Pilih Bahasa

+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
18 Oktober 2026 | 20:15:07 WIB


ISC 2026 Jangkau 27 Negara, 270 Mahasiswa Ramaikan Kompetisi Internasional UBB



Bangka, UBB — International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB) menarik perhatian mahasiswa dari berbagai penjuru dunia. Hingga penutupan pendaftaran dan pengumpulan karya pada Jumat (16/10/2026) pukul 23.59 WIB, sebanyak 270 peserta dari 27 negara tercatat mendaftar dalam kompetisi internasional tersebut. Capaian ini menandai semakin luasnya jangkauan kegiatan akademik UBB sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa dunia untuk menghadirkan gagasan dan inovasi dalam menjawab tantangan global.

Mengusung tema “Youth-Led Resilience: Turning Crisis into Creative, Inclusive Innovation”, ISC 2026 mengajak generasi muda mengubah berbagai krisis menjadi peluang melalui inovasi yang kreatif, inklusif, dan berkelanjutan. Semangat “Innovate • Collaborate • Inspire the Future” turut memperkuat arah kompetisi dalam mendorong mahasiswa berpikir kritis, membangun kolaborasi, serta menawarkan solusi atas persoalan nyata.
Daya tarik kompetisi ini tercermin dari keberagaman negara asal peserta, di antaranya Indonesia, India, Filipina, Bangladesh, Malaysia, Pakistan, Nigeria, Taiwan, Uzbekistan, dan Amerika Serikat. Kehadiran mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan dan budaya menjadikan ISC 2026 sebagai ruang pertukaran pengetahuan dan perspektif dalam menghadapi tantangan bersama.

Untuk mewadahi beragam potensi tersebut, ISC 2026 menghadirkan empat kategori perlombaan, yakni Essay, Tool Design, Business Plan, dan Scientific Research Paper. Kategori Essay menjadi yang paling diminati dengan 146 peserta (54,07 persen), disusul Scientific Research Paper sebanyak 63 peserta (23,33 persen), Tool Design sebanyak 33 peserta (12,22 persen), serta Business Plan sebanyak 28 peserta (10,37 persen).

Melalui keempat kategori tersebut, peserta didorong untuk mengembangkan gagasan kritis, merancang solusi berbasis teknologi, menghadirkan inovasi bisnis, hingga menghasilkan penelitian ilmiah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Namun, bagi penyelenggara, nilai ISC 2026 tidak hanya terletak pada persaingan antarpeserta, melainkan juga pada pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti kompetisi.

Ketua Panitia ISC 2026, Dr. Ir. Firlya Rosa, S.S.T., M.T., menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan. “ISC bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah bagi mahasiswa dari berbagai penjuru dunia untuk menguji dan mengembangkan kemampuan akademik maupun praktis. Melalui kompetisi ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan untuk menjawab tantangan nyata, sekaligus membangun jejaring internasional,” ujar Firlya.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi nilai penting yang dapat memperkaya wawasan dan mempersiapkan peserta menghadapi dunia profesional. “Harapannya, ISC menjadi ruang belajar bersama, tempat mahasiswa saling bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Jadi, bukan hanya tentang meraih gelar juara, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kompetisi,” tambahnya.

Semangat untuk belajar dan berkompetisi tersebut juga terlihat dari keterlibatan mahasiswa UBB. Dari total 270 pendaftar, sebanyak 69 mahasiswa berasal dari UBB, menjadikannya perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar terbanyak dalam ISC 2026. 

Partisipasi mahasiswa UBB tersebar pada seluruh kategori. Pada kategori Essay, UBB menempati posisi teratas dengan 32 peserta, disusul capaian serupa pada Scientific Research Paper dengan 28 peserta. Sementara itu, UBB berada di posisi kedua pada kategori Tool Design dengan lima peserta dan Business Plan dengan empat peserta.

Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari lingkungan UBB, tetapi juga terlihat pada persebaran peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kepulauan Bangka Belitung mencatat 38 peserta pada kategori Essay dan 29 peserta pada Scientific Research Paper. Adapun Jawa Barat menjadi penyumbang terbanyak pada kategori Tool Design dengan 16 peserta, sedangkan DKI Jakarta memimpin kategori Business Plan dengan enam peserta.

Luasnya partisipasi nasional dan internasional ini menjadi modal penting bagi UBB dalam menghadirkan kompetisi yang mempertemukan beragam gagasan, pendekatan keilmuan, dan inovasi. Selain memperluas jejaring akademik, penyelenggaraan ISC 2026 juga menjadi bagian dari langkah UBB memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem pendidikan tinggi yang terbuka dan berdaya saing global.

Setelah pendaftaran dan pengumpulan karya resmi ditutup, rangkaian ISC 2026 akan berlanjut menuju Grand Final pada 29 Oktober 2026 di Kampus Universitas Bangka Belitung. Babak puncak ini akan menjadi kesempatan bagi para finalis terpilih untuk menunjukkan kualitas karya dan inovasi yang telah dikembangkan, sekaligus mempertemukan gagasan terbaik dari berbagai latar belakang keilmuan dan negara.

Dengan 270 pendaftar dari 27 negara, ISC 2026 menjadi langkah UBB dalam membawa semangat Unggul Membangun Peradaban ke ruang akademik internasional. Kini, perhatian tertuju pada Grand Final 29 Oktober mendatang, ketika Kampus UBB akan menjadi tempat bertemunya para finalis untuk menunjukkan bagaimana kreativitas dan ilmu pengetahuan dapat diolah menjadi solusi bagi tantangan masa depan. (Humas UBB)



UBB Perspectives

Strategi dan Struktur MSDM Perusahaan Multinasional dalam Pengelolaan Tenaga Kerja Lokal di Kepulauan Bangka Belitung: Studi Kasus Unilever

Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan

Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi

Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok

Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics

Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?

Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung

Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi

Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa

Akankah Pilkada Kita Berkualitas?

Hulu Hilir Menekan Overcrowded

Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas

Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit

Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?

Juga Untuk Periode Berikut

Untuk Periode Berikut

Stereotipe Pendidikan Feminis

Urgensi Perlindungan Hukum Dan Peran Pemerintah Dalam Menangani Pekerja Anak Di Sektor Pertambangan Timah

Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Asal Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) yang Berpotensi Sebagai Probiotik

Pemanfaatan Biomikri dalam Perlindungan Lingkungan: Mengambil Inspirasi dari Alam Untuk Solusi Berkelanjutan

FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK

MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN

Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung

Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban

Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa

Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung

Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial

Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas

Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana

Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?

Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?

PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE

UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?

Membangun Kepercayaan dan Kesadaran Masyarakat Dalam Membayar Pajak Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Serta Transparansi Alokasi Pajak

Peran Generasi Z di Pemilu 2024

Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi

Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung

Peran Pemerintah Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Protein Hewani Melalui Pemanfaatan Probiotik dalam Sistem Integrasi Sapi dan Kelapa Sawit (Siska)

TIMAH “BERPERI”

Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?

Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong

Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental

Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z