+62 (0717) 422145 Senin-Jumat: 07.30 - 16.00 WIB
Link Penting UBB

Kabar UBB

Universitas Bangka Belitung
24 Januari 2022 | 16:14:14 WIB


Dosen UBB Sosialisasikan Etika Berbisnis Sesuai dengan Nilai Pancasila dan Agama


(Tim Dosen UBB foto bersama dengan Kepala Desa Mapur, Muhammad Kasiwan, S.Pd. ketika menyerahkan Piagam Penghargaan Atas Kerja Sama)

Riau Silip, UBB— Dosen Universitas Bangka Belitung (UBB) melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Mandiri pada UMKM di Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip, Kab. Bangka dengan tema “Pelatihan Etika Bisnis yang Berwawasan Pancasila dan Kewarganegaraan Sesuai Syariat Agama” (17/01/2022).

Kegiatan yang merupakan implementasi tridharma perguruan tinggi ini dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM di Desa Mapur. 

“Pengabdian yang kami lakukan ini akan memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM untuk melakukan bisnis sesuai dengan Etika bisnis yang berwawasan Pancasila dan kewarganegaraan, serta sesuai syariat agama,” ucap Amiruddin Zahri selaku ketua tim kegiatan pengabdian.

 “Dalam melakukan kegiatan bisnis tentunya memiliki etika yaitu seperti melakukan bisnis dengan jujur, seperti menjual produk sesuai deskripsinya  dan tidak curang,” tukasnya. 

Pada pengabdian ini juga Tim Dosen UBB turut memberikan pelatihan bagaimana pelaku UMKM harusnya berkomunikasi dengan pelanggan dan strategi promosi produk penjualan. Hal ini dilakukan agar para pelaku UMKM dapat lebih efektif melakukan penjualan dan dapat meningkatkan volume penjualannya.

Nirta sebagai pelaku UMKM di bidang Kuliner yang hadir di kegiatan pengabdian ini mengungkapkan bahwa dirinya sangat mengapresiasi kehadiran pada dosen yang bersedia memberikan pelatihan mengenai etika bisnis pada pelaku UMKM yang ada di Desa Mapur. Menurut Nirta, UMKM di Desa Mapur memang memiliki beberapa tantangan, khususnya ketika membuka usaha bidang kuliner. 

“Konsumen itu maunya harga murah dan porsinya banyak,” ucapnya.

(Para Peserta ketika mendengarkan sosialisasi dan diseminasi pengetahuan tentang etika berbisnis dari tim dosen UBB)

Bagi Nirta, tantangan yang dialami tersebut bukan masalah besar. Dengan kata lain tidak menyurutkannya untuk terus berwirausaha di bidang kuliner. Terbukti, usaha yang sudah dijalaninya selama 3 tahun tmampu membantu perekonomian keluarganya. 

“Alhamdulillah, rata-rata sehari bisa habis 5 kilo ayam, bang, ” ucapnya kepada para Dosen tim pengabdian.

Dalam kesempatan tersebut, juga ada Dewi Kusuma yang merupakan pelaku UMKM di bidang fashion. Butik yang didirkannya sudah berusia 3 tahun. Ia senang bisa mendapatkan wawasan baru dari para akademisi UBB. Hal tersebut merupakan hal positif yang diharapkan terus berlanjut dalam skala tertentu.

Mendengar testimoni tersebut, para dosen merasa senang bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam membangun etika bisnis berbasis syariat agama. Karena dalam perkembangannya, pelaku usaha UMKM penting untuk mengetahui bagaimana mereka mengembangkan usahanya tanpa melanggar aturan agama. 

“Etika Bisnis perlu diketahui supaya usaha yang kita lakukan berkah dan diridhai oleh Allah SWT,” ucap Mustofa, salah satu dosen tim pengabdi yang ikut dalam pelatihan ini. 

Mustofa menegaskan bahwa dalam berwirausaha harus berpedoman pada ajaran Agama, salah satunya tidak berbuat curang atau mengurangi takaran. Selain itu, seorang pelaku usaha juga tidak boleh memudhoratkan orang lain, contohnya memainkan harga barang secara tidak wajar sehingga penjual lain barangnya tidak laku. 

Adapun Dosen yang terlibat dalam pengabdian kepada masyarakat adalah Tsulis Amiruddin Zahri S.I.Kom, M.Si sebagai ketua, dan anggotanya adalah Novita Herlissha, S.E., M.M, Dini Oktariani, S.Pd, M.Pd., Mustofa Tohari, S.Pd.I, M.Pd., Aruna Asista, S.Pd., M.Pd. (Narasi oleh Tim Dosen Pengabdian; Editor, Hz/humas)



UBB Perspectives

Di Era Society 50 Mahasiswa Perlu Kompetensi SUYAK

HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, sudah merdekakah kita?

Pemblokiran PSE, Pembatasan Kebebasan Berinternet?

Jalan Ketiga bagi Sarjana

Pentingnya Pemahaman Moderasi Beragama Pada Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum

SOCIAL MAPPING SEBAGAI SOLUSI TATA KELOLA SUMBER DAYA ALAM

Bisnis Digital dan Transformasi Ekonomi

Merebut Hati Gen Z

Masyarakat Tontonan dan Risiko Jenis Baru

Penelitian MBKM Mahasiswa Biologi

PEREMPUAN DI SEKTOR PERTAMBANGAN TIMAH (Refleksi atas Peringatan Hari Kartini 21 April 2022)

Kiat-kiat Menjadi “Warga Negara Digital” yang Baik di Bulan Ramadhan

PERANG RUSIA VS UKRAINA, NETIZEN INDONESIA HARUS BIJAKSANA

Kunci Utama Memutus Mata Rantai Korupsi

Xerosere* Bangka dan UBB

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Berkelanjutan

SI VIS PACEM PARABELLUM, INDONESIA SUDAH SIAP ATAU BELUM?

RELASI MAHA ESA DAN MAHASISWA (Refleksi terhadap Pengantar Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum)

KONKRETISASI BELA NEGARA SEBAGAI LANGKAH PREVENTIF MENGHADAPI PERANG DUNIA

Memaknai Sikap OPOSISI ORMAWA terhadap Birokrasi Kampus

Timah, Kebimbangan yang Tak akan Usai

Paradigma yang Salah tentang IPK dan Keaktifan Berorganisasi

Hybrid Learning dan Skenario Terbaik

NEGARA HARUS HADIR DALAM PERLINDUNGAN EKOLOGI LINGKUNGAN

Mental, Moral dan Intelektual: Menakar Muatan Visi UBB dalam Perspektif Filsafat Pierre Bourdieu

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN KESIAPAN

Edukasi Kepemimpinan Milenial versus Disintegrasi

Membangun Kepemimpinan Pendidikan di Bangka Belitung Berbasis 9 Elemen Kewarganegaraan Digital

Menuju Kampus Cerdas, Ini yang Perlu Disiapkan UBB

TI RAJUK SIJUK, DIANTARA KESEMPATAN YANG TERSEDIA

TATAP MUKA

Mengimajinasikan Dunia Setelah Pandemi Usai

MENJAGA(L) LINGKUNGAN HIDUP

STOP KORUPSI !

ILLEGAL MINING TIMAH (DARI HULU SAMPAI HILIR)

KARAKTER SEPERADIK

SELAMAT BEKERJA !!!

ILLEGAL MINING

Pers dan Pesta Demokrasi

PERTAMBANGAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

GENERASI (ANTI) KORUPSI

KUDETA HUKUM

Inflasi Menerkam Masyarakat Miskin Semakin Terjepit

NETRALITAS DAN INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU

Siapa Penjarah dan Perampok Timah ???

Memproduksi Kejahatan

Potret Ekonomi Babel

Dorong Kriminogen

Prinsip Pengelolaan SDA

Prostitusi Online

Menjaga Idealisme dan Kemandirian Pers