Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
24 Juli 2025 | 09:47:46 WIB
Dari Sampah Menjadi Harapan : Inovasi Mesin Pembubur Pakan Maggot untuk Lingkungan Lebih Bersih di Pangkalpinang

Di tengah meningkatnya persoalan sampah organik di Kota Pangkalpinang, harapan muncul dari sebuah sudut kecil di Kelurahan Bukit Besar. Sebuah mesin inovatif sederhana hasil rancangan kolaboratif Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi diserahkan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sahabat Farm pada (23-08-2023). Tak hanya menjadi simbol kemitraan antara dunia akademik dan masyarakat, mesin pembubur pakan maggot ini menjadi jawaban nyata terhadap tantangan pengelolaan sampah organik yang selama ini belum tersentuh secara menyeluruh.

Acara serah terima berlangsung hangat dan dihadiri oleh Pihak kecamatan Girimaya, Yudarni, S.H., M.H. selaku Lurah Kelurahan Bukit Besar, Didik Sugianto selaku Ketua KSM Sahabat Farm, serta Tim Pengabdian Tingkat Universitas (PMTU) UBB yaitu Ir. Eka Sari Wijianti, S.Pd., M.T. selaku Ketua PMTU, Dr. Ir. Ismed Inonu, M.Si., Ir. Saparin, S.T., M.Si., Dr. Endang Bidayani, S.Si., M.SI. selaku Anggota PMTU, serta mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UBB.
Dalam sambutannya, Yudarni menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini “Sampah menjadi salah satu permasalahan utama di Kota Pangkalpinang. Terimakasih kepada UBB yang telah membantu KSM Sahabat Farm dengan membuat mesin pembubur sampah organik ini. Meskipun masih skala kelurahan, mesin ini tentunya sangat bermanfaat dan harapannya program ini bisa terus berkembang ke tingkat kecamatan bahkan kota ” ungkapnya.

Beliau juga menekankan pentingnya keberlanjutan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat “ Kebutuhan masyarakat akan terus berubah. Oleh karena itu, kami sangat berharap kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini. Dengan adanya pengabdian dari pihak UBB, kami percaya dinamika yang terjadi di masyarakat dapat terus diakomodir ” tambahnya.
Sejak awal Didik Sugianto selaku Ketua KSM Sahabat Farm telah memiliki mimpi besar menjadikan maggot sebagai solusi lokal yang berdampak global “ Karena terlalu banyak sampah organik yang tidak terkelola dan hanya sebagian kecil saja yang berhasil diolah. Padahal, dampaknya sangat luas, bahkan bisa merusak lapisan ozon akibat gas metana yang dihasilkan dari pembusukan. Maggot BSF (Black Soldier Fly) sebagai pengurai lebih aman dan bisa mengurangi emisi metana,” jelasnya.
Baginya, mesin pembubur ini bukan sekadar alat bantu produksi, tapi bagian dari perjalanan edukatif yang sedang dibangun di masyarakat “ Kami ingin mengedukasi masyarakat. Sekarang memang masih skala kecil, tapi ke depan, dengan bantuan dari UBB dan mungkin juga dari pemerintah kecamatan atau kota, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak orang dan menyelesaikan lebih banyak masalah lingkungan,” tegasnya.

Mesin pembubur pakan maggot ini dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi bahan pakan maggot yang efisien, higienis dan cepat terurai. Selain menghasilkan pakan berkualitas, sistem ini juga membantu mengurangi volume sampah organik rumah tangga yang biasa menumpuk dan terbuang begitu saja.Kegiatan serah terima ini juga dirangkai dengan pelatihan singkat penggunaan mesin, yang dipandu langsung oleh tim teknis dari UBB. Pihak yang terlibat terlihat antusias, mencerminkan harapan dan kesiapan mereka untuk ikut terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna.
Inisiatif ini bukan hanya cerita tentang mesin dan maggot. Ini tentang harapan dan kolaborasi sederhana antara kampus, pemerintah, dan masyarakat yang berkeinginan menciptakan perubahan. Di tengah tantangan lingkungan yang kian kompleks, inovasi berbasis lokal seperti ini menunjukkan bahwa solusi tidak selalu datang dari tempat yang jauh — terkadang, ia lahir dari kesadaran dan kebersamaan di tingkat akar rumput. Melalui deru mesin maggot yang kini mengisi ruang kecil di Sahabat Farm, harapan akan kota yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih mandiri bisa mulai terwujud, satu sampah organik pada satu waktu. (HUMAS-UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM