Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
Kabar UBB
Universitas Bangka Belitung
03 Juli 2026 | 15:24:35 WIB
LPMPP UBB Gelar Workshop Penyesuaian Kurikulum Berbasis OBE Sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025

Bangka, UBB — Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMPP) menggelar Workshop Penyesuaian Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) sesuai Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025 pada 1–2 Juli 2026 di Balai Cendekia Kampus, Gedung GALA Universitas Bangka Belitung.
Workshop yang dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Bangka Belitung, Ibrahim, ini diikuti oleh 74 peserta yang terdiri atas pimpinan fakultas, ketua program studi, tim penyusun kurikulum, serta dosen di lingkungan UBB. Kegiatan tersebut merupakan langkah strategis UBB dalam menyelaraskan kurikulum seluruh program studi dengan ketentuan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 sekaligus memperkuat implementasi Outcome-Based Education (OBE) sebagai pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan.
Dalam sambutannya, Kepala LPMPP UBB, Sujadmi, menyampaikan bahwa Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 memberikan kesempatan kepada seluruh perguruan tinggi untuk melakukan penyesuaian kurikulum dalam jangka waktu paling lama dua tahun. Oleh karena itu, UBB telah melakukan berbagai langkah strategis sebagai bentuk kesiapan dalam mengimplementasikan regulasi tersebut.
Menurut Sujadmi, LPMPP telah membentuk tim ad hoc untuk menyusun dokumen kurikulum tingkat universitas yang disesuaikan dengan ketentuan terbaru. Draf dokumen tersebut telah disampaikan kepada Rektor untuk ditindaklanjuti. Selain itu, LPMPP juga melakukan telaah terhadap Peraturan Akademik Universitas Bangka Belitung sebagai bagian dari penyempurnaan Pedoman Kurikulum Perguruan Tinggi UBB.
"Penyesuaian kurikulum tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan regulasi, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta harapan para pemangku kepentingan. Melalui workshop ini, kami berharap seluruh program studi memiliki pemahaman yang sama dalam menyusun kurikulum berbasis OBE yang berkualitas, adaptif, dan implementatif sehingga mampu meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas lulusan Universitas Bangka Belitung," ujar Sujadmi.
Sementara itu, Rektor UBB, Ibrahim, menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga harus terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.
"Idealnya, kurikulum dievaluasi setiap dua tahun untuk memastikan implementasinya tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja. Adapun pembaruan kurikulum secara menyeluruh perlu dilakukan setiap empat tahun agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang berkembang sangat cepat," kata Ibrahim.
Ia menambahkan bahwa implementasi Outcome-Based Education merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di UBB.
"Kurikulum yang disusun harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia kerja. Saya berharap workshop ini menghasilkan kurikulum yang relevan, inovatif, dan selaras dengan kebijakan nasional," ujarnya.
Rektor juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang kolaborasi untuk berbagi praktik baik, berdiskusi, dan merumuskan strategi implementasi kurikulum yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran pada setiap program studi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh materi dari narasumber eksternal, M. Denny Elyasa, S.E., M.M., Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kehadirannya sebagai narasumber didasarkan pada kompetensi dan pengalamannya dalam pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta implementasi kebijakan pendidikan tinggi.
Dalam pemaparannya, M. Denny Elyasa mengulas substansi Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum berbasis OBE, serta strategi penyelarasan profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan (CPL), struktur kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem asesmen agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan para pemangku kepentingan.
Selain penyampaian materi, workshop juga diisi dengan sesi diskusi, pendampingan, dan praktik penyusunan dokumen kurikulum pada masing-masing program studi. Melalui pendampingan tersebut, peserta diharapkan mampu menghasilkan dokumen kurikulum yang sesuai dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 serta memenuhi Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Melalui workshop ini, Universitas Bangka Belitung menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Penyesuaian kurikulum berbasis OBE diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, profesional, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional, sejalan dengan visi UBB sebagai perguruan tinggi yang bermutu dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (Humas UBB)
UBB Perspectives
Satu Visi, Banyak Budaya: Mengapa Integrasi SDM Global Tidak Semudah yang Dibayangkan
Menjaga Ekosistem: Investasi untuk Masa Depan Bumi
Antara Jaring dan Buku Pilihan Hidup Anak Remaja Putus Sekolah di Kepulauan Pongok
Validitas Peringkat UBB: Membongkar Anomali Webometrics
Meski Ilegal, Mengapa Bisnis Thrifting Terus Menjamur?
Tantangan Pemimpin Baru dan Ekonomi Bangka Belitung
Sastra, Kreativitas Intelektual, dan Manfaatnya Secara Ekonomi
Lindungi Anak Kita, Lindungi Masa Depan Bangsa
Akankah Pilkada Kita Berkualitas?
Hulu Hilir Menekan Overcrowded
Penguatan Gakkumdu untuk Mengawal Pesta Demokrasi Berkualitas
Carbon Offset : Blue Ocean dan Carbon Credit
Hari Lingkungan Hidup: Akankah Lingkungan “Bisa” Hidup Kembali?
FAKTOR POLA ASUH DALAM TUMBUH KEMBANG ANAK
MEMANFAATKAN POTENSI NUKLIR THORIUM DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG : PELUANG DAN DAMPAK LINGKUNGAN
Pengaruh Sifat Fisika, Kimia Tambang Timah Terhadap Tingkat Kesuburan Tanah di Bangka Belitung
Akuntan dan Jurnalis: Berkolaborasi Dalam Optimalisasi Transparan dan Pertanggungjawaban
Sustainable Tourism Wisata Danau Pading Untuk Generasi Z dan Alpa
Perlunya Revitalisasi Budaya Lokal Nganggung di Bangka Belitung
Semangat PANDAWARA Group: Dari Sungai Kotor hingga Eksis di Media Sosial
Pengaruh Pembangunan Produksi Nuklir pada Wilayah Beriklim Panas
Pendidikan dan Literasi: Mulailah Merubah Dunia Dari Tindakan Sederhana
Mengapa APK Perguruan Tinggi di Babel Rendah ?
Dekonstruksi Cara Pikir Oposisi Biner: Mengapa Perlu?
PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DENGAN ASAS GOOD GOVERNANCE
UMP Bangka Belitung Naik, Payung Hukum Kesejahteraan Pekerja atau Fatamorgana Belaka?
Peran Generasi Z di Pemilu 2024
Pemilu Serentak 2024 : Ajang Selebrasi Demokrasi Calon Insan Berdasi
Menelusuri Krisis Literasi Paradigma dan Problematik di Bumi Bangka Belitung
Jasa Sewa Pacar: Betulkah Menjadi sebuah Solusi?
Peran Sosial dan Politis Dukun Kampong
Mahasiswa dan Masalah Kesehatan Mental
Analogue Switch-off era baru Industri pertelevisian Indonesia
Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK
HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?
Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?
Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum
SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM