Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
09 Juli 2026 | 11:15:41 WIB


UBB Jadi Lokasi Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI Bahas RUU Ketenagalistrikan


Bangka, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) menjadi pusat penyerapan aspirasi akademik dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ketenagalistrikan melalui Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025–2026 yang digelar di Ruang Balai Besar Peradaban (BBK) UBB, Rabu (8/7/2026). Forum ini mempertemukan unsur legislatif, pemerintah, perguruan tinggi, badan usaha milik negara, dan praktisi sektor energi untuk menghimpun masukan dalam penyempurnaan regulasi ketenagalistrikan nasional.

Kunjungan kerja dipimpin oleh Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., bersama anggota Komisi XII DPR RI, yakni Jamaludin Malik, S.H., M.H., drg. Alfons Manibui, Dewi Yustisiana, S.H., M.Kn., dan Ir. H. Ateng Sutisna.

Turut hadir Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Dr. Drs. Agus Suryadi, M.Si., yang mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Hadir pula Tri Winarno selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, M. Fahrur Rozy selaku Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Ira Savitri selaku General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Alois Wisnuhardana selaku Specialist System to CEO PT PLN (Persero), Alimuddin Baso selaku Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Patra Niaga, Alexander Susilo selaku Executive General Manager Regional Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, Novriantari selaku Senior Manager Operation and Maintenance Regional Sumbagsel PT Pertamina Patra Niaga, serta Muhammad Subhan selaku Wakil Direktur II Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), bersama jajaran pimpinan dan sivitas akademika Universitas Bangka Belitung.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI, Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa kunjungan ke Universitas Bangka Belitung bertujuan menyerap pandangan dan masukan dari kalangan akademisi sebagai bahan penyusunan RUU tentang Ketenagalistrikan.

"Kunjungan ini memang bertujuan untuk mendapatkan masukan dari kalangan akademisi terkait Rancangan Undang-Undang tentang Ketenagalistrikan. Kami berharap berbagai pandangan, hasil kajian, serta rekomendasi yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembahasan RUU sehingga menghasilkan regulasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan sektor ketenagalistrikan nasional," ujar Bambang Patijaya.

Menurutnya, penyusunan RUU Ketenagalistrikan membutuhkan perspektif yang komprehensif dari berbagai pemangku kepentingan. Perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghadirkan kajian ilmiah agar regulasi yang disusun mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, mendukung transisi energi, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Rektor Universitas Bangka Belitung, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Komisi XII DPR RI yang memilih UBB sebagai lokasi pelaksanaan kunjungan kerja legislasi. Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang strategis bagi perguruan tinggi untuk menyampaikan hasil kajian ilmiah dalam mendukung penyusunan kebijakan publik.

"Sinergi antara DPR RI, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan institusi pendidikan vokasi merupakan langkah penting dalam menghasilkan regulasi yang berkualitas. Universitas Bangka Belitung berkomitmen memberikan kontribusi akademik melalui penelitian dan kajian ilmiah guna mendukung pembangunan sektor energi yang berkelanjutan," ujar Prof. Ibrahim.

Prof. Ibrahim juga menyoroti perubahan mendasar dalam tata kelola ketenagalistrikan pascaputusan Mahkamah Konstitusi melalui judicial review. Menurutnya, pengelolaan ketenagalistrikan tidak lagi menggunakan pendekatan unbundling, melainkan harus dilaksanakan melalui sistem yang terintegrasi.

"Pasca putusan Mahkamah Konstitusi melalui judicial review, terdapat perubahan yang sangat mendasar dalam pengelolaan ketenagalistrikan. Sistem yang sebelumnya mengarah pada unbundling kini harus dikelola secara terintegrasi, mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga penjualan tenaga listrik. Keseluruhan proses tersebut perlu berada dalam satu kesatuan pengelolaan agar tercipta sistem kelistrikan yang andal, efisien, dan mampu menjamin pelayanan kepada masyarakat," jelasnya.

Sebagai bagian dari agenda kunjungan kerja, forum ini menghadirkan sesi pemaparan akademik dari perguruan tinggi dan pendidikan vokasi. Dari Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung (Polman Babel), materi disampaikan oleh Eko Sulistyo, M.T. dan Enggar Hero Istoto, S.Si., M.En. Sementara dari Universitas Bangka Belitung, paparan disampaikan oleh Dr. Ir. Wahri Sunanda, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., M. Yonggi Puriza, dan Asmar, S.T., M.Eng.

Dr. Wahri Sunanda memaparkan materi bertajuk "Perspektif Transisi Energi Berkelanjutan dan Keandalan Jaringan Kelistrikan Daerah". Ia menegaskan bahwa transisi energi harus berjalan beriringan dengan peningkatan keandalan sistem jaringan kelistrikan, khususnya di wilayah kepulauan seperti Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Menurutnya, penyusunan RUU tentang Ketenagalistrikan perlu mempertimbangkan karakteristik geografis daerah, kesiapan infrastruktur, ketahanan sistem kelistrikan, serta penguatan riset dan inovasi guna mendukung transformasi energi nasional.

"Wilayah kepulauan membutuhkan pendekatan kebijakan kelistrikan yang berbeda karena tantangan sistem jaringan, pemerataan infrastruktur, dan keandalan pasokan listrik tidak sama dengan wilayah daratan. Oleh karena itu, substansi RUU Ketenagalistrikan perlu mengakomodasi kondisi tersebut agar tercipta sistem kelistrikan yang tangguh, berkeadilan, dan mampu mendukung pembangunan daerah," jelas Dr. Wahri Sunanda.

Sementara itu, Eko Sulistyo dan Enggar Hero Istoto menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan teknologi ketenagalistrikan. Dari Universitas Bangka Belitung, M. Yonggi Puriza dan Asmar, S.T., M.Eng., turut memberikan pandangan mengenai pengembangan teknologi energi, inovasi, serta pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri untuk mempercepat transformasi energi nasional.

Masukan yang disampaikan para akademisi tersebut mendapat perhatian dari Tim Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI sebagai bagian dari perspektif ilmiah dalam penyempurnaan substansi RUU tentang Ketenagalistrikan.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan sivitas akademika UBB, perwakilan pemerintah daerah, kementerian, BUMN, perguruan tinggi, dan peserta lainnya. Berbagai pandangan, kajian ilmiah, serta rekomendasi yang dihimpun dalam forum ini diharapkan menjadi bahan penyempurnaan substansi RUU tentang Ketenagalistrikan sehingga mampu menghadirkan sistem ketenagalistrikan nasional yang lebih andal, berkeadilan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mendukung percepatan transisi energi menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Universitas Bangka Belitung kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam penyusunan kebijakan publik berbasis ilmu pengetahuan. Keterlibatan akademisi UBB dalam forum legislasi ini menjadi wujud nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional, khususnya di sektor energi dan ketenagalistrikan. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z