Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
17 Oktober 2026 WIB


Prodi Perikanan Tangkap UBB Rekonstruksi Kurikulum Berbasis OBE dan Perkuat Kompetensi Lulusan


Bangka, UBB –  Program Studi Perikanan Tangkap, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung (UBB), menggelar Workshop Rekonstruksi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) Tahun 2026 di Ruang Akustik, Gedung Teladan FPPK UBB, Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi kurikulum yang berlaku dan menyelaraskan kompetensi lulusan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan sektor perikanan tangkap.

Workshop menghadirkan Prof. Dr. Ir. Mohammad Imron, M.Si., dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai narasumber. Kegiatan ini melibatkan pimpinan Universitas dan Fakultas, dosen, instansi pemerintah, asosiasi profesi, pelaku usaha, pengguna lulusan, satuan pendidikan, alumni, serta mahasiswa untuk memberikan masukan bagi penyempurnaan kurikulum.

Dekan FPPK UBB, Riwan Kusmiadi, S.TP., M.Si., dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan, menekankan pentingnya rekonstruksi kurikulum untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja. Pengembangan kompetensi lulusan perlu mempertimbangkan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor perikanan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Peluang mahasiswa memperoleh pengalaman profesional di luar negeri, termasuk melalui program magang di Jepang, turut menjadi pertimbangan dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan kurikulum yang berlaku oleh Koordinator Program Studi Perikanan Tangkap UBB, Agung Priyambada, S.Pi., M.Pi. Pemaparan ini menjadi dasar untuk meninjau kesesuaian Profil Lulusan, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Bahan Kajian (Body of Knowledge), dan struktur mata kuliah dengan perkembangan keilmuan serta kebutuhan dunia kerja.  Melalui pendekatan OBE, rekonstruksi kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis dan kemampuan menerapkan ilmu sesuai dengan kebutuhan profesi di bidang perikanan tangkap.

Evaluasi Kurikulum dan Penguatan Kompetensi Inti
Evaluasi kurikulum menjadi salah satu agenda utama workshop. Pembahasan mencakup peninjauan profil lulusan, CPL, struktur mata kuliah, bahan kajian, serta keterkaitan antara proses pembelajaran dan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja. Dalam penguatan substansi keilmuan, Program Studi Perikanan Tangkap perlu mempertahankan karakter keilmuannya sekaligus menyesuaikan materi pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor kelautan dan perikanan.

Narasumber, Prof. Dr. Ir. Mohammad Imron, M.Si., memberikan perspektif mengenai pentingnya penguatan kompetensi di bidang teknologi penangkapan ikan, kapal perikanan, navigasi, keselamatan pelayaran, serta penanganan hasil tangkapan sejak berada di atas kapal hingga tahap pascapenangkapan. Pengembangan kurikulum juga perlu memperhatikan teknologi digital dan instrumentasi, pemahaman daerah penangkapan ikan (fishing ground), konservasi sumber daya ikan, serta pemanfaatan ruang laut. Mahasiswa perlu memahami dinamika pemanfaatan wilayah pesisir, termasuk potensi konflik antara kegiatan perikanan tangkap, pertambangan, dan aktivitas ekonomi lainnya.

Selain aspek teknis penangkapan, penanganan, keamanan, kebersihan, mutu, dan pengolahan hasil perikanan turut menjadi perhatian. Kompetensi tersebut penting untuk menjaga kualitas hasil tangkapan, meningkatkan nilai tambah produk, dan mendukung daya saing sektor perikanan. Pengembangan potensi perikanan untuk kegiatan wisata dan rekreasi juga menjadi peluang diversifikasi ekonomi yang dapat dipertimbangkan dalam pembelajaran, dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan, konservasi, dan kelestarian lingkungan laut.

Kebijakan Perikanan, Pengawasan, dan Keselamatan Pelayaran
Dari perspektif pemerintah daerah, Ichsan Afrizal dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyoroti pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap kebijakan Penangkapan Ikan Terukur (PIT), pengelolaan sumber daya ikan berbasis data, serta tata kelola pemanfaatan ruang laut.

Kompetensi yang perlu diperhatikan meliputi pemahaman mengenai stok ikan, jumlah tangkapan yang diperbolehkan, pendataan produksi perikanan, perizinan kapal, dan pengendalian aktivitas penangkapan. Pengetahuan tentang ekologi, oseanografi, bioekonomi, dan ekonomi biru juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kori Apriyanto, S.P., dari unsur Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bangka, menyoroti pentingnya pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perikanan, perizinan kapal, ketentuan alat penangkapan ikan yang diperbolehkan maupun dilarang, serta konsekuensi hukum atas pelanggaran.

Perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkal Balam, Dr. Capt. Efran Dinata, S.H., M.H., M.M., M.Mar., turut memberikan masukan mengenai pentingnya penguatan kompetensi keselamatan pelayaran, stabilitas kapal, dan sertifikasi keahlian yang relevan dengan kebutuhan profesi.

Masukan dari unsur pemerintah tersebut memperlihatkan pentingnya keterpaduan kompetensi teknis penangkapan ikan, keselamatan operasional kapal, kepatuhan terhadap regulasi, serta pemahaman tata kelola sumber daya kelautan dan perikanan dalam mempersiapkan lulusan.

Mutu Hasil Perikanan dan Kesiapan Profesional Lulusan
Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang kompeten dan memenuhi standar mutu juga menjadi bagian dari pembahasan. Perwakilan Stasiun Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Rahmat Natawijaya, S.Pi., M.I.L., M.Sc., memberikan masukan mengenai penguatan materi penanganan dan pengolahan hasil perikanan, teknologi pengemasan, pengendalian mutu, serta administrasi produk untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pasar nasional dan internasional.

Pengembangan materi tersebut perlu disusun secara sistematis, mulai dari penanganan hasil tangkapan, pengolahan, pengemasan, hingga pengendalian mutu produk. Distribusi mata kuliah juga perlu ditinjau agar setiap tahapan pembelajaran mendukung pencapaian kompetensi mahasiswa.

Dari sisi pendidikan vokasi, Helmi Ibrahim, S.Pd., dari SMK Negeri 4 Pangkalpinang, dan Luchy Sandra, S.Tr.Pi., dari SMK Negeri 2 Sungai Liat, menyoroti pentingnya kesinambungan kompetensi antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi. Pembelajaran praktik, dukungan fasilitas praktikum, dan pengalaman lapangan dinilai perlu mendapat perhatian agar mahasiswa lebih siap menerapkan ilmu dalam dunia kerja. Ketua Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dr. Arief Febrianto, S.Pi., M.Si., turut memberikan masukan mengenai pengembangan profesional lulusan. Penguasaan teknologi perikanan, termasuk instrumen digital, perlu diimbangi dengan persiapan karier sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Dwi Sara, mengusulkan agar program studi memperhatikan fasilitasi sertifikasi profesi sebagai nilai tambah bagi lulusan. Keterampilan digital dan kemampuan bahasa Inggris juga dinilai penting untuk mendukung kesiapan mahasiswa menghadapi persyaratan dunia kerja. Berbagai masukan tersebut menegaskan bahwa kesiapan lulusan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi akademik, tetapi juga pengalaman praktik, pemahaman regulasi, keterampilan profesional, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Masukan Stakeholder Menjadi Bahan Penyempurnaan Kurikulum
Berbagai masukan dalam workshop menjadi bahan pertimbangan bagi Program Studi Perikanan Tangkap UBB dalam meninjau relevansi kurikulum dengan kebutuhan sektor perikanan tangkap. Aspek yang menjadi perhatian meliputi penguatan kompetensi teknis, teknologi digital, keselamatan pelayaran, pengelolaan sumber daya ikan, kepatuhan terhadap regulasi, mutu hasil perikanan, serta pengembangan keterampilan profesional.

Perspektif dari unsur akademisi, pemerintah, asosiasi profesi, satuan pendidikan, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Masukan tersebut dapat digunakan untuk meninjau kesesuaian profil lulusan, CPL, bahan kajian, struktur kurikulum, dan distribusi mata kuliah.

Hasil pembahasan selanjutnya menjadi bahan bagi program studi dan tim penyusun kurikulum dalam merumuskan rekomendasi penyempurnaan. Proses tersebut perlu mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta ketentuan pendidikan tinggi yang berlaku. Melalui rekonstruksi kurikulum berbasis OBE, Program Studi Perikanan Tangkap UBB diharapkan dapat memperkuat kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan perikanan tangkap yang berkelanjutan dan berdaya saing. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z