Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
26 Juni 2025 | 09:32:48 WIB


UBB Gelar PENDIKAR Hari Pertama: Membentuk Pribadi Unggul, Membangun Peradaban dari Kampus Kite


Balunijuk, 25 Juni 2025 — Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi membuka rangkaian kegiatan Pendidikan Karakter (PENDIKAR) tahun 2025 yang mengusung tema “Pendikar Berdampak: Membentuk Pribadi Unggul dan Membangun Peradaban dari Kampus Kite.” Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, pada 25–26 Juni 2025, dan diikuti oleh total 2.010 mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan UBB.
Untuk gelombang pertama, sebanyak 1.006 mahasiswa mengikuti kegiatan secara serentak di 13 ruang kelas yang tersebar di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk. PENDIKAR UBB tahun ini juga melibatkan 13 narasumber dan 26 fasilitator yang bersama-sama membimbing peserta dalam pembentukan karakter berlandaskan nilai Mental, Moral, dan Intelektual (MMI).


Kegiatan dimulai dengan registrasi dan pemeriksaan atribut peserta sebagai bagian dari pembentukan kedisiplinan. Selanjutnya, peserta dibekali tiga materi utama, yaitu:
Mental Tangguh: Pulih dan Tumbuh
Moralitas: Citra Diri, Empati, dan Etika
Open Minded: Membangun Intelektual Progresif di Kampus Kite


Selain materi, kegiatan dilengkapi dengan ice breaking, simulasi, serta outbound karakter yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan karakter mahasiswa secara holistik — tidak hanya secara kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik.
Menanamkan Nilai-nilai Luhur Lewat Aksi Nyata

Kepala LPMPP UBB, Dr. Nizwan, mengingatkan pentingnya mengikuti seluruh tahapan PENDIKAR dengan penuh tanggung jawab.
“Kegiatan ini dirancang bertahap dan berkelanjutan. Jangan sampai tidak mengumpulkan tugas atau mengabaikan arahan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa PENDIKAR bertujuan membentuk lulusan yang unggul secara intelektual, sekaligus matang secara emosional dan spiritual. “Nilai-nilai karakter yang ditanamkan hari ini diharapkan terus hidup dalam perilaku mahasiswa, baik selama di kampus maupun saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Kepala Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban LPMPP, Dr. Fitri Ramdhani Harahap, menjelaskan bahwa tema tahun ini selaras dengan arah pengembangan Kurikulum Berdampak dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Pendikar mengintegrasikan pembelajaran di dalam dan di luar kelas, sebagai bentuk nyata internalisasi nilai mental, moral, dan intelektual dalam kehidupan mahasiswa,” jelasnya.

Kepala Pusat MKWK LPMPP, Abdul Fatah, menyebut bahwa konsep PENDIKAR tahun ini lebih sederhana karena dilaksanakan sepenuhnya di area kampus, berbeda dari tahun sebelumnya yang sebagian berlangsung di luar daerah.“Kami sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan saat ini, tapi tetap fokus pada esensi pembentukan karakter,” ujarnya.Ia juga berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan nilai-nilai seperti tanggung jawab, empati, dan disiplin dalam kehidupan kampus dan masyarakat luas.

Narasumber Dr. Reniati menyampaikan bahwa PENDIKAR berhasil memantik semangat belajar, memperluas cara pandang mahasiswa terhadap pembelajaran, serta meningkatkan kesadaran etika akademik dan komunikasi yang santun.
“Mereka lebih kritis, kolaboratif, dan semangat untuk menghasilkan karya yang bermanfaat,” ujarnya.

Rozani, fasilitator kegiatan, menyebut antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak peserta aktif bertanya dan berdiskusi selama sesi berlangsung.
“Diskusinya hidup, pertanyaannya kritis. Ini bukti materi benar-benar diserap dengan baik,” ujarnya.

Kalsum Ghina, mahasiswa Sastra Inggris, menyebut PENDIKAR sangat asyik dan mendorong mahasiswa untuk lebih kritis.
“Narasumbernya seru, materinya mudah dicerna dan bikin kami lebih berpikir,” ungkapnya.
Sementara itu, Jonathan, peserta lain, mengaku senang bisa membaur dan berinteraksi dengan mahasiswa lintas jurusan.

Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, di mana mahasiswa diajak mengevaluasi nilai-nilai yang telah mereka serap, disusul dengan foto bersama antara peserta, narasumber, fasilitator, dan panitia. 

Dengan semangat kolektif dan komitmen dari seluruh sivitas akademika, PENDIKAR UBB 2025 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi batu pijakan penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berintegritas, berdaya saing, dan berjiwa sosial.
Dari Kampus Kite, nilai-nilai karakter tumbuh—dan dari sinilah peradaban unggul mulai dibangun. (Humas)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z