Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
21 April 2026 | 16:22:25 WIB
UBB Catat Lonjakan Peminat SNBT 2026

Bangka–Belitung, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) mencatat lonjakan peminat pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026. Hal ini seiring dengan dimulainya pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK-SNBT) pada Selasa (21/4), dengan UBB sebagai Pusat UTBK-SNBT dan SMKN 1 Tanjungpandan sebagai Sub Pusat UTBK-SNBT di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hari pertama pelaksanaan berlangsung tertib, lancar, dan sesuai standar operasional yang ditetapkan panitia pusat.

Pengarah Panitia Pusat UTBK-SNBT UBB, Prof. Dr. Ibrahim, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta. Ia mengungkapkan bahwa daya tampung jalur SNBT di UBB tahun 2026 sebanyak 1.287 kursi dengan jumlah peminat mencapai 5.078 orang. Selain itu, jumlah peserta UTBK di UBB meningkat dari 3.296 peserta pada tahun 2025 menjadi 4.324 peserta pada tahun 2026 atau naik sekitar 10,14 persen. Kondisi ini menunjukkan tingginya minat sekaligus semakin ketatnya persaingan untuk masuk UBB.
Di UBB, ratusan peserta dari berbagai daerah di Pulau Bangka mengikuti ujian sesuai jadwal sesi yang telah ditentukan. Sejak pukul 05.20 WIB, peserta telah hadir lebih awal untuk melakukan registrasi dan verifikasi identitas sebelum memasuki ruang ujian.

Panitia Pusat UTBK-SNBT UBB menyiapkan 10 ruang laboratorium komputer dengan dukungan jaringan yang stabil serta sistem pengawasan yang ketat. Sementara itu, di Sub Pusat UTBK-SNBT SMKN 1 Tanjungpandan disediakan 4 ruang ujian dengan fasilitas serupa guna memastikan pelaksanaan berjalan optimal.


Ketua Panitia Pusat UTBK-SNBT UBB, Prof. Dr. Devi Valeriani, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang dan terjadwal dengan baik. “Secara umum, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti. Seluruh perangkat dan sistem berfungsi optimal sehingga peserta dapat mengerjakan soal dengan nyaman,” ujarnya.

Jumlah peserta UTBK-SNBT di UBB tercatat sebanyak 3.561 orang, sedangkan di SMKN 1 Tanjungpandan sebanyak 763 peserta. Pelaksanaan di Tanjungpandan yang melayani peserta dari wilayah Pulau Belitung dan sekitarnya juga berlangsung tertib. Panitia setempat memastikan kesiapan sarana dan prasarana, termasuk komputer, jaringan internet, serta sistem cadangan untuk mengantisipasi kendala teknis. Petugas juga aktif memberikan arahan kepada peserta terkait tata tertib dan alur ujian.
Salah satu peserta, Michelie Sianturi, mengaku memilih Program Studi Kedokteran Universitas Sriwijaya sebagai pilihan pertama dan Kedokteran Universitas Lampung sebagai pilihan kedua. Ia menyebut minat tersebut telah tumbuh sejak kecil dengan cita-cita menjadi dokter.

Peserta lainnya, Lauretta Marinson dari SMA Dian Harapan Bangka, memilih Program Studi Kedokteran Universitas Sriwijaya sebagai pilihan pertama dan Kedokteran UBB sebagai pilihan kedua. Ia mengungkapkan pilihannya didasarkan pada penyesuaian nilai serta dorongan dari lingkungan pertemanan. Keduanya mengaku optimistis dapat lolos UTBK-SNBT tahun 2026.
Untuk menjaga integritas, baik di UBB maupun di SMKN 1 Tanjungpandan diterapkan prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan dokumen peserta, larangan membawa perangkat komunikasi ke dalam ruang ujian, hingga pengawasan berbasis sistem dan petugas.
Pelaksanaan UTBK-SNBT di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijadwalkan berlangsung hingga 29 April 2026 dalam beberapa sesi. Melalui penyelenggaraan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengikuti seleksi dengan baik serta memperoleh hasil maksimal sebagai bagian dari proses menuju pendidikan tinggi. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM