+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
25 Juni 2024 | 20:08:18 WIB


Rektor UBB: Ini Murni Hasil Perjuangan Kalian


Foto bersama Rektor UBB Prof Ibrahim, dengan peserta seleksi jalur Talenta Unggul Daerah. (Dok:Irwan)

Balunijuk, UBB-- Memasuki tahapan seleksi akademik, wawancara dan unjuk kerja dalam penjaringan calon mahasiswa baru Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Jalur Talenta Unggul Daerah, Rektor UBB Prof. Ibrahim menegaskan bagi para peserta yang diterima nantinya merupakan murni karena hasil perjuangannya sendiri tanpa ada istilah titipan.

"Kami berkomitmen, para peserta yang lolos dalam mengikuti jalur seleksi ini adalah murni karena hasil dari perjuangannya dalam mengikuti setiap tahapan seleksi tanpa ada istilah titipan-titipan dan istilah formalitas," tegasnya saat memberikan sambutan kepada para peserta seleksi di Balai Besar Peradaban (BBP), Selasa (25/06/24).

"Kami yakin betul, tidak mudah bagi teman-teman untuk mendapatkan sebuah prestasi di luar sana dan begitu banyak proses dan waktu yang dilalui. Dimana tidak mudah menjadi ketua OSIS, menjadi penghafal Al-Quran, menjadi peraih juara olimpiade ataupun prestasi akademik dan non-akademik lainnya," tambahnya.

Salah satu peserta saat mengikuti seleksi wawancara

Lebih lanjut, Ibrahim menyebutkan bahwa jalur talenta unggul daerah sendiri merupakan apresiasi khusus kepada para anak daerah Bangka Belitung dari UBB untuk mengakomodir mereka yang memiliki prestasi.

"Jalur ini merupakan persembahan kepada putra-putri daerah yang berprestasi untuk dapat melanjutkan pendidikannya di UBB tanpa membayar uang kuliah selama 8 semester bagi S1 dan 6 semester bagi program D3," ujarnya.

Selain itu, beliau juga mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah berhasil melewati seleksi administrasi dan kemudian melanjutkan ke seleksi akademik, wawancara dan unjuk kerja ini.

"Yang pertama kami ucapakan selamat bagi yang telah berhasil sampai pada tahapan ini. Semoga nanti dalam proses seleksi ini para peserta dalam lancar dan mampu berdialog dengan para penguji dengan baik dan lancar sesuai dengan kemampuannya masing-masing," ujarnya.

Para peserta saat mendengarkan pengarahan dari Rektor UBB Prof. Ibrahim 

Dirinya juga berharap, semoga pada tahun selanjutnya UBB dapat menambah kuota dari jalur talenta ini dan mampu mengakomodir putra-putri daerah yang memiliki kemampuan istimewa lebih banyak lagi.

Dijelaskan, dalam proses seleksi kali ini, diikuti sebanyak 18 peserta yang terdiri dari berbagai macam prestasi dan kemampuan tiap masing peserta. Dimana, para peserta mengikut tiga tahapan seleksi yang terdiri dari seleksi akademik, wawancara dan unjuk kerja.

Untuk seleksi akademik terdiri dari tes potensi skolastik, literasi Bahasa (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris) dan penalaran matematika. Sedangkan untuk unjuk kerja khusus dilakukan pada pendaftar yang lulus administrasi dengan kriteria prestasi Musabaqah Tilawatil Quran (Tilawatil Quran), Hafalan Quran dan Kemampuan Berbahasa Inggris. (Humas/I.L.A)



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)