Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
19 November 2025 | 18:17:55 WIB
Melalui Kuliah Sosiologi Agama, Mahasiswa Sosiologi UBB Dampingi Warga Mapor Lakukan Transformasi Agama Adat

Belinyu, UBB — Mengangkat tema “Identitas Penghayat Kepercayaan: Transformasi Agama Adat Orang Mapur di Era Society 5.0” mahasiswa Program studi Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) mengikuti kuliah lapangan Sosiologi Agama di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Belinyu, pada 1–2 November 2025 lalu.
Kuliah lapangan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek dan melibatkan masyarakat penghayat kepercayaan sebagai mitra utama. Dalam kegiatan tersebut, salah satu fokus yang dilakukan mahasiswa ialah dengan mendampingi warga Mapor baik dari Dusun Air Abik dan Dusun Pejem untuk transformasi kolom agama di kartu identitas menjadi penghayat kepercayaan setelah keluarnya putusan makamah konstitusi NOMOR 97/PUU-XIV/2016.
Sebagai salah satu dosen pengampu mata kuliah, Dr. Iskandar Zulkarnain menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa agar mereka bisa melihat keberagaman keagamaan di tingkat komunitas dan masyarakat yang tentunya memilki berbagai keberagaman.
“Mahasiswa perlu melihat bagaimana agama hidup dalam praktik harian masyarakat. Dalam masyarakat adat ini memiliki berbagai macam kondisi yang menarik dan bisa menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa,” ujarnya.
Iskandar menambahkan bahwa interaksi langsung di lapangan membantu mahasiswa mengembangkan kepekaan sosial. “Mahasiswa dapat belajar melihat masyarakat sebagai sumber pengetahuan, khususnya pada masyarakat adat ini,” katanya.
.jpeg)
Dosen lainnya, Irwan, M.Sos, menilai komunitas Mapor menghadapi perubahan sosial yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
“Modernisasi dan teknologi mulai memengaruhi pola hidup mereka. Namun masyarakat Mapur tetap mempertahankan nilai spiritual dan tradisi leluhur,” ucap Irwan.
Menurut Irwan, pemahaman komunitas adat bagi mahasiswa menjadi penting dalam kajian Sosiologi Agama untuk melihat kearifan lokal. Selain itu, ia menegaskan bahwa kuliah lapangan semacam ini harus terus diperkuat dan menjadi bagian nyata pembelajaran, terkhususnya bagi mahasiswa sosiologi yang menjadikan masyarakat sebagai laboratoriumnya.
.jpeg)
Kegiatan tersebut juga melibatkan dialog bersama tokoh adat setempat. Asih Harmoko selaku Ketua Lembaga Adat Mapor, menyambut baik kehadiran mahasiswa.
“Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar dan mengetahui kearifan. Penting bagi kami bahwa identitas Mapor dipahami secara benar,” ujar beliau.
Asih berharap kegiatan seperti ini dapat membantu memperluas pengetahuan publik mengenai keberadaan masyarakat penghayat kepercayaan. Ia menegaskan bahwa komunitas Mapor terus berupaya menjaga keseimbangan antara tradisi dan perkembangan zaman.
.jpeg)
Salah seorang mahasiswa menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari perkuliahan di kelas.
“Kami melihat langsung bagaimana nilai adat dan keyakinan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Mahasiswa juga melakukan pengamatan lapangan mengenai pola kehiudpan masyarakat adat dan membantu memberikan pendampingan kepada para masyarakat yang ingin merubah identitasnya. (Tim Media Sosiologi UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM