Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
18 April 2025 | 09:24:31 WIB
Wisudakan 364 Lulusan, Rektor UBB Berikan Pesan Ini

Balunijuk, UBB — Bertempat di Balai Betason Kampus Gedung Perkuliahan dan Laboratorium Terpadu, Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menyelenggarakan kegiatan Wisudanya yang ke-33 pada Kamis (17/4/25). Dalam moment ini, sebanyak 364 lulusan resmi dikukuhkan sebagai sarjana dan magister dari lima fakultas yang ada di UBB.
Adapun rincian lulusan dari tiap fakultas yang terdiri dari program sarjana dan magister, dimana Fakultas Sains dan Teknik sebanyak 82 orang, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan 83 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 99 orang, Fakultas Hukum 47 orang, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 53 orang.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof. Ibrahim, menyampaikan bahwa setiap perjalanan akademik mahasiswa memiliki cerita dan tantangan tersendiri. Ada yang lulus tepat waktu, ada yang menempuh waktu lebih panjang hingga hampir 14 semester. Menurutnya, proses panjang ini adalah bagian dari pembentukan karakter dan kesiapan mental menuju masa depan yang lebih baik.

“Perjalanan akademik setiap mahasiswa adalah kisah perjuangan yang patut disyukuri, tak peduli apakah diselesaikan dalam waktu cepat atau panjang. Proses itulah yang membentuk ketangguhan dan kesiapan menyongsong masa depan,” ungkap Prof. Ibrahim.
Ia juga memberi apresiasi khusus kepada mahasiswa pascasarjana yang mampu membagi waktu antara peran sebagai orang tua dan pelajar. Bahkan, ada di antara mereka yang hampir diwisuda bersamaan dengan anaknya sendiri.
“Ini bukti nyata bahwa semangat belajar tidak mengenal usia dan tanggung jawab bukan alasan untuk berhenti berkembang,” tambahnya.
Rektor UBB juga menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Para lulusan diingatkan untuk tidak larut dalam zona nyaman dan terus bersiap menghadapi dunia kerja yang penuh dengan dinamika dan tantangan yang berbeda.

Lebih lanjut, Prof. Ibrahim mengajak para lulusan untuk terus terbuka terhadap perubahan, membangun jiwa pembelajar sepanjang hayat, serta memperluas jaringan pertemanan. Ia juga menekankan pentingnya nilai kejujuran dan integritas sebagai ciri utama seorang ilmuwan.
“Kita boleh salah, tapi tidak boleh berbohong. Gelar akademik bukan sekadar simbol, tapi juga tanggung jawab moral untuk menjadi cahaya dan pengambil keputusan yang adil di masyarakat,” tegas Prof. Ibrahim.
Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan pesan penting bagi seluruh lulusan untuk menjaga nama baik almamater.
“Jagalah marwah dan martabat Universitas Bangka Belitung. Apa pun yang Anda lakukan nanti akan mencerminkan siapa Anda, dan siapa kita sebagai keluarga besar UBB,” pungkasnya.
Sementara itu, sambutan dari perwakilan wisudawan disampaikan oleh Elsa Floren, lulusan dari Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Dalam pidatonya, Elsa menyampaikan bahwa proses belajar di UBB bukan hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui interaksi, dinamika organisasi, serta kebersamaan yang membentuk karakter dan kepemimpinan.
Ia juga menegaskan bahwa wisuda adalah awal dari tanggung jawab baru.
“Gelar akademik adalah amanah. Kami harus terus menjadi pribadi yang adaptif, solutif, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan integritas,” ujar Elsa.
Dalam pidatonya Elsa mengutip pesan dari Ki Hajar Dewantara, “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus menjadi teladan, penggerak, dan pendukung di mana pun berada, serta selalu menjaga nama baik Universitas Bangka Belitung sebagai wujud kecintaan dan tanggung jawab sebagai alumni. (UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM