Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
03 September 2026 | 10:09:03 WIB


100 Mahasiswa Pertanian UBB Terima Beasiswa dari Yayasan Merah Putih Gubernur Harapkan Pengembangan Sektor Pertanian


BANGKA, UBB — Komitmen memperkuat sumber daya manusia di bidang pertanian terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebanyak 100 beasiswa diberikan kepada mahasiswa Jurusan Pertanian Fakultas Pertanian, Perikanan dan Kelautan (FPPK) Universitas Bangka Belitung (UBB) sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan pendidikan dan pengembangan generasi muda pertanian di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Beasiswa tersebut oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, kepada Rektor UBB Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam kegiatan yang berlangsung di Kampus Terpadu UBB, Balunijuk, Kabupaten Bangka, Rabu (2/9/2026).

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 100 mahasiswa FPPK UBB, khususnya untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan pengembangan kapasitas mahasiswa yang dipersiapkan menjadi sumber daya manusia unggul di bidang pertanian. Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E. juga menyerahkan bantuan beasiswa kerja sama tahap I Tahun Anggaran 2026 kepada 73 mahasiswa dengan total bantuan sebesar Rp195.000.000.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut memberikan bantuan sosial (bansos) pendidikan kepada dua mahasiswa, yakni Nabila Deviya Sari sebesar Rp7.000.000 dan Apriyadi Safutra sebesar Rp6.250.000. Berbagai bantuan tersebut menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam memperluas akses pendidikan, mendukung keberlanjutan studi mahasiswa, serta membantu meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa dan keluarga. Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara UBB dan Yayasan JHL Merah Putih Kasih, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas mahasiswa, serta penguatan sumber daya manusia di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian beasiswa, tetapi dapat berkembang melalui berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat, termasuk pengembangan potensi sektor pertanian, kewirausahaan, inovasi, dan penguatan kompetensi mahasiswa.

Rektor UBB Ibrahim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jerry Hermawan Lo selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan kepada mahasiswa UBB. Menurutnya, pemberian beasiswa dalam jumlah besar ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi UBB. Bahkan, untuk pertama kalinya sebuah lembaga yang berorientasi pada dunia industri dan perekonomian memberikan dukungan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung.

“Ini merupakan suatu hal yang luar biasa bagi UBB. Untuk pertama kalinya, lembaga yang bergerak dan berorientasi pada industri serta perekonomian memberikan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar kepada mahasiswa Universitas Bangka Belitung,” ujar Ibrahim. Ia mengatakan, dukungan tersebut juga memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan tetap memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk keberhasilan seseorang.

Menurut Ibrahim, memang terdapat orang-orang yang mampu belajar secara autodidak dan berhasil dalam kehidupannya. Namun, jumlah orang yang berhasil melalui jalur tersebut relatif kecil. Sebagian besar orang yang berhasil justru memperoleh fondasi pengetahuan, kompetensi, dan pembentukan karakter melalui dunia pendidikan. “Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan sangat penting. Pendidikan bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kompetensi, karakter, cara berpikir, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan,” katanya.

Ia menambahkan, beasiswa yang diberikan tidak semata-mata dipandang sebagai bantuan untuk meringankan biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga sebagai investasi terhadap sumber daya manusia. Terlebih, mahasiswa FPPK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan pertanian di Bangka Belitung.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. (H.C.) Hidayat Arsani, S.E., menyampaikan rasa terima kasih sekaligus kebanggaannya atas kehadiran Jerry Hermawan Lo yang turut memberikan perhatian terhadap pendidikan mahasiswa di Bangka Belitung. 

Ia menilai pemberian beasiswa tersebut akan membantu meringankan beban orang tua mahasiswa dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka. “Saya mengucapkan terima kasih dan merasa bangga karena Pak Jerry telah datang dan memberikan beasiswa kepada mahasiswa. Bantuan ini tentu sangat membantu dan dapat meringankan beban orang tua mahasiswa,” ujar Hidayat Arsani. Hidayat juga menegaskan bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak berhenti pada pemberian beasiswa. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kata dia, ke depan akan mendorong pembangunan kebun percontohan bagi mahasiswa.

Kebun percontohan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami pertanian melalui teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung. “Ke depan kita akan membuat kebun percontohan untuk mahasiswa. Jadi mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat langsung mempraktikkan bagaimana mengelola pertanian,” katanya. Menurut Hidayat, langkah tersebut penting agar mahasiswa pertanian tidak hanya dipersiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku dan penggerak sektor pertanian.

Mahasiswa didorong untuk mampu mengembangkan usaha, melahirkan inovasi, memanfaatkan teknologi, serta menciptakan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan di bidang pertanian.
“Mahasiswa jangan hanya berpikir untuk mencari pekerjaan. Kita ingin mereka menjadi pelaku pertanian, mampu berusaha, berinovasi, dan kalau bisa justru menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Di sisi lain, Jerry Hermawan Lo menyampaikan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan dan dukungan beasiswa harus dimanfaatkan mahasiswa sebaik mungkin. Ia mengingatkan mahasiswa bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kesempatan, tetapi juga oleh bagaimana seseorang menjalani proses untuk mencapai tujuan. Jerry memperkenalkan prinsip yang disebutnya sebagai “Panca Krida”, yakni lima hal yang menjadi prinsip dalam meraih keberhasilan. “Yang pertama adalah kesempatan, yang kedua kerja keras, yang ketiga kerja cerdas, yang keempat kerja tuntas, dan yang kelima loyalitas,” ujar Jerry.

Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa mampu menjadikan kesempatan tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.
Kesempatan memperoleh pendidikan, menurutnya, harus disertai dengan kerja keras dan kerja cerdas agar setiap proses yang dijalani dapat diselesaikan dengan baik. Selain itu, loyalitas juga menjadi nilai penting dalam membangun karakter dan keberhasilan seseorang. Pemberian berbagai bantuan pendidikan serta penandatanganan MoU dan PKS tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, UBB, serta Yayasan JHL Merah Putih Kasih dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Bagi UBB, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan mahasiswa FPPK sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan untuk mengembangkan sektor pertanian. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan pertanian berbasis inovasi, kewirausahaan, teknologi, dan kebutuhan dunia industri.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha, inovator, sekaligus penggerak pembangunan pertanian dan ekonomi di Bangka Belitung. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z