Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
27 Juni 2025 | 06:12:58 WIB
Hari Kedua Pendikar UBB 2025: Menguatkan Nilai, Meneguhkan Karakter
Balunijuk, 26 Juni 2025 – Pendidikan Karakter (Pendikar) Universitas Bangka Belitung (UBB) memasuki hari kedua dengan suasana yang semakin interaktif dan bermakna. Lebih dari 2.000 mahasiswa dari angkatan 2024 dan sebelumnya mengikuti pembekalan intensif yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai Mental, Moral, dan Intelektual (MMI) sebagai dasar pembentukan karakter mahasiswa UBB.

Hari kedua ini berfokus pada pemantapan pemahaman dan penginternalisasian nilai-nilai MMI dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa tak hanya menyimak materi dari para dosen, tetapi juga diajak untuk aktif berdiskusi dan dilengkapi dengan ice breaking, simulasi, serta outbound karakter yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Dr. Fitri Ramdhani, Kepala Pusat Pendidikan Karakter dan Keunggulan Peradaban LPMPP UBB, menjelaskan bahwa dukungan institusi terhadap kegiatan ini tidak hanya bersifat jangka pendek.
“Institusi dalam hal ini UBB memberikan dukungan sarana dan prasarana, SDM, dan sistem, sehingga Pendikar tidak hanya dilakukan pada tahun 2025, tetapi berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya,” jelasnya.

Ia juga mengakui adanya tantangan besar dalam pelaksanaan Pendikar tahun ini, terutama dari sisi jumlah peserta.
“Kami melibatkan 2.010 mahasiswa dari berbagai angkatan. Tantangan muncul dalam hal pembagian waktu, metode, dan fasilitas, maka kami susun strategi pelaksanaan dua tahap, agar seluruh peserta bisa mendapatkan materi dan pengalaman implementasi nilai MMI secara maksimal,” ujar Dr. Fitri ketika ditemui setelah sesi foto bersama dengan peserta pendikar.
Tahap berikutnya adalah kelas aktualisasi daring yang akan berlangsung mulai 1 hingga 25 Juli 2025. Mahasiswa akan mengikuti pembelajaran melalui platform Edlink, difasilitasi oleh satu fasilitator, dua co-fasilitator, serta satu tenaga kependidikan. Penugasan dan keaktifan mahasiswa dalam kelas daring akan menjadi indikator kelulusan mereka dalam program ini.
“Kelas daring ini bukan hanya tempat mengerjakan tugas, tapi ruang untuk berdiskusi, merefleksi, dan menyampaikan praktik nilai-nilai karakter secara nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Acara Pendikar UBB 2025, Tsulis Amirudin, menyampaikan bahwa perencanaan kegiatan telah dimulai jauh hari sejak perumusan pedoman MMI hingga pembagian kegiatan ke dalam dua gelombang.
“Proses perencanaan dimulai dengan diskusi mendalam tentang MMI, lalu kami menyusun pedoman dan akhirnya melaksanakan pembekalan. Kami bagi kegiatan menjadi dua batch—gelombang pertama sebanyak 1.006 dan gelombang kedua 1.004 orang,” terangnya.

Ia juga membagikan momen paling berkesan selama pelaksanaan kegiatan.
“Peserta ternyata cukup atraktif dan responsif saat menjawab pertanyaan. Mereka juga percaya diri ketika menyampaikan pendapat. Itu menunjukkan bahwa semangat karakter sudah mulai tumbuh,” ungkap Tsulis.

Dengan berakhirnya hari kedua, Pendikar UBB kini bersiap menuju tahap akhir: implementasi dan aktualisasi nilai-nilai karakter melalui kegiatan daring. Evaluasi akhir akan menentukan apakah mahasiswa telah benar-benar menyerap dan menerapkan nilai-nilai yang menjadi fondasi pribadi unggul.

UBB tidak hanya mencetak sarjana, tapi membentuk karakter pemimpin masa depan. Dari kampus inilah peradaban dibangun. (Humas)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM