Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
18 September 2025 | 10:38:38 WIB
Webinar Internasional HIMABIO UBB Series 2: Pemanfaatan Limbah Sawit Jadi Solusi Rehabilitasi Tambang Timah

Kepala Pusat Urusan Internasional UBB Dukung Webinar Internasional HIMABIO
Bangka - UBB, 16 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) Universitas Bangka Belitung (UBB) kembali menggelar Webinar Internasional 4 Series, yang kali ini memasuki Series ke-2 dengan topik yang sangat relevan bagi Bangka Belitung: “The Benefits of Palm Oil Waste for Reclaiming Former Tin Mining Land”.
Kegiatan yang berlangsung via Zoom ini diikuti 158 peserta dari berbagai perguruan tinggi, sekolah, dan institusi baik dari dalam maupun luar negeri. Peserta berasal dari Universitas Bangka Belitung, Universitas Pattimura, Universitas Nasional, Universitas Lambung Mangkurat, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Jember, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Sriwijaya, Universitas Ahmad Dahlan, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, serta AMINEV USA.
Kehadiran peserta internasional dan lintas daerah ini menunjukkan betapa besar perhatian akademisi terhadap isu lingkungan dan reklamasi pasca-tambang. Acara dibuka oleh MC Dava Febiola (mahasiswi Semester 1 Prodi Biologi UBB) dan dipandu moderator Dr. Eddy Nurtjahya, M.Sc. (Dosen Biologi UBB). Webinar menghadirkan pembicara internasional, David Robert Holdridge, B.S. dari AMINEV USA, yang memaparkan riset mutakhir mengenai pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk memulihkan lahan bekas tambang timah.

“Biozone Internasional 2025 Series 2 Hadirkan David Robert Holdridge, B.S. (AMINEV USA)”
Sawit Jadi Harapan Baru Rehabilitasi Tambang Timah
Dalam pemaparannya, Holdridge menjelaskan bagaimana limbah sawit seperti tandan kosong (EFB), serabut inti (PKF), dan kompos dapat memperbaiki kondisi fisik, kimia, dan biologi tanah yang rusak akibat aktivitas tambang.
Studi ini terinspirasi dari eksperimen di Kosta Rika, di mana limbah kulit jeruk terbukti mampu mempercepat pemulihan hutan tropis. Konsep serupa diterapkan di Bangka Belitung, dengan memilih serai wangi (Cymbopogon nardus) sebagai tanaman pionir. Tanaman ini bukan hanya mampu tumbuh di tanah miskin hara, tetapi juga menghasilkan minyak atsiri bernilai ekonomi.
“Pemanfaatan limbah pertanian berbiaya rendah seperti sawit dapat menjadi solusi restorasi berkelanjutan. Selain ekologis, juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” ujar Holdridge.
Webinar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab sejak pukul 11.13 WIB. Sebanyak 15 penanya aktif mengajukan pertanyaan seputar:
• Dampak pH tanah dan logam berat pada proses reklamasi,
• Peran limbah sawit dalam mengurangi emisi karbon,
• Pemilihan tanaman pionir pasca tambang,
• Hingga fenomena unik air kolong tambang yang berwarna biru.
Sepuluh peserta teraktif, antara lain Diana Anggraini, Ragita Sahendra, Zamila Nurizah, Siti Nabila, Betty Putri Azkia, hingga Yafiq Muhransyah, berhasil mencuri perhatian moderator.
Jawaban-jawaban dari pembicara dan tim peneliti menegaskan bahwa reklamasi bukan sekadar memperbaiki tanah, tetapi juga menciptakan model ekosistem baru yang produktif dan berkelanjutan.
Acara ditutup pada pukul 12.05 WIB dengan penuh semangat. Setelah sesi foto bersama, panitia menyerahkan sertifikat apresiasi kepada pembicara dan moderator, serta menayangkan video promosi Biozone 11th International.
Ketua HIMABIO UBB menyampaikan rasa syukur atas suksesnya webinar ini. “Kami bangga bisa menghadirkan narasumber internasional yang membahas solusi konkret untuk reklamasi tambang di Bangka Belitung. Semoga ilmu yang dibagikan bisa menginspirasi penelitian lebih lanjut di UBB dan kampus lain,” ujarnya.
Dengan suksesnya Series 2 ini, publik semakin menantikan Webinar Internasional Series 3 dan 4 yang akan segera digelar HIMABIO UBB. (Humas)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM