Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
24 Juni 2025 | 14:23:44 WIB


Resmi Dibuka, 2010 Mahasiswa UBB Ikuti Pembekalan Pendikar 2025 Menuju Generasi Berkarakter



Balunijuk, UBB-- Universitas Bangka Belitung (UBB) laksanakan pembukaan dan pembekalan awal kegiatan Pendidikan Karakter (Pendikar) Tahun 2025 secara daring pada Hari Senin (23/06/2025), sebagai tahap awal menuju pelaksanaan luring di masing-masing fakultas nantinya.


Kegiatan ini mengusung tema “Pendikar Berdampak: Membentuk Pribadi Unggul dan Membangun Peradaban dari Kampus Kite”, dan bertujuan menanamkan nilai-nilai dasar kebangsaan, integritas, serta kesadaran etika mahasiswa sejak dini.

Pembekalan dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UBB, dengan diikuti oleh 2.010 mahasiswa dari seluruh program studi. 


Dalam sesi ini, mahasiswa dibekali dengan materi pengantar yang bertujuan mempersiapkan diri secara konseptual dan mental dalam menjalani seluruh rangkaian pendidikan karakter. Materi tersebut mencakup pengenalan tujuan Pendikar, pemetaan nilai-nilai utama yang akan dikembangkan, serta teknis pelaksanaan kegiatan secara luring dan daring.


Pendikar 2025 sendiri diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) melalui Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban, dengan Dr. Fitri Ramdhani Harahap, M.Si. sebagai Ketua Pelaksana, dan Abdul Fatah, M.Sc. sebagai Wakil Ketua Pelaksana, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan MKWK.


Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Nanang Wahyudin, S.E., M.M., yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan karakter adalah pilar pembentukan identitas mahasiswa UBB yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial.


"Mahasiswa harus memahami resiliensi, bagaimana memiliki mental yang kuat," Ungkap Nanang.  

Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., turut memberikan sambutan dan arahan umum. Beliau menekankan bahwa pembangunan peradaban bangsa dimulai dari ruang kelas dan nilai-nilai yang dibentuk sejak masa studi.


"ini soal kemampuan mahasiswa unggul, melalui 4C Critical Thinking atau berpikir kritis, Collaboration atau kemampuan bekerja sama dengan baik, Communication atau kemampuan berkomunikasi, dan Creativity atau kreatifitas," pungkas rektor.


Sementara itu, Ketua LPMPP, Dr. Nizwan Zukhri, M.M., menyampaikan bahwa pembekalan karakter merupakan bagian penting dari sistem pembelajaran transformatif yang menempatkan nilai-nilai sebagai fondasi berpikir dan bertindak mahasiswa.


"Mahasiswa mendapatkan manfaat dari kegiatan PENDIKAR, tidak hanya sebagai syarat wajib administratif tapi dapat mengimplementasikan nilai-nilai ke-UBB an,” tutur ketua LPMPP.


Ketua Pelaksana, Dr. Fitri Rhamdhani Harahap menjelaskan bahwa pembekalan daring ini merupakan langkah awal untuk menyamakan pemahaman seluruh peserta sebelum mengikuti kegiatan luring yang lebih mendalam. Ia menambahkan bahwa kegiatan luring akan dilaksanakan pada tanggal 25–26 Juni 2025 di masing-masing fakultas, dalam bentuk diskusi nilai, refleksi kelompok, dan praktik kontekstual. Seluruh rangkaian kegiatan, termasuk penugasan, pelaporan, dan pengumpulan tugas, dilakukan secara terintegrasi melalui Learning Management System (LMS) EdLink milik UBB.


"Melalui kegiatan PENDIKAR UBB Tahun 2025, mahasiswa dapat memahami bagaimana penerapan mental, moral dan intelektual,” Ungkapnya.


Kegiatan ini juga melibatkan fasilitator dari kalangan dosen di lingkungan UBB, serta co-fasilitator dari unsur mahasiswa yang telah mendapatkan pembekalan sebelumnya. Keterlibatan lintas peran ini dirancang untuk memperkuat pendekatan pendidikan karakter yang partisipatif, reflektif, dan berbasis keteladanan. Melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa, Pendikar diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang membangun dialog etis, menumbuhkan kesadaran diri, serta menginternalisasi nilai-nilai luhur secara kontekstual dalam kehidupan kampus. (Humas UBB)
 



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z