Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
29 Maret 2025 | 13:50:17 WIB
Keren, Peminat SNBT UBB Alami Lonjakan
Bangka,UBB-- Pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) Perguruan Tinggi Negeri resmi ditutup pada 27 Maret 2025. Seleksi ini merupakan jalur kedua dari tiga rangkaian penerimaan mahasiswa baru di kampus negeri, setelah Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) atau jalur undangan. Di Universitas Bangka Belitung (UBB), terjadi lonjakan jumlah peminat sekitar 20% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan minat calon mahasiswa terhadap kampus ini.
Pada tahun ini, UBB menyediakan 1.220 kursi untuk jalur SNBT, yang mencakup sekitar 40% dari total mahasiswa baru yang akan diterima. Jumlah peminat UBB mencapai 4.335 orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 3.633 orang. Dengan demikian, tingkat keketatan rata-rata menjadi 1:4. Program Studi Kedokteran menjadi yang paling kompetitif dengan tingkat keketatan 1:22, disusul oleh Program Studi Keperawatan dengan rasio 1:16, dan Teknik Pertambangan dengan rasio 1:9.
Secara keseluruhan, seluruh program studi di UBB mengalami peningkatan jumlah peminat, mencerminkan persepsi positif masyarakat terhadap kualitas pendidikan di kampus ini. Peningkatan peminat juga berdampak pada meningkatnya angka keketatan penerimaan mahasiswa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas input mahasiswa baru. Meskipun daya tampung UBB masih terbatas, peningkatan keketatan menjadi salah satu target utama universitas dalam beberapa tahun ke depan.
Tahun lalu, total peminat UBB untuk tiga jalur penerimaan mencapai sekitar 11.000 orang. Tahun ini, universitas menargetkan peningkatan menjadi sekitar 12.000 peminat. Pada jalur SNBP, terjadi kenaikan peminat sekitar 12%, dan masih ada jalur seleksi mandiri setelah SNBT yang diharapkan juga mengalami peningkatan serupa.
Rektor UBB Ibrahim, optimis bahwa jumlah peminat akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kualitas input mahasiswa. Ia juga menegaskan komitmennya untuk menambah daya tampung dengan berbagai cara, seperti peningkatan kapasitas program studi yang sudah ada, pembukaan program studi baru, serta penyediaan kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
"Kami tidak hanya fokus pada peningkatan jumlah mahasiswa, tetapi juga memastikan bahwa mahasiswa yang diterima memiliki kompetensi unggul. Oleh karena itu, peningkatan daya tampung harus diiringi dengan peningkatan kualitas akademik dan infrastruktur kampus," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nanang Wahyudin, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah peminat merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk program studi, tim humas, dan tim kreatif universitas. Sosialisasi dilakukan secara optimal melalui media sosial serta melalui kunjungan langsung siswa, guru, dan orang tua ke kampus.
“Alhamdulillah, setiap tahun jumlah siswa dan guru yang berkunjung bisa mencapai ribuan,” pungkas wakil rektor.
SNBT tahun ini akan dilaksanakan dalam bentuk Ujian Berbasis Komputer (UBTK) mulai 23 April, dengan dua lokasi pilihan, yaitu Balunijuk dan Tanjung Pandan. Sebagai salah satu panitia yang diberi mandat menjadi tuan rumah SNBT tingkat nasional, UBB dapat menjadi lokasi tes meskipun bukan pilihan utama peserta. Demikian pula, mahasiswa dari provinsi lain dapat memilih UBB sebagai tujuan studi meskipun mengikuti ujian di provinsi masing-masing.
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM