+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
21 Juni 2024 | 09:15:51 WIB


Prodi Akuakultur UBB Miliki Akuarium Ikan Lokal Terbesar dan Pertama di Bangka Belitung


Akuarium Ikan Lokal di Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB. (Dok: Ahmad Fahrul Syarif)


Balunijuk, UBB-- Program Studi (Prodi) Akuakultur, Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) telah merancang akuarium ikan air tawar terbesar (Megatank) yang di dalamnya diisi dengan keragaman ikan lokal asli Bangka Belitung sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia. 


Akademisi UBB sekaligus penggagas akuarium ikan lokal ini, Ahmad Fahrul Syarif mengatakan keragaman ikan air tawar di Bangka Belitung ini menjadi daya tarik para peneliti lokal dan internasional untuk mengkaji jenis-jenis ikan lokal air tawar Bangka Belitung yang unik (endemik) dan asli (natif)


“Oleh sebab itu kita mendesain akuarium besar (Red. Megatank) ikan air tawar ini sebagai miniatur alam Bangka Belitung yang tersaji secara langsung dalam gambaran ekosistem aslinya. Terlebih lagi, biodiversitas ikan lokal di Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia” kata Fahrul


Nampak sedikitnya 15 hingga 20 spesies ikan lokal air tawar Bangka Belitung mengisi Megatank yang dihiasi ornamen tanaman hias layaknya palud hampir mirip seperti Gambaran “Tumbek” (Bahasa Bangka dari mata air) serta kesan sejuk kabut (mist) yang menyelubungi permukaan air akuarium layaknya embun pagi hari.


“Macam-macam spesies ikan seluang (Rasbora), ikan kepait (cempedik), ikan tanah (Barb), Palapinang dan sebagainya yang intinya adalah ikan lokal dan asli (natif) Bangka belitung, kita kumpulkan untuk menjadi penghuni Megatank ini” kata Fahrul yang juga dosen prodi Akuakultur dan aktif dalam riset-riset ikan lokal di Bangka Belitung


Riwan Kusmiadi yang juga dekan Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan mengapresiasi terbentuknya Megatank ikan lokal air tawar yang posisinya berada tepat ditengah Gedung D Teladan Lantai 1 FPPK UBB ini


“Megatank ini menjadi model sekaligus ciri khas keragaman hayati (ikan air tawar) Bangka Belitung disamping menjadi monumen khas Fakultas kita sehingga kedepan dikenal oleh masyarakat luas bahwa UBB melalui Fakultas ini akan terus mengembangakan dan melestarikan ikan lokal asli Bangka Belitung” tuturnya


Riwan juga menambahkan bahwa Megatank ikan lokal air tawar yang dibuat ini merupakan salah satu program yang diselaraskan dengan pengembangan UBB Edu Turism Park yang berlokasi tepat di depan Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan (FPPK) UBB.


“Nanti yang berkunjung ke UBB khususnya FPPK akan disuguhkan panorama asli perairan Bangka Belitung melalui Megatank dan miniatur alam Babel yang tersaji dalam UBB Edu Turism Park” ujar Riwan. (Akuaultur UBB)


Artikel telah terbit di Bangkapos.com, edisi 19 Juni 2024



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)