Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
03 Agustus 2025 | 21:15:27 WIB
POTRET PENERIMA BEASISWA KIP-K KEDOKTERAN UBB ASAL JURU SEBRANG, BELITUNG: MENGGAPAI MIMPI DARI NEGERI LASKAR PELANGI

Belitung, UBB-- Di tengah keterbatasan akses dan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, seorang putri daerah dari Desa Juru Sebrang, Belitung, berhasil menembus ketatnya persaingan untuk masuk Program Studi Kedokteran Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui jalur PMB Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan merupakan penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Adalah Siti Maisyaroh, remaja berusia 19 tahun, yang kini mencatatkan namanya sebagai salah satu mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran UBB tahun ajaran 2025/2026. Siti merupakan anak dari keluarga nelayan yang sederhana. Ayahnya, Pak Jumadi, sehari-hari melaut, sementara ibunya Mardiana mengurus rumah tangga.
Meskipun hidup dalam keterbatasan, Siti dikenal sebagai siswa berprestasi di MAN Negeri 1 Tanjungpandan. Ia sering menjadi perwakilan sekolah dalam lomba-lomba tingkat kabupaten dan provinsi, khususnya di bidang kimia. Semangat belajarnya yang tinggi dan tekad untuk mengabdi sebagai dokter di kampung halamannya menjadi motivasi utama dalam perjuangannya.
“Saya ingin kembali ke kampung dan membuka praktik dokter di sini. Banyak warga yang harus ke kota hanya untuk pengobatan dasar. Itu jadi dorongan saya sejak kecil,” ujar Siti saat diwawancarai saat kunjungan dari Bupati Belitung dan Rektor UBB di kediamannya.
Program KIP-K memberikan pembiayaan penuh bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi akademik unggul. Beasiswa ini mencakup biaya pendidikan serta biaya hidup selama masa studi S1 Kedokteran dan juga hingga Program Pendidikan Profesi Dokter Muda (co-ass) bagi Siti.

Rektor UBB, Prof. Ibrahim menyampaikan bahwa pihak kampus berkomitmen membuka akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kami bangga ada mahasiswa seperti Siti dari daerah pesisir yang mampu bersaing secara akademik. Ini membuktikan bahwa potensi anak bangsa ada di mana-mana, tinggal bagaimana kita membukakan pintunya,” ucapnya.
Bupati Belitung, H. Djoni Alamsyah Hidayat, S.Sos juga turut memberikan apresiasi atas pencapaian Siti. Dalam keterangannya, ia menyatakan bahwa ini merupakan bukti bahwa investasi pendidikan di wilayah terpencil tidak boleh diabaikan.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, jadilah kebanggan Bapak dan Ibu, Masyarakat di Belitung menunggu pengabdian Siti Maisyaroh selanjutnya. Siti adalah contoh nyata bahwa anak-anak dari desa pun bisa menggapai pendidikan tinggi dan profesi bergengsi seperti dokter. Pemerintah Kabupaten Belitung terus berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan dan mendukung generasi muda yang ingin maju,” ujar Bupati Djoni.
.jpeg)
Rektor didampingi Bupati Belitung dan Wakil Rektor 1 UBB juga secara simbolis menyerahkan beasiswa KIP-Kuliah dan juga memakaikan jas almamater kebanggaan mahasiswa UBB sebagai tanda bahwa Siti telah menjadi bagian dari sivitas Kampus Peradaban.
Kini, langkah Simay (panggilan akrab Siti) menuju cita-cita sebagai dokter sudah dimulai. Ia menjadi inspirasi bagi banyak pelajar lain di Belitung, khususnya di Desa Juru Sebrang, bahwa pendidikan tinggi bukanlah hal mustahil — bahkan bagi mereka yang berasal dari ujung desa sekalipun. (Humas)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM