Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
21 Oktober 2026 | 13:33:11 WIB
SEMUJUR PIK 2, Jurusan Perikanan dan Kelautan UBB Dorong Inovasi Kelautan dan Ketahanan Pangan
.jpeg)
Bangka, UBB — Sebanyak 79 peserta dari 10 perguruan tinggi di Indonesia mengikuti Seminar Nasional Unggulan Jurusan Perikanan dan Kelautan (SEMUJUR PIK 2) yang diselenggarakan Jurusan Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan (FPPK), Universitas Bangka Belitung (UBB), secara daring pada 21–22 Oktober 2026. Seminar ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan hasil penelitian untuk mendorong inovasi sektor kelautan dalam memperkuat ketahanan pangan serta ketangguhan wilayah kepulauan.
Mengusung tema “Inovasi Teknologi dan Kelautan Berbasis Blue Economy untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Resiliensi Wilayah Kepulauan”, kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi untuk membahas pemanfaatan teknologi, pengelolaan sumber daya laut, serta upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Dari 79 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 75 orang mengikuti presentasi makalah ilmiah dan empat lainnya menyajikan poster penelitian. Karya-karya tersebut mengangkat berbagai persoalan dan potensi pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Indonesia.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan Rektor UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Sc., serta Dekan FPPK UBB, Riwan Kusmiadi, M.Sc. Dalam sambutannya, Riwan berharap SEMUJUR PIK tidak hanya menjadi forum penyampaian hasil penelitian, tetapi juga mampu mempertemukan para peneliti untuk membangun kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas. “Semoga gagasan ini bisa menjadi rekomendasi dan membangun sektor perikanan dan kelautan,” ujar Riwan.

Harapan serupa disampaikan Ketua Panitia SEMUJUR PIK 2, Ricky Hadi Pratama dari Program Studi Akuakultur UBB. Ia menilai pertemuan ilmiah tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring akademik dan membuka peluang penelitian bersama. “Semoga acara ini menjadi langkah awal untuk menjalin kolaborasi bersama peneliti dan rekan-rekan yang mengikuti seminar ini,” ungkap Ricky.

SEMUJUR PIK 2 menghadirkan lima narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi yang mengulas berbagai tantangan sektor perikanan dan kelautan dari sudut pandang ekonomi, teknologi, hingga konservasi lingkungan. Ahmad Habibi, S.Pi., dari PT Cahaya Bintang Laut Abadi, membahas perdagangan produk perikanan, termasuk rantai pasok serta dinamika ekspor dan impor. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ketersediaan stok sumber daya perikanan di Bangka Belitung agar kegiatan ekonomi dapat terus berkembang tanpa mengabaikan kelestarian sumber daya.

Dari aspek ekologi, Prof. Dr. Ir. Rohani Ambo Rappe, M.Si., dari Universitas Hasanuddin, mengangkat pentingnya konservasi ekosistem lamun sebagai salah satu penopang keseimbangan lingkungan pesisir dan laut. Sementara itu, Prof. Dr. Julie Ekasari, S.Pi., M.Si., dari IPB University, membahas berbagai sistem akuakultur yang berpotensi diterapkan di Indonesia untuk mendukung produktivitas dan pengembangan budidaya perikanan.
.jpeg)
Pembahasan berlanjut pada pengelolaan dan konservasi kepiting rajungan yang disampaikan Prof. Dr. Indra Gumay Yudha, M.Si., dari Universitas Lampung. Materi ini menyoroti perlunya pengelolaan sumber daya yang mempertimbangkan keberlanjutan populasi sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Melengkapi perspektif tersebut, Suci Puspita Sari, S.Si., M.Si., Ph.D., dari UBB, memaparkan perubahan bentang alam mangrove di Bangka Belitung dari masa lalu hingga saat ini. Kajian ini memberikan gambaran mengenai dinamika ekosistem pesisir yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pengelolaan lingkungan.
Beragam paparan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor perikanan dan kelautan membutuhkan keterpaduan antara inovasi teknologi, peningkatan produktivitas, serta perlindungan ekosistem.
.jpeg)
Selain sesi bersama narasumber, kegiatan ini memfasilitasi presentasi makalah dan poster selama dua hari dengan lima subtema utama, yakni ketahanan pangan, inovasi teknologi perikanan, restorasi dan rehabilitasi serta perubahan iklim, ekonomi biru (blue economy), dan biodiversitas.
Peserta seminar berasal dari Universitas Bangka Belitung, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Lampung, Universitas Diponegoro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Riau, Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Politeknik Negeri Lampung, dan Universitas Bengkulu.
Keikutsertaan berbagai perguruan tinggi tersebut memperluas ruang pertukaran pengetahuan sekaligus membuka peluang pengembangan kajian bersama untuk menjawab persoalan kelautan yang dihadapi berbagai daerah.
Bagi Bangka Belitung sebagai wilayah kepulauan, isu ekonomi biru memiliki relevansi penting karena berkaitan langsung dengan potensi sumber daya laut, keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir, dan ketahanan pangan. Pendekatan ini mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kelautan secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga fungsi ekosistem.
Dalam rangka memperluas jejaring kelembagaan, SEMUJUR PIK 2 juga mengagendakan penandatanganan kerja sama antara Jurusan Perikanan dan Kelautan UBB dengan perguruan tinggi di luar Bangka Belitung, termasuk Politeknik Negeri Pontianak. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan keilmuan.
.jpeg)
Pada penutupan seminar yang dijadwalkan berlangsung 22 Oktober 2026, panitia juga merencanakan pemberian penghargaan Best Speaker sebagai apresiasi bagi pemakalah dengan kualitas presentasi terbaik.
Melalui SEMUJUR PIK 2, Jurusan Perikanan dan Kelautan UBB berupaya mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi gagasan dan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan sektor perikanan dan kelautan.
Bagi UBB, forum ilmiah ini sekaligus menjadi kesempatan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan pembangunan wilayah kepulauan. Dengan menghubungkan pengetahuan akademik, pengalaman industri, dan kebutuhan masyarakat, inovasi yang lahir diharapkan mampu mendukung pengelolaan potensi laut Bangka Belitung secara lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM