Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
15 Oktober 2026 | 11:57:59 WIB
Dari Data Mentah Jadi Siap Analisis, UPA Perpustakaan UBB Bekali Mahasiswa Keterampilan AI dan Google Colab
Bangka, UBB — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin membuka peluang baru dalam dunia akademik, termasuk membantu mahasiswa mengolah dan menganalisis data penelitian. Menjawab perkembangan tersebut, Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar lokakarya pemanfaatan AI dan Google Colab di Balai Cendekia, Gedung Antar Lembaga (GALA) UBB, Selasa (13/10/2026).
Mengusung tema “Dari Data Mentah Menjadi Data Siap Analisis: Pemanfaatan AI dan Google Colab untuk Mendukung Penulisan Tugas Akhir”, kegiatan ini diikuti 92 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan instansi di Bangka Belitung. Peserta berasal dari perwakilan program studi di UBB, IAIN SAS Bangka Belitung, ISB Atma Luhur, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, serta Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung.
Lokakarya menghadirkan Irhamni, S.Hum., M.P., Ph.D., Pustakawan Ahli Madya sekaligus Data Scientist Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, sebagai narasumber. Jalannya diskusi dipandu Runi Alcitra Amalia, S.Sos., Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, selaku moderator.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan UBB, Henny Helmi, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Dekan Fakultas Hukum, serta perwakilan UPA TIK, UPA PKK, dan BPS Bangka Belitung.
Dalam kesempatan tersebut, Henny Helmi menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, ketelitian, dan tanggung jawab akademik.
“Mahasiswa harus mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta penelitian. AI dapat membantu proses penyusunan tugas akhir, tetapi penggunaannya harus disertai pemahaman, verifikasi, dan tanggung jawab. Mahasiswa harus tetap menjadi pihak yang memahami dan dapat mempertanggungjawabkan karya ilmiahnya,” ujar Henny Helmi.
Sementara itu, Kepala UPA Perpustakaan UBB, Rostiar, menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi bagian dari upaya perpustakaan dalam menghadirkan layanan dan kegiatan yang adaptif terhadap kebutuhan akademik mahasiswa, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
“Perpustakaan terus berupaya menghadirkan layanan dan kegiatan yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Melalui lokakarya ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami cara memanfaatkan AI dan Google Colab untuk menyiapkan data penelitian secara lebih sistematis, sekaligus tetap menjaga ketelitian dan integritas akademik,” ungkap Rostiar.
Memasuki sesi materi, Irhamni mengajak peserta memahami bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan penelitian, mulai dari mengenali karakteristik data, menyusun instruksi analisis, hingga mengolah hasil penelitian secara sistematis.
Salah satu materi yang menjadi perhatian adalah teknik menyusun prompt atau instruksi yang jelas dan terarah. Peserta dibekali pemahaman bahwa kualitas instruksi berpengaruh terhadap relevansi respons yang diberikan AI. Meski demikian, setiap hasil yang diperoleh tetap perlu diperiksa dan divalidasi agar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, peserta juga diajak mempraktikkan pengolahan data menggunakan Google Gemini dan Google Colab dengan bahasa pemrograman Python. Melalui sesi ini, peserta mempelajari pendekatan analisis kuantitatif, mulai dari statistik deskriptif hingga statistik inferensial, termasuk contoh penerapannya dalam pengolahan data di lingkungan perpustakaan.
Sesi praktik menjadi salah satu bagian penting dalam lokakarya. Peserta berkesempatan mencoba langsung tahapan pengolahan data, memahami penggunaan perangkat analisis, serta mengeksplorasi bagaimana AI dapat membantu menyederhanakan proses teknis yang kerap menjadi tantangan dalam penyusunan tugas akhir.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, khususnya ketika mengikuti praktik penggunaan AI dan Google Colab. Materi yang dipadukan dengan latihan langsung memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif, sekaligus membuka wawasan peserta mengenai pemanfaatan teknologi untuk mendukung penelitian.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, lokakarya ini juga memberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI dalam lingkungan akademik. Teknologi tersebut perlu diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung proses penelitian, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis maupun tanggung jawab mahasiswa terhadap keabsahan karya ilmiahnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa, khususnya yang sedang mempersiapkan tugas akhir, diharapkan semakin terampil dalam mengolah dan menganalisis data penelitian. Penguasaan teknologi tersebut juga diharapkan dapat membantu mahasiswa menghasilkan karya ilmiah yang lebih sistematis, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyelenggaraan lokakarya ini sekaligus memperkuat peran UPA Perpustakaan UBB sebagai pusat pembelajaran yang terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Tidak hanya menyediakan sumber informasi, perpustakaan juga berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan riset, dan kompetensi akademik sivitas akademika.
Melalui penguatan keterampilan berbasis teknologi, UBB terus mendorong terciptanya lingkungan akademik yang inovatif, kritis, dan adaptif terhadap tantangan era digital, sejalan dengan semangat Unggul Membangun Peradaban. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM