Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
02 Oktober 2026 | 11:51:42 WIB
Konferensi Internasional The 8th ICoGEE FST UBB Himpun 119 Artikel dari 10 Negara, Perkuat Kolaborasi Riset Energi dan Lingkungan

Bangka, UBB – Sebanyak 119 artikel dari 10 negara dipresentasikan dalam The 8th International Conference on Green Energy and Environment (ICoGEE) 2026 yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Bangka Belitung (UBB), 29–30 September 2026. Mengusung tema “Accelerating Sustainable Energy and Innovation for an Environmentally Resilient Future,” forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk bertukar gagasan serta memperkuat kolaborasi di bidang energi berkelanjutan dan lingkungan.
Konferensi dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bangka Belitung pada 29 September 2026. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan selamat datang kepada para keynote speaker, peserta, akademisi, peneliti, dan seluruh pihak yang hadir. Menurutnya, partisipasi dari berbagai negara menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik dan mendorong pertukaran pengetahuan di bidang energi serta lingkungan.
Dekan Fakultas Sains dan Teknik UBB turut mengapresiasi partisipasi seluruh peserta dan pembicara. Ia berharap ICoGEE 2026 dapat memperkuat kerja sama akademik sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian pada masa mendatang.
Tahun ini, panitia menerima 130 artikel dan mencatat 119 artikel dipresentasikan. Para pemakalah berasal dari 10 negara: Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina,
.jpeg)
Thailand, China, Jepang, Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Agenda hari pertama dilanjutkan dengan plenary session yang menghadirkan tiga keynote speaker: Prof. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. dari Universitas Pendidikan Indonesia; Dr. Ihwan Ghazali dari Universiti Teknikal Malaysia; serta Dr. Farida Ahmed Koly dari Chittagong University of Engineering and Technology, Bangladesh.
Para keynote speaker memaparkan perkembangan energi berkelanjutan, inovasi, dan teknologi lingkungan dari beragam perspektif. Seusai sesi pleno, kegiatan berlanjut ke parallel session, tempat para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian sekaligus berdiskusi dengan peserta dari berbagai institusi dan negara.
Keragaman asal peserta dan topik yang dibahas menegaskan besarnya perhatian komunitas ilmiah terhadap isu energi dan lingkungan. ICoGEE menjadi ruang untuk mempertemukan hasil riset, pengalaman, dan berbagai pendekatan teknologi yang mendukung keberlanjutan.
Kesuksesan penyelenggaraan ICoGEE 2026 turut didukung oleh PT Timah Tbk, PT Mineral Solana Indonesia, dan PT Bangka Cakra Karya. Panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan para sponsor terhadap terselenggaranya konferensi internasional tersebut.
Pada hari kedua, 30 September 2026, rangkaian kegiatan berlanjut melalui Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (SNPPM). Forum ini menerima 55 artikel dari peserta di lima provinsi, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Riau.
Melalui SNPPM, peserta mempresentasikan beragam hasil penelitian dan program pengabdian kepada masyarakat. Pertemuan lintas daerah tersebut sekaligus memperluas jejaring akademik serta membuka ruang berbagi pengalaman dan gagasan.

Panitia juga mengumumkan best presenter ICoGEE 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kualitas presentasi peserta selama konferensi. Seluruh rangkaian ICoGEE 2026 dan SNPPM resmi ditutup pada 30 September 2026. Selama dua hari, kedua forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara serta wilayah di Indonesia untuk membahas kemajuan riset, energi, lingkungan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan ICoGEE 2026 dan SNPPM, Fakultas Sains dan Teknik UBB menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring akademik dan mendorong kolaborasi riset di tingkat nasional maupun internasional. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah lahirnya gagasan dan inovasi yang mendukung energi berkelanjutan serta masa depan yang lebih tangguh terhadap tantangan lingkungan. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM