Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
14 Oktober 2026 | 11:56:40 WIB
Wujud Kepedulian Sosial, UBB Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Bangka Selatan

Bangka Selatan, UBB -- Universitas Bangka Belitung melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) UBB menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak kebakaran di Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (13/10/2026). Aksi ini menjadi wujud kepedulian dan solidaritas sivitas akademika UBB dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi musibah.
Bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, pakaian layak pakai, makanan siap saji, perlengkapan kebutuhan sehari-hari, serta uang tunai. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran.
.jpeg)
Musibah tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat setempat, tetapi juga menimpa dua mahasiswa UBB. Sebagai bentuk perhatian terhadap keberlangsungan kehidupan dan pendidikan mahasiswa yang terdampak, UBB turut memberikan bantuan khusus kepada keduanya, di samping bantuan yang disalurkan kepada masyarakat secara umum.

Ketua UPZ UBB, Mustofa Tohari, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari inisiatif UPZ UBB untuk menggalang donasi setelah menerima informasi mengenai musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Serdang.
“Setelah kami mendengar ada saudara-saudara kita di Jelutung yang terkena musibah kebakaran, kami dari UPZ berinisiatif untuk mengumpulkan donasi dari para dosen dan karyawan di Universitas Bangka Belitung,” ungkap Mustofa.
Penggalangan donasi tersebut mendapat respons positif dari sivitas akademika UBB maupun masyarakat umum. Dalam waktu tiga hari, UPZ UBB berhasil menghimpun bantuan dana sekitar Rp15 juta. Donasi tersebut sebagian besar berasal dari dosen UBB, dengan dukungan masyarakat Balunijuk dan masyarakat lainnya yang turut berpartisipasi setelah memperoleh informasi melalui publikasi penggalangan bantuan UPZ UBB.

“Alhamdulillah, responsnya luar biasa. Dalam waktu tiga hari terkumpul dana kurang lebih Rp15 juta. Mayoritas dari para dosen, kemudian dari masyarakat Balunijuk dan masyarakat luar yang mengetahui flyer yang kami bagikan,” jelasnya.
Dana dan bantuan yang terkumpul kemudian disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok, di antaranya beras, sembako, perlengkapan mandi, mi instan, pakaian layak pakai, serta uang tunai. Penyaluran tersebut dilakukan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus memberikan dukungan moral bagi masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pascakebakaran.
Di balik penyaluran bantuan tersebut, para warga masih menghadapi tantangan untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari. Salah satunya dirasakan Mari Lalang, warga terdampak yang juga merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis UBB.
Mari mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah keluarga kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan berbagai perlengkapan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Meski bantuan dari berbagai pihak telah berdatangan, kebutuhan hunian masih menjadi persoalan utama yang dihadapi sebagian warga.
“Kalau dibilang kebutuhan, itu rumah. Tapi untuk sekarang itu baju, makanan, minuman, perabotan, alat-alat makan, dan kebutuhan lainnya,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, Mari berharap masyarakat yang terdampak dapat diberikan kekuatan dan ketabahan untuk bangkit serta menata kembali kehidupan mereka. Ia juga berharap musibah serupa tidak kembali terjadi.
“Harapan ke depan, tidak ada lagi bencana seperti ini. Kalau bisa dijauhkan dari bahaya untuk warga di Dusun Serdang ini dan selalu diberikan ketabahan,” harapnya.
Mari turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian UBB dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Baginya, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi warga yang sedang menghadapi masa sulit.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk bantuan yang telah disalurkan. Terima kasih sudah peduli,” ujarnya.
Menanggapi kondisi warga, Mustofa menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan UPZ UBB merupakan bagian dari upaya bersama untuk meringankan beban masyarakat. Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat, meskipun belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.
“Harapan kami, mudah-mudahan sedikit bantuan yang disalurkan melalui UPZ UBB ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita. Mudah-mudahan mereka juga diberikan kekuatan untuk ke depannya,” katanya.
Tidak berhenti pada penyaluran bantuan tahap pertama, UPZ UBB juga membuka peluang penggalangan donasi lanjutan. Mustofa mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan posko bantuan untuk mengidentifikasi kebutuhan warga yang masih perlu dipenuhi, sehingga bantuan berikutnya dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kami sudah menanyakan ke posko bantuan kira-kira ke depan apa yang perlu dibantu. Nanti insyaallah kita akan buka bantuan jilid kedua supaya kita salurkan sesuai dengan kebutuhan saudara-saudara kita yang ada di sini,” jelasnya.
Mustofa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika UBB dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Menurutnya, kepedulian dan semangat berbagi yang terbangun merupakan bentuk solidaritas sosial yang perlu terus dijaga, terutama ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
.jpeg)
Melalui aksi kemanusiaan ini, UBB menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kepedulian sosial tersebut sekaligus mencerminkan peran perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berupaya menumbuhkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan gotong royong.
Penyaluran bantuan melalui UPZ UBB menjadi bagian dari kontribusi nyata universitas dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak kebakaran. Semangat kebersamaan ini diharapkan terus tumbuh, sejalan dengan komitmen UBB untuk menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat melalui semangat Unggul Membangun Peradaban. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM