+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
22 Mei 2024 | 16:03:35 WIB


Pencanangan Zona Integritas, Wujudkan Perguruan Tinggi Bebas Korupsi dan Birokrasi Bersih Melayani



Balunijuk, UBB— Sebagai upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, berkinerja tinggi, efektif dan efisien, serta pelayanan publik yang berkualitas. Universitas Bangka Belitung (UBB) laksanakan kegiatan pencanangan zona integritas fakultas dan penandatanganan pakta integritas bersama stakeholder, bertempat di Balai Besar Peradaban (BBP), Gedung Rektorat UBB, Rabu (22/5/2024). 


Dalam kegiatan pencanangan ini turut mengundang Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Mohammad Ali Akbar, Inspektorat Jendral Kemendikbudristek Irwan Setiawan sebagai narasumber langsung dan perwakilan KPK yang hadir secara daring serta stakeholder, pegawai dan mahasiswa UBB.


Rektor UBB Prof. Ibrahim, M.Si. menyebutkan bahwa zona integritas ini sebenarnya terkoneksi pada dua hal yakni wilayah bebas dari korupsi serta wilayah birokrasi bersih dan melayani.


“Tentunya kegiatan ini sebagai wujud untuk menciptakan dan mendorong good university govornment yang berorientasi pada pelayanan publik,” ungkapnya.


Menurut Ibrahim, dalam dunia pendidikan tinggi menciptakan budaya bebas korupsi sangat relevan bukan hanya promosi nilai-nilai saja yang di deliver kepada anak didik, namun lebih kepada arah masa depan mereka ketika suatu saat mereka menjabat dan bekerja dalam sebuah institusi.


Untuk mewujudkan zona integritas ini, professor bidang ilmu politik menyampaikan bahwa setidaknya ada lima tahapan  yang harus dilalui.


“Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah mulai dari pencanangan, kemudian lanjut pembangunan, pengusulan, penilaian dan terakhir adalah penetapan. Dari langkah ini memang tidaklah mudah, kita perlu dukungan dari berbagai pihak dalam menjadikan perguruan tinggi ini menjadi zona integritas yang sebaik dn selurus-lurusnya,” paparnya.

Rektor berharap, dari enam fakultas yang ada di UBB pada tahun ini dapat menginput di LKE dan mencapai target yang ditetapkan. 

“Kita berharapnya bahwa dari 6 fakultas ini dapat mencapai target dan bisa jadi melampaui target yang telah dicanangkan oleh kementerian,” harapnya.

Sementara itu, Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Mohammad Ali Akbar menyampaikan, Target pembangunan zona integritas ini adalah untuk mengurangi praktek KKN memperbaiki tata kelola dan juga meningkatkan kinerja dari UBB sendiri. 


"UBB saat ini sudah menjadi BLU tentu saja harapan kita UBB lebih profesional lagi sehingga harapannya tata kelola lebih bagus lagi dan bisa meningkatkan kepuasan kepada masyarakat," ucapnya. 


Dikatakan dia, tujuan zona integritas ini untuk membuat semangat dari fakultas agar mulai terpacu pembangunan. 


Selesai acara di BBP, kemudian acara dilanjutkan dengan memberikan pemaparan terkait teknis pengisian LKE Zona Integritas Fakultas. (Humas)



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)