+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
02 Juli 2024 | 21:43:25 WIB


Tiga Dosen UBB Peroleh Hak Paten dari DJKI Kemenkumham



Bangka, UBB—Tiga dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) terdiri dari Muhammad Jumnahdi (Dosen Teknik Elektro), Verry Andre Fabiani (Dosen Kimia), dan Eva Prasetiyono (Dosen Akuakultur)  berhasil memperoleh sertifikat patennya dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), pada Senin (1/7/24).


Tiga sertifikat paten tersebut terdiri dari paten tiang lampu jalan dengan penyimpanan baterai, paten sederhana proses pembuatan biodiesel dari minyak jelantah menggunakan katalis CaO cangkang siput gonggong, serta paten kompos batang pisang untuk menurunkan kandungan logam berat timbal dan menaikkan pH asam pada media akuakultur.


Penyerahan sertifikat kepada ketiga dosen berbarengan dengan pembukaan Patent One Stop Service (POSS) atau Layanan Paten Terpadu di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung.


Berhasilnya para dosen UBB memperoleh hak patennya tersebut, tidak terlepas dari adanya dukungan UBB melalui Lembaga Penelitian Kepada Masyarakat (LPPM) dengan dibentuknya Tim Pengelola Publikasi dan Penerbtian Ilmiah (TP3I) yang diketuai oleh Gigih Ibnu Prayoga.


Hal itu diungkapkan oleh Ketua LPPM yang sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Nanang Wahyudin, M.M. menyebutkan bahwa untuk mendorong hak paten yang ada di UBB tim LP3I selalu berupaya untuk mengkoordinasikan dan berkomunikasi dengan DJKI pusat.


Pada akhirnya, dengan adanya program dari DJKI Kemkumham mengenai Patent One Stop Service (POSS) kemudian dapat difasilitasi oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kemkumham Bangka Belitung.


“Tentunya kami mengucapkan terimakasih kepada Tim Pengelola Publikasi dan Penerbitan Ilmiah (TP3I) UBB yang diketuai oleh salah satu dosen kita yaitu Pak Gigih yang aktif menghubungi dan mengkoordinasi dosen UBB untuk ikut serta dalam finalisasi paten-paten yang diusulkan,” ungkapnya.


“Kami tahu betul perjuangan untuk sampai kesini tidaklah mudah. Namun, dengan adanya dukungan rektor, kita terus mempersiapkan dan medorong agar hasil riset, pengabdian dan penelitian dosen pada pengakuan terhadap kekayaan intelktual ataupun paten,” tambah Plt Warek tersebut.


Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada dosen yang telah memperoleh hak patennya. Selain itu, menghimbau kepada setiap dosen agar hasil karyanya yang layak diajukan ke paten untuk segera di ajukan dan begitupun dengan kekayaan intelektualnya.


“Alhamdulilah, tentunya UBB mengapresiasi kepada tiga dosen yang telah memperoleh sertifikat patennya. Dimana ada dua paten sederhana dan satu paten. Bagi dosen lain yang belum memiliki hak paten untuk segera mengajukan. Hal itu tidak lain karena kita menyadari betul bahwa UBB sangat kurang dalam segi paten,” pungkasnya.


Sebagai penutup, Nanang menyampaikan ketika sudah mendapatkan paten harus segera di komersialisasikan hingga kebergunaannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.


Sementara itu, Muhammad Jumnahdi selaku penerima sertifikat tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perolehan paten tersebut.


“Tentunya tidak lupa yang pertama adalah ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses ini, terutama adalah Pak Rektor Ibrahim dan Pak Nanang Wahyudin selaku Ketua LPPM ataupun Plt Wakil Rektor, serta Pak Gigih sebagai fasilitator dalam perannya sebagai pusat studi HAKI di UBB,” ungkapnya.


Dirinya menambahkan, dengan adanya peroleh hak paten ini sebagai modal atau embrio untuk perkembangan UBB terutama terkait dengan pengembangan bisnis dan usaha yang mampu mendorong UBB yang telah berstatus sebagai kampus Badan Layanan Umum (BLU).


“Dengan paten yang saya peroleh yakni tiang lampu jalan dengan penyimpanan baterai membuktikan bahwa UBB berhak untuk memproduksi tiang lampu jalan dan itu diakui di seluruh Indonesia,” paparnya.


Muhammad Jumnahdi yang juga Ketua UPA Perpustakaan UBB berharap dengan adanya paten ini dapat didukung oleh pusat bisnis UBB baik dengan cara kerjasama ataupun produksi sendiri untuk mengaplikasikan hak paten yang telah diperoleh. 


“Ketika kita mampu untuk melakukan produksi maka itu akan menjadi nilai tambah bagi kita, tetapi jika mengarah ke arah pengembangan sendiri,  langkah yang kita ambil adalah dengan kerjsama tadi,” harapnya.


Sedangkan Verry mengungkapkan, dengan adanya paten yang diperoleh ini dapat bermanfaat bagi pengembangan keilmuan dan dapat diimplementasikan di dunia industry dan sekaligus dapat mendorong teman dosen lainnya untuk mendapatkan paten baru yang berguna bagi masyarakat.


“Semoga ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan sekaligus menjadi dorongan kepada teman lain untuk jangan takut mempatenkan hasil karyanya. Hal itu mengingat bahwa paten yang didapatkan sekarang ini tidak lain adalah merupakan hasil dari penelitiannya sendiri,” tukasnya. (I.L.A)

 



UBB Perspectives

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)