinggi yang menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Universitas Bangka Belitung (UBB) fasilitasi mahasiswa dengan memberikan sosialisasi kegiatan Kampus Mengajar 8 tahun 2024, bertempat di ruangan creativity, Rabu (15/05/24).


Kegiatan kampus mengajar sendiri merupakan kanal pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester guna melatih kemampuan menyelesaikan permasalahan yang kompleks dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.


Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, UBB menghadirkan langsung pembicara dari kementerian di sela kunjungannya ke Bangka Belitung yakni Ilham Pamungkas selaku Junior Spesialis Program Kampus Mengajar dan Cindy Calistha Fidella sebagai staff operasional Program Kampus Mengajar.


Melalui pemaparannya, Ilham menjelaskan tujuh bagian penting yang harus diketahui oleh mahasiswa dalam mengikuti program kampus mengajar ini. Hal itu terkait dengan gambaran program, peran dan tugas, rekrutmen dan proses seleksi, alur pelaksanaan program, rencana pembekalan, rencana aksi kolaborasi dan rekognisi SKS.


"Kegiatan ini pada dasarnya adalah bagaimana kita menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pengembangan strategi dan model pembelajaran. Sehingga antata mahasiswa dan guru saling berkolabrasi dengan baik," ungkapnya.


Dengan adanya program ini, menurut Ilham ada beberapa manfaat yang akan didapatkan baik bagi mahasiswa, perguruan tinggi dan manfaat bagi sekolah serta peserta didik.


“Bagi mahasiswa adalah dapat mengasah keterampilan soft skill dan mendapatkan rekognisi 20 SKS. Sedangkan bagi perguruan tinggi ialah dapat mendukung Indeks Kinerja Utama (IKU) 2 dan memberikan kesempatan kepada dosen lintas prodi untuk berkolaborasi dengan mahasiwa,” sebut Ilham.


“Manfaat yang didapatkan oleh Sekolah dan peserta didik ialah guru dapat strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Sementara bagi siswa mendapatkan pembelajaran literasi dan numerasi yang menyenangkan,” tambahnya.

Ilham memberikan materi sosialisasi kepada para mahasiswa dan dosen


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Nizwan Zukhri mengungkapkan bahwa dirinya menyambut baik dengan adanya tim yang datang dan memberikan langsung sosialisasi kepada mahasiswa UBB terkait program kampus mengajar 8 dan dari awal ketika MBKM pertama kali diluncurkan UBB sudah mengikuti arahan tersebut. 


“Tentunya kita senang dengan kedatangan tim dari Kementerian yang dapat menberikan sosialisasi langsung kepada para mahasiswa. UBB sendiri sudah mulai menyesuaikan dengan program MBKM sejak pertama kali diluncurkan. Alhamdulillahnya, dapat dikatakan bahwa seratus persen mahasiswa telah mengikuti MBKM ini,” ujar Wakil Rektor.


Beliau menambahkan, program MBKM di UBB bisa dikatakan terdiri dari dua bagian. Dimana memang program MBKM dari Kementerian dan MBKM mandiri dari UBB.


Dirinya berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat memberikan manfaat kepada mahasiswa dan membuat mahasiswa semakin tertarik untuk mengikuti setiap program terutama kampus mengajar ini.


“Harapan kedepannya semoga program ini akan semakin terus membaik dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia Pendidikan dan pengembangan karakter mahaisswa,” harap Beliau.

Sebagai informasi tambahan, pada saat ini terdapat 16 mahasiswa UBB yang berpartisipasi dalam program kampus mengajar 7 dengan penempatan di 4 Kabupaten, dengan rincian 5 di Kabupaten Bangka Tengah,  7 di Kabupaten Bangka, 1 di Kabupaten Bangka Barat, dan 3 di Kabupaten Belitung Timur.



UBB Perspectives

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus